alexametrics
27 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Resahkan Warga, Pemuda di Sedati Terlibat Tarung Sarung Demi Konten

SIDOARJO – Dua kelompok pemuda terlibat tarung sarung di Desa Pulungan, Kecamatan Sedati. Aksi yang meresahkan itu melibatkan pemuda dari sejumlah desa.

Peristiwa yang terekam video itu juga menyebar di media sosial (medsos). Bahkan aksi seperti tawuran itu juga menutup jalan. Beberapa warga sekitar dan pengguna jalan juga terlihat resah dengan kejadian itu.

Kanit Reskrim Polsek Sedati Iptu Bambang mengungkapkan, aksi yang cukup meresahkan masyarakat itu terjadi Senin (11/4) dini hari. Tepatnya di jalan raya depan minimarket Perumahan Candra Mas.

“Jumlahnya sekitar 50 orang,” katanya.

Ada dua kelompok yang terlibat dalam aksi itu. Yakni kelompok timur yang terdiri dari pemuda asal Desa Cemandi, Buncitan dan Kalanganyar. Kemudian kelompok barat yang terdiri dari pemuda Desa Kwangsan, Pepe, Ketajen, Wedi, Tumapel, Pabean, Sedati Gede, dan Pulungan.

“Perang” antarpemuda yang sebagian besar masih di bawah umur atau pelajar itu bermula dari ajakan pertemuan di sebuah warkop di Sedati melalui ponsel dan medsos.

“Ada yang ketemuan langsung juga,” katanya.

Kemudian, para anak muda itu bertemu di depan minimarket Desa Pulungan. Aksi saling serang sarung pun dimulai. Mereka menggunakan alat berupa sarung dengan ujungnya yang sudah terikat.

“Sampai menutup jalan, makanya bikin resah warga,” imbuhnya.

Bambang mengungkapkan, meski kesannya ada pertempuran, kedua kelompok itu sebenarnya juga tidak ada permasalahan. Aksi itu murni untuk kepentingan konten medsos.

“Mereka itu ikut-ikutan, katanya seru, dan dibuat konten medsos,” tegasnya.

Hingga kemarin, tidak sampai ada tersangka dalam perkara itu. Polisi telah menunggu lebih dari 1×24 jam terkait adanya laporan korban yang merasa dirugikan dalam peristiwa itu.

“Nyatanya juga tidak ada korban yang melapor dirugikan,” pungkasnya. (son/vga)

 

SIDOARJO – Dua kelompok pemuda terlibat tarung sarung di Desa Pulungan, Kecamatan Sedati. Aksi yang meresahkan itu melibatkan pemuda dari sejumlah desa.

Peristiwa yang terekam video itu juga menyebar di media sosial (medsos). Bahkan aksi seperti tawuran itu juga menutup jalan. Beberapa warga sekitar dan pengguna jalan juga terlihat resah dengan kejadian itu.

Kanit Reskrim Polsek Sedati Iptu Bambang mengungkapkan, aksi yang cukup meresahkan masyarakat itu terjadi Senin (11/4) dini hari. Tepatnya di jalan raya depan minimarket Perumahan Candra Mas.

“Jumlahnya sekitar 50 orang,” katanya.

Ada dua kelompok yang terlibat dalam aksi itu. Yakni kelompok timur yang terdiri dari pemuda asal Desa Cemandi, Buncitan dan Kalanganyar. Kemudian kelompok barat yang terdiri dari pemuda Desa Kwangsan, Pepe, Ketajen, Wedi, Tumapel, Pabean, Sedati Gede, dan Pulungan.

“Perang” antarpemuda yang sebagian besar masih di bawah umur atau pelajar itu bermula dari ajakan pertemuan di sebuah warkop di Sedati melalui ponsel dan medsos.

“Ada yang ketemuan langsung juga,” katanya.

Kemudian, para anak muda itu bertemu di depan minimarket Desa Pulungan. Aksi saling serang sarung pun dimulai. Mereka menggunakan alat berupa sarung dengan ujungnya yang sudah terikat.

“Sampai menutup jalan, makanya bikin resah warga,” imbuhnya.

Bambang mengungkapkan, meski kesannya ada pertempuran, kedua kelompok itu sebenarnya juga tidak ada permasalahan. Aksi itu murni untuk kepentingan konten medsos.

“Mereka itu ikut-ikutan, katanya seru, dan dibuat konten medsos,” tegasnya.

Hingga kemarin, tidak sampai ada tersangka dalam perkara itu. Polisi telah menunggu lebih dari 1×24 jam terkait adanya laporan korban yang merasa dirugikan dalam peristiwa itu.

“Nyatanya juga tidak ada korban yang melapor dirugikan,” pungkasnya. (son/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/