alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Mantan Kades Kemantren Serahkan Rp 540 Juta ke Kejari

SIDOARJO – Keluarga mantan Kades Kemantren Tulangan Bambang Sugeng akhirnya mengembalikan kerugian negara berupa uang sebesar Rp 540 juta. Pengembalian itu diberikan ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Kamis (18/2). Hal itu berkaitan dengan korupsi APBDes.

Proses pengembalian uang ratusam juta itu didampingi penasehat hukumnya, Jadi Agus Hariadi kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sidoarjo. Pengembalian uang tersebut dinilai sebagai bentuk itikad baik mantan Kades periode 2013-2019 tersebut.

“Jadi ini merupakan itikad baik dari klien kami untuk mengembalikan atas kerugian negara,” kata penasehat hukum terdakwa, Jadi Agus Hariadi di Ruang Seksi Pidana Khusus Kejari Sidoarjo.

Menurut Jadi, kliennya tersebut mengakui kesalahannya dan memiliki itikad baik untuk mengembalikan kerugian negara. Di samping itu, dia berharap hal tersebut bisa menjadi pertimbangan bagi majelis hakim atau JPU dalam menjatuhkan hukuman.

Sementara Kajari Sidoarjo Setiawan Budi Cahyono melalui Kasi Pidsus Kejari Sidoarjo Lingga Nuarie mengatakan, pihaknya telah menerima pengembalian kerugian negara terdakwa dan dihitung langsung bendahara serta disaksikan keluarga terdakwa.

“Uang tersebut langsung masuk ke rekening kejaksaan, dan juga sudah dibuatkan berita acara serahterima pengembalian tersebut,” ujarnya.

Meski begitu, perkara dugaan korupsi atas APBDes Kemantren tahun 2018-2019 itu akan tetap disidangkan walau sudah ada iktikad baik pengembalian kerugian negara dari terdakwa. Apalagi, pengembalian itu dilakukan saat perkara sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya.

“Jadwal sidang perdananya tanggal 25 Februari 2020. Pengembalian kerugian negara ini nanti akan menjadi pertimbangan kami dalam menjatuhkan tuntutan,” kata Lingga yang juga mantan Kasi Intelijen Kejari Tabanan, Bali itu. (far/opi)

SIDOARJO – Keluarga mantan Kades Kemantren Tulangan Bambang Sugeng akhirnya mengembalikan kerugian negara berupa uang sebesar Rp 540 juta. Pengembalian itu diberikan ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Kamis (18/2). Hal itu berkaitan dengan korupsi APBDes.

Proses pengembalian uang ratusam juta itu didampingi penasehat hukumnya, Jadi Agus Hariadi kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sidoarjo. Pengembalian uang tersebut dinilai sebagai bentuk itikad baik mantan Kades periode 2013-2019 tersebut.

“Jadi ini merupakan itikad baik dari klien kami untuk mengembalikan atas kerugian negara,” kata penasehat hukum terdakwa, Jadi Agus Hariadi di Ruang Seksi Pidana Khusus Kejari Sidoarjo.

Menurut Jadi, kliennya tersebut mengakui kesalahannya dan memiliki itikad baik untuk mengembalikan kerugian negara. Di samping itu, dia berharap hal tersebut bisa menjadi pertimbangan bagi majelis hakim atau JPU dalam menjatuhkan hukuman.

Sementara Kajari Sidoarjo Setiawan Budi Cahyono melalui Kasi Pidsus Kejari Sidoarjo Lingga Nuarie mengatakan, pihaknya telah menerima pengembalian kerugian negara terdakwa dan dihitung langsung bendahara serta disaksikan keluarga terdakwa.

“Uang tersebut langsung masuk ke rekening kejaksaan, dan juga sudah dibuatkan berita acara serahterima pengembalian tersebut,” ujarnya.

Meski begitu, perkara dugaan korupsi atas APBDes Kemantren tahun 2018-2019 itu akan tetap disidangkan walau sudah ada iktikad baik pengembalian kerugian negara dari terdakwa. Apalagi, pengembalian itu dilakukan saat perkara sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya.

“Jadwal sidang perdananya tanggal 25 Februari 2020. Pengembalian kerugian negara ini nanti akan menjadi pertimbangan kami dalam menjatuhkan tuntutan,” kata Lingga yang juga mantan Kasi Intelijen Kejari Tabanan, Bali itu. (far/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/