alexametrics
26 C
Sidoarjo
Tuesday, 17 May 2022

Tujuh Santri Sudah Dijemput Orang Tuanya

SIDOARJO – Aksi sodomi yang dilakukan AH, 31, kepada 10 santrinya benar-benar bejat. Sebab AH melakukannya rata-rata lebih dari lima kali terhadap masing-masing korbannya. Bahkan AH juga diketahui mencium bibir, dan melecehkan kamaluan hingga dubur korbannya terhadap empat orang santrinya lebih dari 10 kali.

Informasi yang berhasil dihimpun Radar Sidoarjo, dari 26 santri yang tinggal di rumah tahfidz, kini tujuh orang di antaranya sudah dijemput orang tuanya masing-masing. Sementara sisanya saat ini tengah dievakuasi ke rumah salah satu donator.

Satreskrim Polresta Sidoarjo juga berhasil menyita sejumlah barang bukti tindakan asusila AH. Di antaranya satu potong kaos lengan pendek warna hitam, satu potong sarung motif kotak-kotak berwarna, satu potong celana pendek warna biru, satu stell busana muslim laki-laki warna biru.

Selain itu ada empat buku tabungan dari tiga jenis bank yang berbeda yang dipergunakan AH untuk menampung dana sumbangan dari para donator.

“Lami sedang melengkapi administrasi penyidikan, melakukan pemberkasan, dan jika sudah lengkap akan segera mengirimkan berkas perkara ke JPU,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji, Minggu (14/6).

Sejatinya aktifitas di rumah tahfidz yang dikelola AH seperti rumah ngaji pada umumnya. Santri mulai melakukan aktivitasnya mulai pukul 04.30 dan baru selesai pukul 20.30. Sayangnya pria dua anak tersebut nekat melancarkan aksi bejatnya sekitar pukul 22.00, tepat saat para santrinya tidur.

“Pelaku masuk ke dalam kamar santrinya dan mengunci pintu kamar kemudian melancarkan aksinya sembari mengancam korbannya,” jelasnya. (far/opi)

 

SIDOARJO – Aksi sodomi yang dilakukan AH, 31, kepada 10 santrinya benar-benar bejat. Sebab AH melakukannya rata-rata lebih dari lima kali terhadap masing-masing korbannya. Bahkan AH juga diketahui mencium bibir, dan melecehkan kamaluan hingga dubur korbannya terhadap empat orang santrinya lebih dari 10 kali.

Informasi yang berhasil dihimpun Radar Sidoarjo, dari 26 santri yang tinggal di rumah tahfidz, kini tujuh orang di antaranya sudah dijemput orang tuanya masing-masing. Sementara sisanya saat ini tengah dievakuasi ke rumah salah satu donator.

Satreskrim Polresta Sidoarjo juga berhasil menyita sejumlah barang bukti tindakan asusila AH. Di antaranya satu potong kaos lengan pendek warna hitam, satu potong sarung motif kotak-kotak berwarna, satu potong celana pendek warna biru, satu stell busana muslim laki-laki warna biru.

Selain itu ada empat buku tabungan dari tiga jenis bank yang berbeda yang dipergunakan AH untuk menampung dana sumbangan dari para donator.

“Lami sedang melengkapi administrasi penyidikan, melakukan pemberkasan, dan jika sudah lengkap akan segera mengirimkan berkas perkara ke JPU,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji, Minggu (14/6).

Sejatinya aktifitas di rumah tahfidz yang dikelola AH seperti rumah ngaji pada umumnya. Santri mulai melakukan aktivitasnya mulai pukul 04.30 dan baru selesai pukul 20.30. Sayangnya pria dua anak tersebut nekat melancarkan aksi bejatnya sekitar pukul 22.00, tepat saat para santrinya tidur.

“Pelaku masuk ke dalam kamar santrinya dan mengunci pintu kamar kemudian melancarkan aksinya sembari mengancam korbannya,” jelasnya. (far/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/