alexametrics
31 C
Sidoarjo
Sunday, 26 June 2022

Dapat Remisi 10 Kali, Terpidana Terorisme Umar Patek Segera Bebas 

SIDOARJO – Terpidana terorisme, Hisyam alias Umar Patek diperkirakan dapat bebas pada Agustus tahun ini. Total, Umar sudah menerima remisi sebanyak 10 kali sejak 2015 silam. Jika dihitung, remisi yang telah diterima Umar mencapai satu tahun 11 bulan.

Kepala Lapas Kelas 1 Surabaya di Porong, Jalu Yuswa Panjang mengatakan, terakhir kali Umar menerima remisi khusus Idul Fitri 2022. Terpidana terorisme bom Bali itu mendapat remisi satu bulan 15 hari. Agustus 2022 nanti, Umat diperkirakan akan kembali mendapatkan remisi.

“Kemungkinan akan kembali mendapatkan remisi umum kemerdekaan RI selama enam bulan. Karena sejak 2018, Umar telah mendapatkan empat kali remisi umum kemerdekaan RI,” ujarnya.

Sehingga, jika terus berkelakukan baik dan aktif mengikuti pembinaan, maka dia bisa mendapatkan remisi maksimal enam bulan. Remisi tersebut akan membuat masa 2/3 pidananya yang awalnya 14 Januari 2023 menjadi tertanggal 14 Juli 2022.

Meski begitu, Umar belum bisa keluar. Sebab dia direncanakan baru menerima SK remisi pada 17 Agustus 2022. Sehingga dengan begitu, pihak lapas nantinya dapat mengajukan revisi SK pembebasan bersyarat.

“Jadi kemungkinan beberapa hari setelah menerima remisi umum, Umar sudah bisa mengikuti program integrasi pembebasan bersyarat,” paparnya.

Terkait pembebasan bersyarat tersebut, Umar mengaku akan mengoptimalkan sisa waktunya di lapas. Dia akan memastikan kembali rekan-rekannya agar bisa kembali ke NKRI. Usai bebas pun, dirinya diminta lapas untuk membantu proses deradikalisasi.

Tak hanya itu, sejak menyatakan kembali ke pangkuan ibu pertiwi, Umar mengatakan akan selalu berkomitmen untuk pro aktif dalam program deradikalisasi. Baik yang diselenggarakan pihak lapas, BNPT maupun lembaga yang lain.

“Selama delapan tahun ini kami aktif dalam program deradikalisasi. Semangat saya tidak pernah luntur,” ujar Umar Patek. (far/vga)

 

SIDOARJO – Terpidana terorisme, Hisyam alias Umar Patek diperkirakan dapat bebas pada Agustus tahun ini. Total, Umar sudah menerima remisi sebanyak 10 kali sejak 2015 silam. Jika dihitung, remisi yang telah diterima Umar mencapai satu tahun 11 bulan.

Kepala Lapas Kelas 1 Surabaya di Porong, Jalu Yuswa Panjang mengatakan, terakhir kali Umar menerima remisi khusus Idul Fitri 2022. Terpidana terorisme bom Bali itu mendapat remisi satu bulan 15 hari. Agustus 2022 nanti, Umat diperkirakan akan kembali mendapatkan remisi.

“Kemungkinan akan kembali mendapatkan remisi umum kemerdekaan RI selama enam bulan. Karena sejak 2018, Umar telah mendapatkan empat kali remisi umum kemerdekaan RI,” ujarnya.

Sehingga, jika terus berkelakukan baik dan aktif mengikuti pembinaan, maka dia bisa mendapatkan remisi maksimal enam bulan. Remisi tersebut akan membuat masa 2/3 pidananya yang awalnya 14 Januari 2023 menjadi tertanggal 14 Juli 2022.

Meski begitu, Umar belum bisa keluar. Sebab dia direncanakan baru menerima SK remisi pada 17 Agustus 2022. Sehingga dengan begitu, pihak lapas nantinya dapat mengajukan revisi SK pembebasan bersyarat.

“Jadi kemungkinan beberapa hari setelah menerima remisi umum, Umar sudah bisa mengikuti program integrasi pembebasan bersyarat,” paparnya.

Terkait pembebasan bersyarat tersebut, Umar mengaku akan mengoptimalkan sisa waktunya di lapas. Dia akan memastikan kembali rekan-rekannya agar bisa kembali ke NKRI. Usai bebas pun, dirinya diminta lapas untuk membantu proses deradikalisasi.

Tak hanya itu, sejak menyatakan kembali ke pangkuan ibu pertiwi, Umar mengatakan akan selalu berkomitmen untuk pro aktif dalam program deradikalisasi. Baik yang diselenggarakan pihak lapas, BNPT maupun lembaga yang lain.

“Selama delapan tahun ini kami aktif dalam program deradikalisasi. Semangat saya tidak pernah luntur,” ujar Umar Patek. (far/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/