alexametrics
30 C
Sidoarjo
Monday, 16 May 2022

Sempat Melawan, Joko Si Penghina Polisi Akhirnya Menyesal

SIDOARJO – Aksi pengejaran terhadap pelaku penghina polisi, Joko Ristiawan, 32, warga Desa Trimulyo RT 04/RW 04, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, rupanya sangat dramatis. Polisi harus berjuang selama tujuh jam, membuntuti pelaku dari Semarang hingga Gresik.

Ada lima anggota Unit Pidum Polresta Sidoarjo yang ikut dalam aksi pengejaran itu. Kelima anggota tersebut berangkat dari Sidoarjo, pada malam hari. Joko dikejar karena menghina anggota Sat PJR Dirlantas Polda Jatim, Imam Machmudi, 42, yang disebarkan lewat Facebook.

Tiba di Semarang, anggota langsung menuju kediaman pelaku. Sayangnya, mereka tidak menemukan keberadaan Joko. Pelaku rupanya sedang bekerja dan berada di Klaten.
“Akhirnya anggota hunting ke jalan-jalan yang disinyalir menjadi tempat perlintasan pelaku, untuk menunggu pelaku lewat,” kata Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji, Senin (9/11).

Sekitar pukul 09.00 anggota melihat truk yang diduga sedang dikemudikan oleh pelaku. Akhirnya pengejaran pun dimulai. Anggota mengikuti kendaraan tersebut dari belakang. Truk itu rupanya berjalan sangat kencang. “Truk itu membawa ratusan ayam dengan satu kernet. Kecepatnnya sekitar 80-100 km per jam,” ujarnya.

Truk lalu berjalan pelan. Kesempatan itu tidak disia-siakan anggota untuk menyalip dan melihat dengan dekat wajah pengemudi truk itu. Usahanya rupanya tak sia-sia. Pengemudi truk tersebut adalah orang yang dicari. “Namun anggota tidak berani memotong laju kendaraan itu karena truk kembali berjalan kencang,” ucapnya.

Selang tujuh jam kemudian, tepat pukul 16.00 truk kembali berjalan melambat. Hal itu dimanfaatkan petugas untuk bergegas memotong laju kendaraan truk. Saat itu, posisi truk sudah berada di Bunder Gresik. Truk berhasil berhenti dan pelaku diminta keluar.

Saat hendak diamankan, pelaku sempat menolak dan bahkan melawan. Polisi lalu membawa paksa pelaku masuk ke dalam mobil petugas dan dibawa ke Mapolresta Sidoarjo. Sementara truk dibawa oleh sang kernet.
“Saya menyesal telah berbuat seperti itu, dan tidak akan mengulangi lagi,” kata tersangka, Joko Ristiawan, lirih.

Akibat perbuatannya, tersangka terancam pasal 45A ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Yaitu engan ancaman hukuman 6 tahun penjara atau denda Rp 1 miliar. (far/nis)

 

 

SIDOARJO – Aksi pengejaran terhadap pelaku penghina polisi, Joko Ristiawan, 32, warga Desa Trimulyo RT 04/RW 04, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, rupanya sangat dramatis. Polisi harus berjuang selama tujuh jam, membuntuti pelaku dari Semarang hingga Gresik.

Ada lima anggota Unit Pidum Polresta Sidoarjo yang ikut dalam aksi pengejaran itu. Kelima anggota tersebut berangkat dari Sidoarjo, pada malam hari. Joko dikejar karena menghina anggota Sat PJR Dirlantas Polda Jatim, Imam Machmudi, 42, yang disebarkan lewat Facebook.

Tiba di Semarang, anggota langsung menuju kediaman pelaku. Sayangnya, mereka tidak menemukan keberadaan Joko. Pelaku rupanya sedang bekerja dan berada di Klaten.
“Akhirnya anggota hunting ke jalan-jalan yang disinyalir menjadi tempat perlintasan pelaku, untuk menunggu pelaku lewat,” kata Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji, Senin (9/11).

Sekitar pukul 09.00 anggota melihat truk yang diduga sedang dikemudikan oleh pelaku. Akhirnya pengejaran pun dimulai. Anggota mengikuti kendaraan tersebut dari belakang. Truk itu rupanya berjalan sangat kencang. “Truk itu membawa ratusan ayam dengan satu kernet. Kecepatnnya sekitar 80-100 km per jam,” ujarnya.

Truk lalu berjalan pelan. Kesempatan itu tidak disia-siakan anggota untuk menyalip dan melihat dengan dekat wajah pengemudi truk itu. Usahanya rupanya tak sia-sia. Pengemudi truk tersebut adalah orang yang dicari. “Namun anggota tidak berani memotong laju kendaraan itu karena truk kembali berjalan kencang,” ucapnya.

Selang tujuh jam kemudian, tepat pukul 16.00 truk kembali berjalan melambat. Hal itu dimanfaatkan petugas untuk bergegas memotong laju kendaraan truk. Saat itu, posisi truk sudah berada di Bunder Gresik. Truk berhasil berhenti dan pelaku diminta keluar.

Saat hendak diamankan, pelaku sempat menolak dan bahkan melawan. Polisi lalu membawa paksa pelaku masuk ke dalam mobil petugas dan dibawa ke Mapolresta Sidoarjo. Sementara truk dibawa oleh sang kernet.
“Saya menyesal telah berbuat seperti itu, dan tidak akan mengulangi lagi,” kata tersangka, Joko Ristiawan, lirih.

Akibat perbuatannya, tersangka terancam pasal 45A ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Yaitu engan ancaman hukuman 6 tahun penjara atau denda Rp 1 miliar. (far/nis)

 

 

Most Read

Berita Terbaru


/