alexametrics
28 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Ini Cara Pengusaha Laundry Bunuh Diri karena Masalah Utang-Piutang

SIDOARJO – Polisi akhirnya memastikan penyebab tewasnya Marmi, 47, di kamar kosnya, Jumat (9/9) lalu. Juragan laundry itu diduga kuat meninggal karena bunuh diri. Kepastian itu usai polisi menerima laporan hasil otopsi terhadap jenazah korban.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Oscar Stefanus Setja mengatakan, dari hasi otopsi itu, khususnya pada pemeriksaan luar, ada dua luka iris di leher dan dada. Kemudian lima buah luka tusuk pada perut akibat dari kekerasan benda tajam.

“Lalu luka bakar di sekitar mulut disertai buih berbau wangi di leher depan hingga punggung, tangan kanan, lipatan lutut kanan dan kiri akibat aroma zat kimia,” katanya, Selasa (14/9).

Selain itu, ada luka memar di tukai kaki akibat kekerasan benda tumpul. Sedangkan pada pemeriksaan dalam ada luka iris di leher yang menembus otot leher dan luka iris di dada berturut-turut hingga bagian bawah kulit korban.

Ada pula tiga buah luka tusuk di perut hingga menembus otot perut dan dua luka tusuk di perut kiri juga menembus otor perut.

“Rongga perut juga diketahui berisi darah kehitaman bercampur dengan isi lambung sejumlah 250 CC.  Ada bintik perdarahan yang bewarna merah kebiruan yang menjadi tanda tanda asfiksia,” ujarnya.

Sementara dari hasil oleh TKP yang dilakukan, polisi tak menemukan adanya tanda perkelahian. Situasi di TKP tidak berantakan. Namun polisi menemukan sejumlah botol. Satu di antaranya botol bekas pakai di bawah tubuh korban.

Hasil pemeriksaan dokter, korban diduga menenggak cairan sabun. Cairan sabun alias pewangi itulah yang biasa digunakan untuk keperluan usaha laundry korban.

“Jadi sinkron ya. Karena ini juga sudah kami kirim ke labfor dan hasilnya sudah keluar. Jadi cairan itulah yang masuk ke dalam tubuh korban, karena mungkin merasa sakit jadi kemudian untuk mempercepat korban menusuk pisau ke dadanya,” beber Oscar.

Sementara hasil pemeriksaan terhadap suami korban diketahui, jika korban sudah pernah melakukan percobaan bunuh diri satu tahun yang lalu. Namun berhasil dicegah. Korban juga diketahui memiliki pekerjaan meminjami uang kepada orang.

Bahkan beberapa hari sebelum peristiwa nahas itu terjadi, korban diketahui pernah ke Polsek Waru untuk melaporkan masalah utang-piutang.

“Jadi motifnya karena ada yang pinjam lalu nggak bayar mungkin. Korban mungkin depresi lalu nekat bunuh diri,” jelas mantan Kasatreskrim Polres Sumenep itu.

Seperti diketahui, wanita asal Desa Krowe RT 01/RW 03 Kecamatan Lemeyan Kabupaten Magetan itu tewas di kamar kosnya di Jalan Bungurasih Timur RT 12/RW 01 Desa Bungurasih Kecamatan Waru, Kamis (9/9). Korban tewas dengan pisau menancap di dada dan mulut berbusa. (far/vga)

SIDOARJO – Polisi akhirnya memastikan penyebab tewasnya Marmi, 47, di kamar kosnya, Jumat (9/9) lalu. Juragan laundry itu diduga kuat meninggal karena bunuh diri. Kepastian itu usai polisi menerima laporan hasil otopsi terhadap jenazah korban.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Oscar Stefanus Setja mengatakan, dari hasi otopsi itu, khususnya pada pemeriksaan luar, ada dua luka iris di leher dan dada. Kemudian lima buah luka tusuk pada perut akibat dari kekerasan benda tajam.

“Lalu luka bakar di sekitar mulut disertai buih berbau wangi di leher depan hingga punggung, tangan kanan, lipatan lutut kanan dan kiri akibat aroma zat kimia,” katanya, Selasa (14/9).

Selain itu, ada luka memar di tukai kaki akibat kekerasan benda tumpul. Sedangkan pada pemeriksaan dalam ada luka iris di leher yang menembus otot leher dan luka iris di dada berturut-turut hingga bagian bawah kulit korban.

Ada pula tiga buah luka tusuk di perut hingga menembus otot perut dan dua luka tusuk di perut kiri juga menembus otor perut.

“Rongga perut juga diketahui berisi darah kehitaman bercampur dengan isi lambung sejumlah 250 CC.  Ada bintik perdarahan yang bewarna merah kebiruan yang menjadi tanda tanda asfiksia,” ujarnya.

Sementara dari hasil oleh TKP yang dilakukan, polisi tak menemukan adanya tanda perkelahian. Situasi di TKP tidak berantakan. Namun polisi menemukan sejumlah botol. Satu di antaranya botol bekas pakai di bawah tubuh korban.

Hasil pemeriksaan dokter, korban diduga menenggak cairan sabun. Cairan sabun alias pewangi itulah yang biasa digunakan untuk keperluan usaha laundry korban.

“Jadi sinkron ya. Karena ini juga sudah kami kirim ke labfor dan hasilnya sudah keluar. Jadi cairan itulah yang masuk ke dalam tubuh korban, karena mungkin merasa sakit jadi kemudian untuk mempercepat korban menusuk pisau ke dadanya,” beber Oscar.

Sementara hasil pemeriksaan terhadap suami korban diketahui, jika korban sudah pernah melakukan percobaan bunuh diri satu tahun yang lalu. Namun berhasil dicegah. Korban juga diketahui memiliki pekerjaan meminjami uang kepada orang.

Bahkan beberapa hari sebelum peristiwa nahas itu terjadi, korban diketahui pernah ke Polsek Waru untuk melaporkan masalah utang-piutang.

“Jadi motifnya karena ada yang pinjam lalu nggak bayar mungkin. Korban mungkin depresi lalu nekat bunuh diri,” jelas mantan Kasatreskrim Polres Sumenep itu.

Seperti diketahui, wanita asal Desa Krowe RT 01/RW 03 Kecamatan Lemeyan Kabupaten Magetan itu tewas di kamar kosnya di Jalan Bungurasih Timur RT 12/RW 01 Desa Bungurasih Kecamatan Waru, Kamis (9/9). Korban tewas dengan pisau menancap di dada dan mulut berbusa. (far/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/