alexametrics
31 C
Sidoarjo
Friday, 27 May 2022

Istri Hamil Tua, Tujuh Kali Curi Motor

SIDOARJO – Satreskrim Polresta Sidoarjo membeberkan fakta baru pencurian yang dilakukan Arik Hermanto, 28, warga Dusun Krajan RT 09/RW 03, Desa Yosowilangun, Kecamatan Yosowilangun, Kebupaten Lumajang. Usai mencuri di Sidoarjo, dia lalu menjualnya ke kampung halamannya.

Wakasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Imam Yuwono mengatakan, setiap selesai mencuri, pelaku selalu membawa barang hasil curian itu ke Lumajang. Bahkan yang terakhir, motor dijual tersangka ke salah satu temannya, Hartono.

“Hartono adalah teman korban, yang juga warga Yosowilangun. Jadi setiap tersangka berhasil mendapat barang curian lalu dibawa ke Lumajang,” katanya.

Namun barang curian itu dijual tersangka sangat murah. Sebuah motor dijual seharga Rp 1,2 juta. Meski begitu, tersangka mengaku, jika uang hasil penjualan barang curian itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Sebab selain pengangguran, istri tersangka juga hamil tua. Tersangka mengakui, jika dia tinggal dan merantau ke Sidoarjo bersama istrinya yang hamil tujuh bulan itu untuk mencuri. Aksi tersangka terhenti saat hendak mencuri motor milik Fafan Rahmad.

“Terakhir hendak mencuri di gang Jetis II, Kelurahan Lemah Putro, tapi gagal setelah tepergok pemiliknya dan sempat dihajar massa,” ujarnya.

Di Sidoarjo, tersangka sudah tujuh kali terlibat aksi pencurian. Modusnya cukup unik. Tersangka tinggal di sebuah kos di kampung-kampung. Tersangka keluar kos dan masuk menjelajah kampung dan gang-gang kecil. Saat kampung sepi, lalu motor yang terparkir diembatnya. (far/nis)

SIDOARJO – Satreskrim Polresta Sidoarjo membeberkan fakta baru pencurian yang dilakukan Arik Hermanto, 28, warga Dusun Krajan RT 09/RW 03, Desa Yosowilangun, Kecamatan Yosowilangun, Kebupaten Lumajang. Usai mencuri di Sidoarjo, dia lalu menjualnya ke kampung halamannya.

Wakasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Imam Yuwono mengatakan, setiap selesai mencuri, pelaku selalu membawa barang hasil curian itu ke Lumajang. Bahkan yang terakhir, motor dijual tersangka ke salah satu temannya, Hartono.

“Hartono adalah teman korban, yang juga warga Yosowilangun. Jadi setiap tersangka berhasil mendapat barang curian lalu dibawa ke Lumajang,” katanya.

Namun barang curian itu dijual tersangka sangat murah. Sebuah motor dijual seharga Rp 1,2 juta. Meski begitu, tersangka mengaku, jika uang hasil penjualan barang curian itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Sebab selain pengangguran, istri tersangka juga hamil tua. Tersangka mengakui, jika dia tinggal dan merantau ke Sidoarjo bersama istrinya yang hamil tujuh bulan itu untuk mencuri. Aksi tersangka terhenti saat hendak mencuri motor milik Fafan Rahmad.

“Terakhir hendak mencuri di gang Jetis II, Kelurahan Lemah Putro, tapi gagal setelah tepergok pemiliknya dan sempat dihajar massa,” ujarnya.

Di Sidoarjo, tersangka sudah tujuh kali terlibat aksi pencurian. Modusnya cukup unik. Tersangka tinggal di sebuah kos di kampung-kampung. Tersangka keluar kos dan masuk menjelajah kampung dan gang-gang kecil. Saat kampung sepi, lalu motor yang terparkir diembatnya. (far/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/