alexametrics
31 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

106 Tahanan Baru Diperiksa Kesehatan

WARU-Rutan Kelas 1 Surabaya di Medaeng kini terus menerima tahanan baru untuk yang ketiga kalinya. Terkahir ada sekitar 26 tahanan baru yang diterima Rutan Medaeng sebagai warga binaan pemasyarakatan (WBP) baru.

Kasi Pelayanan Tahanan Kelas 1 Surabaya di Medaeng Ahmad Nuri Dhuka menuturkan, jika tahanan baru yang tiba di rutan Medaeng langsung dilakukan pendataan. Mereka juga harus melewati beberapa pemeriksaan dan penyemprotan agar tak membawa virus. “Karena saat ini Covid-19 masih terus terjadi dan sebagai antisipasinya kami berlakukan SOP prrotokol kesehatan,” katanya kepada Radar Sidoarjo.

Menurut Dhuka, antisipasi pencegahan penyakit wajib dilakukan. Sebab di dalam rutan jumlahnya ribuan tahanan. Sehingga sangat rawan tersebar penyakit. Apalagi kini mereka juga masih belum diperbolehkan untuk bertemu para pembesuk.

Sebelumnya, pihaknya menerima sedikitnya 55 tahanan baru di tahap kedua. Sementara di tahap pertama ada sebanyak 25 tahanan baru. Mereka merupakan tahanan yang sudah menerima vonis dari pengadilan dan juga telah berstatus A3. “Kami belum tau, tapi sejak setelah Idul Fitri sudah tiga kali kami menerima tahanan baru,” jelasnya. (far/nis/opi)

WARU-Rutan Kelas 1 Surabaya di Medaeng kini terus menerima tahanan baru untuk yang ketiga kalinya. Terkahir ada sekitar 26 tahanan baru yang diterima Rutan Medaeng sebagai warga binaan pemasyarakatan (WBP) baru.

Kasi Pelayanan Tahanan Kelas 1 Surabaya di Medaeng Ahmad Nuri Dhuka menuturkan, jika tahanan baru yang tiba di rutan Medaeng langsung dilakukan pendataan. Mereka juga harus melewati beberapa pemeriksaan dan penyemprotan agar tak membawa virus. “Karena saat ini Covid-19 masih terus terjadi dan sebagai antisipasinya kami berlakukan SOP prrotokol kesehatan,” katanya kepada Radar Sidoarjo.

Menurut Dhuka, antisipasi pencegahan penyakit wajib dilakukan. Sebab di dalam rutan jumlahnya ribuan tahanan. Sehingga sangat rawan tersebar penyakit. Apalagi kini mereka juga masih belum diperbolehkan untuk bertemu para pembesuk.

Sebelumnya, pihaknya menerima sedikitnya 55 tahanan baru di tahap kedua. Sementara di tahap pertama ada sebanyak 25 tahanan baru. Mereka merupakan tahanan yang sudah menerima vonis dari pengadilan dan juga telah berstatus A3. “Kami belum tau, tapi sejak setelah Idul Fitri sudah tiga kali kami menerima tahanan baru,” jelasnya. (far/nis/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/