alexametrics
31 C
Sidoarjo
Sunday, 26 June 2022

Lagi, Napiter di Lapas Sidoarjo Dinyatakan Bebas

SIDOARJO – Seorang narapidana teroris (napiter) Lapas Kelas IIA Sidoarjo akhirnya resmi bebas. Napiter berinisial AF itu dinyatakan bebas murni pada 12 Mei 2022 lalu. Hal itu menambah jumlah napiter di Jatim yang bebas selama 2022.

AF bebas murni setelah menjalani hukuman selama sembilan tahun penjara. Dia bebas setelah mendapat pembinaan di lapas Kota Delta. AF diketahui merupakan narapidana yang terlibat dalam jaringan teroris pada 2012 silam.

“Nah, keterlibatan AF dalam jaringan teroris terjadi saat bekerja di toko Nangka, Cipulir, Jakarta Selatan,” ujar Kakanwil Kemenkumham Jatim Zaeroji, Minggu (15/5).

Diketahui jika toko tersebut milik Agus Widarto alias Agus Nangka. Dia merupakan anggota Jamaah Jihadiah pimpinan Abu Roban. Sementara pada pertengahan 2012, Abu Roban kemudian menunjuk AF dan seorang temannya untuk berangkat ke Makasar.

Agustus 2012, AF dan temannya akhirnya berangkat ke Makassar. Sedangkan di bulan yang sama, keduanya diketahui berencana untuk membunuh mantan Wakil Wali Kota Makassar saat itu.

“AF selama di lapas menyendiri dan belum menyatakan IKRAR ke NKRI, namun juga tidak pernah berbuat onar,” imbuh Zaeroji.

Selain AF, napiter lainnya yang dinyatakan bebas adalah GJP. Berbeda dengan AF, GJP bebas melalui program integrasi pembebasan bersyarat. Sehingga walau sudah bebas, GJP masih tetap di bawah pengawasan Balai Pemasyarakatan.

GJP diwajibkan melapor setiap minggunya ke Pembimbing Kemasyarakatan yang menanganinya. GJP ditangkap di Yogyakarta pada 2019. Dia ditangkap bersama istrinya NOS. Keduanya pernah aktif dalam kelompok yang berafiliasi dengan ISIS.

“Dua napiter yang dinyatakan bebas itu menambah jumlah napiter yang bebas selama 2022 menjadi delapan orang. Kalau tahun lalu jumlahnya mencapai 11 orang,” bebernya.

Zaeroji berharap kedua napiter dapat kembali dan diterima oleh masyarakat. Sehingga tidak kembali masuk ke kelompok lamanya. (far/vga)

SIDOARJO – Seorang narapidana teroris (napiter) Lapas Kelas IIA Sidoarjo akhirnya resmi bebas. Napiter berinisial AF itu dinyatakan bebas murni pada 12 Mei 2022 lalu. Hal itu menambah jumlah napiter di Jatim yang bebas selama 2022.

AF bebas murni setelah menjalani hukuman selama sembilan tahun penjara. Dia bebas setelah mendapat pembinaan di lapas Kota Delta. AF diketahui merupakan narapidana yang terlibat dalam jaringan teroris pada 2012 silam.

“Nah, keterlibatan AF dalam jaringan teroris terjadi saat bekerja di toko Nangka, Cipulir, Jakarta Selatan,” ujar Kakanwil Kemenkumham Jatim Zaeroji, Minggu (15/5).

Diketahui jika toko tersebut milik Agus Widarto alias Agus Nangka. Dia merupakan anggota Jamaah Jihadiah pimpinan Abu Roban. Sementara pada pertengahan 2012, Abu Roban kemudian menunjuk AF dan seorang temannya untuk berangkat ke Makasar.

Agustus 2012, AF dan temannya akhirnya berangkat ke Makassar. Sedangkan di bulan yang sama, keduanya diketahui berencana untuk membunuh mantan Wakil Wali Kota Makassar saat itu.

“AF selama di lapas menyendiri dan belum menyatakan IKRAR ke NKRI, namun juga tidak pernah berbuat onar,” imbuh Zaeroji.

Selain AF, napiter lainnya yang dinyatakan bebas adalah GJP. Berbeda dengan AF, GJP bebas melalui program integrasi pembebasan bersyarat. Sehingga walau sudah bebas, GJP masih tetap di bawah pengawasan Balai Pemasyarakatan.

GJP diwajibkan melapor setiap minggunya ke Pembimbing Kemasyarakatan yang menanganinya. GJP ditangkap di Yogyakarta pada 2019. Dia ditangkap bersama istrinya NOS. Keduanya pernah aktif dalam kelompok yang berafiliasi dengan ISIS.

“Dua napiter yang dinyatakan bebas itu menambah jumlah napiter yang bebas selama 2022 menjadi delapan orang. Kalau tahun lalu jumlahnya mencapai 11 orang,” bebernya.

Zaeroji berharap kedua napiter dapat kembali dan diterima oleh masyarakat. Sehingga tidak kembali masuk ke kelompok lamanya. (far/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/