alexametrics
28 C
Sidoarjo
Thursday, 26 May 2022

Terinspirasi Sang Adik, EW Cabuli Tiga Santri

SIDOARJO – Satreskrim Polresta Sidoarjo kembali meringkus pelaku sodomi terhadap santri di salah satu rumah tahfidz di Sidoarjo. Kali ini polisi mengamankan EW, 36. Ia merupakan kakak kandung AH, 31, yang sudah dibekuk terlebih dahulu.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol M. Wahyudin Latif mengatakan, penangkapan EW merupakan rangkaian kasus pencabulan sebelumnya. EW diamankan setelah salah satu donatur melaporkannya. EW melakukan aksi yang sama, yaitu cabul.

“EW yang juga kakak dari AH juga melakukan aksi yang sama. Korbannya berjumlah tiga orang santri yang berusia 13 dan 14 tahun di rumah tahfidz,” katanya, Rabu (16/6).

Pelaku melakukan pencabulan dengan cara masuk ke kamar santri yang sedang tidur di kamarnya. EW mendekati korbannya sembari mengancam agar korban diam kemudian mulai melakukan aksi bejatnya. Aksi tersebut dilakukan EW lebih dari tiga kali.

Wahyudin mengatakan, peran EW di rumah tahfidz bukan sebagai ustaz seperti halnya AH. EW berperan sebagai pembina dan antar jemput anak di rumah tahfidz. Jumlah santri yang diantar jemput EW mencapai 20 santri yang tinggal bersama.

“April 2020 tersangka ini sempat pulang ke kampung halamannya di Kebumen. Namun dia kembali pada Agustus 2020 ke Sidoarjo,” ujar Wahyudin.

Kemudian akhir 2020, tersangka kembali ke kampung halamannya dan baru balik pada Februari 2021. Namun lantaran masih ada yang ketinggalan, April 2021 EW kembali ke Kebumen. Polisi akhirnya menangkap EW di Kebumen saat pulang kampung.

Wahyudin mengaku saat penangkapan itu, sempat terjadi perlawanan. Namun akhirnya tersangka berhasil dibawa ke Polresta Sidoarjo. EW mengaku aksi cabulnya itu untuk memenuhi kebutuhan seksnya. Sebab ayah dua anak ini terinspirasi dari sang adik, AH.

“Ternyata kok adiknya bisa melakukan itu, akhirnya dia mencoba melakukannya kepada para santrinya yang hingga saat ini diketahui sudah ada tiga santri yang menjadi korbannya,” jelasnya

Tersangka dijerat dengan Pasal 82 UURI No. 35 tahun 2014 dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat 3 tahun dan denda paling banyak Rp 300 juta dan paling sedikit Rp 60 juta. (far/opi)

SIDOARJO – Satreskrim Polresta Sidoarjo kembali meringkus pelaku sodomi terhadap santri di salah satu rumah tahfidz di Sidoarjo. Kali ini polisi mengamankan EW, 36. Ia merupakan kakak kandung AH, 31, yang sudah dibekuk terlebih dahulu.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol M. Wahyudin Latif mengatakan, penangkapan EW merupakan rangkaian kasus pencabulan sebelumnya. EW diamankan setelah salah satu donatur melaporkannya. EW melakukan aksi yang sama, yaitu cabul.

“EW yang juga kakak dari AH juga melakukan aksi yang sama. Korbannya berjumlah tiga orang santri yang berusia 13 dan 14 tahun di rumah tahfidz,” katanya, Rabu (16/6).

Pelaku melakukan pencabulan dengan cara masuk ke kamar santri yang sedang tidur di kamarnya. EW mendekati korbannya sembari mengancam agar korban diam kemudian mulai melakukan aksi bejatnya. Aksi tersebut dilakukan EW lebih dari tiga kali.

Wahyudin mengatakan, peran EW di rumah tahfidz bukan sebagai ustaz seperti halnya AH. EW berperan sebagai pembina dan antar jemput anak di rumah tahfidz. Jumlah santri yang diantar jemput EW mencapai 20 santri yang tinggal bersama.

“April 2020 tersangka ini sempat pulang ke kampung halamannya di Kebumen. Namun dia kembali pada Agustus 2020 ke Sidoarjo,” ujar Wahyudin.

Kemudian akhir 2020, tersangka kembali ke kampung halamannya dan baru balik pada Februari 2021. Namun lantaran masih ada yang ketinggalan, April 2021 EW kembali ke Kebumen. Polisi akhirnya menangkap EW di Kebumen saat pulang kampung.

Wahyudin mengaku saat penangkapan itu, sempat terjadi perlawanan. Namun akhirnya tersangka berhasil dibawa ke Polresta Sidoarjo. EW mengaku aksi cabulnya itu untuk memenuhi kebutuhan seksnya. Sebab ayah dua anak ini terinspirasi dari sang adik, AH.

“Ternyata kok adiknya bisa melakukan itu, akhirnya dia mencoba melakukannya kepada para santrinya yang hingga saat ini diketahui sudah ada tiga santri yang menjadi korbannya,” jelasnya

Tersangka dijerat dengan Pasal 82 UURI No. 35 tahun 2014 dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat 3 tahun dan denda paling banyak Rp 300 juta dan paling sedikit Rp 60 juta. (far/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/