alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Napi Teroris Lapas Porong Dipindah Ke Nusa Kambangan

SIDOARJO – Dua Narapidana Teroris (Napiter) di Lapas Kelas I Surabaya di Porong terpaksa dipindahkan petugas ke Lapas Batu Nusa Kambangan. Sebab dua napiter itu dianggap belum bisa bergaul dengan narapidana yang lain.

Kedua napiter itu adalah RR bin SA, 28, warga Perum Graha Indah Blok Q 3 No 14 Balikpapan, dan F alias U bin LD, 26, warga Jalan Ir. M. Putuhena RT 6 RW 3 Kelurahan Wayama Kecamatan Teluk Ambon.

RR divonis 3 tahun dan masuk Lapas Porong sejak Desember 2020. Sementara F divonis empat tahun dan masuk Lapas Porong mulai 17 Desember 2020. Proses pemindahan itu dikawal ketat petugas gabungan.

“Mulai Densus 88 antiteror, Gegana Sat Brimob Polda Jatim, BNPT, dan petugas Lapas Porong” kata Kalapas Porong, Gun Gun Gunawan, Rabu (10/3).

Gun Gun Gunawan menuturkan, pemindahan dua napiter ke tempat yang batu lantaran dua orang itu dianggap belum bisa bergaul. Yaitu terutama dalam kategori pembinaan lapas medium security.  “Intinya tidak bisa seperti napi pada umumnya yang ada di Lapas Klas I Surabaya,” ujarnya.

Dia berharap dengan pemindahan di tempat yang baru, mereka mau beradaptasi dan bergaul dengan sesama napi. Tak hanya itu mereka dapat sadar dan bisa kembali ke pelukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (far/opi)

SIDOARJO – Dua Narapidana Teroris (Napiter) di Lapas Kelas I Surabaya di Porong terpaksa dipindahkan petugas ke Lapas Batu Nusa Kambangan. Sebab dua napiter itu dianggap belum bisa bergaul dengan narapidana yang lain.

Kedua napiter itu adalah RR bin SA, 28, warga Perum Graha Indah Blok Q 3 No 14 Balikpapan, dan F alias U bin LD, 26, warga Jalan Ir. M. Putuhena RT 6 RW 3 Kelurahan Wayama Kecamatan Teluk Ambon.

RR divonis 3 tahun dan masuk Lapas Porong sejak Desember 2020. Sementara F divonis empat tahun dan masuk Lapas Porong mulai 17 Desember 2020. Proses pemindahan itu dikawal ketat petugas gabungan.

“Mulai Densus 88 antiteror, Gegana Sat Brimob Polda Jatim, BNPT, dan petugas Lapas Porong” kata Kalapas Porong, Gun Gun Gunawan, Rabu (10/3).

Gun Gun Gunawan menuturkan, pemindahan dua napiter ke tempat yang batu lantaran dua orang itu dianggap belum bisa bergaul. Yaitu terutama dalam kategori pembinaan lapas medium security.  “Intinya tidak bisa seperti napi pada umumnya yang ada di Lapas Klas I Surabaya,” ujarnya.

Dia berharap dengan pemindahan di tempat yang baru, mereka mau beradaptasi dan bergaul dengan sesama napi. Tak hanya itu mereka dapat sadar dan bisa kembali ke pelukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (far/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/