alexametrics
31 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Jebol, Tanggul Diawasi karena Ancam Sawah Petani Jabon

SIDOARJO – Kondisi tanggul Sungai Brantas di Dusun Tegalsari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon terus dimonitoring oleh tim posko siaga bencana BPBD Sidoarjo. Hal tersebut setelah sebelumnya sempat jebol. Akibatnya mengancam petani tambak di kawasan itu.

Informasi yang berhasil dihimpun, sedikitnya ada enam titik jalan yang telah dimonitoring petugas. Di titik pertama, kondisi lebar jalan dari titik nol ke tanggul mencapai 3,4 meter. Sementara di titik dua kondisi lebar jalan dari titik nol ke tanggul mencapai 2,80 meter.

“Pengukuran sendiri dilakukan petugas dari titik nol ke bibir tanggul sungai. Lokasi ada di Dusun Tegalsari RT 01/RW 08 Desa Kupang,” kata Kepala BPBD Sidoarjo, Dwijo Prawito.

Kondisi lebar jalan paling sempit ada di titik lima. Yaitu lebar jalan dari titik nol ke tanggul hanya 1,80 meter. Sementara itu, jika melihat kondisi titik terendah, ketinggian air dari permukaan tanggul saat ini mencapai 23 centi meter. Di titik abrasi ketinggian air dari permukaan tanggul sungai mencapai 40 centi meter.

Sebelumnya, Senin (16/11) lalu, di Dusun Tangjungsari Desa Kupang, kondisi tanggul sempat jebol akibat pasang air laut. Bahkan lebarnya mencapai lima meter. Hal tersebut membuat petani tambak dan warga sekitar harus melakukan penjagaan di beberapa titik.

“Dulu sempat jebol karena tingginya volume air yang berasal dari pasang air laut yang berada di sisi timur. Selain itu juga kondisi tanggul sungai yang tipis,” kata Musthofa, Kepala Dusun Tanjung Sari.

Warga juga sudah berupaya melakukan perbaikan tanggul secara swadaya. Bahkan hingga mebelan biaya sebesar Rp 90 juta. Sayang, hasilnya juga dinilai masih belum maksimal. Hal itu membuat warga resah jika sewaktu-waktu jebol. “Kerena kalau terjadi, petani bisa merugi ratusan juta,” ujarnya. (far/nis)

SIDOARJO – Kondisi tanggul Sungai Brantas di Dusun Tegalsari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon terus dimonitoring oleh tim posko siaga bencana BPBD Sidoarjo. Hal tersebut setelah sebelumnya sempat jebol. Akibatnya mengancam petani tambak di kawasan itu.

Informasi yang berhasil dihimpun, sedikitnya ada enam titik jalan yang telah dimonitoring petugas. Di titik pertama, kondisi lebar jalan dari titik nol ke tanggul mencapai 3,4 meter. Sementara di titik dua kondisi lebar jalan dari titik nol ke tanggul mencapai 2,80 meter.

“Pengukuran sendiri dilakukan petugas dari titik nol ke bibir tanggul sungai. Lokasi ada di Dusun Tegalsari RT 01/RW 08 Desa Kupang,” kata Kepala BPBD Sidoarjo, Dwijo Prawito.

Kondisi lebar jalan paling sempit ada di titik lima. Yaitu lebar jalan dari titik nol ke tanggul hanya 1,80 meter. Sementara itu, jika melihat kondisi titik terendah, ketinggian air dari permukaan tanggul saat ini mencapai 23 centi meter. Di titik abrasi ketinggian air dari permukaan tanggul sungai mencapai 40 centi meter.

Sebelumnya, Senin (16/11) lalu, di Dusun Tangjungsari Desa Kupang, kondisi tanggul sempat jebol akibat pasang air laut. Bahkan lebarnya mencapai lima meter. Hal tersebut membuat petani tambak dan warga sekitar harus melakukan penjagaan di beberapa titik.

“Dulu sempat jebol karena tingginya volume air yang berasal dari pasang air laut yang berada di sisi timur. Selain itu juga kondisi tanggul sungai yang tipis,” kata Musthofa, Kepala Dusun Tanjung Sari.

Warga juga sudah berupaya melakukan perbaikan tanggul secara swadaya. Bahkan hingga mebelan biaya sebesar Rp 90 juta. Sayang, hasilnya juga dinilai masih belum maksimal. Hal itu membuat warga resah jika sewaktu-waktu jebol. “Kerena kalau terjadi, petani bisa merugi ratusan juta,” ujarnya. (far/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/