alexametrics
26 C
Sidoarjo
Thursday, 26 May 2022

Pemilik 27.400 Butir Pil Koplo Asal Sukodono Diadili

SIDOARJO – Hari Purwanto, warga Dusun Prumpon, Desa Suruh, Kecamatan Sukodono menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Sidoarjo, Senin (10/10). Ia diadili lantaran terlibat penyalahgunaan pil koplo.

Hari itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Marsandi menghadirkan saksi Prapto, anggota polisi yang meringkus terdakwa. Prapto mengungkapkan, ia bersama rekannya menangkap terdakwa saat berada di sebuah warung di depan Puspa Agro, Taman. Saat penggeledahan, polisi menemukan satu tip pil koplo yang dibawa terdakwa.

“Disimpan di saku kiri,” katanya.

Kemudian saksi menggelandang terdakwa ke rumahnya. Di tempat itulah, polisi kembali menemukan barang bukti pil koplo milik terdakwa dengan jumlah banyak.  Totalnya 28 botol plastik dengan isi total 27.400 butir pil koplo.

Barang-barang tersebut didapat terdakwa dari seseorang yang bernama Nyang. Biasanya transaksi secara digital dan barang akan diranjau.

“Informasi kami, Nyang ini orang di dalam lapas,” imbuh saksi.

Terdakwa biasanya akan mengecer lagi pil koplo yang sudah dibelinya itu. Dijual 10 butir dengan harga Rp 25 ribu. Salah satu pembelinya adalah Hamid yang juga sudah diamankan polisi.

Prapto menambahkan, selain sebagai pengedar, terdakwa juga seorang pemakai. Jadi pil-pil tersebut sebagian dijual dan dikonsumsi sendiri.

Sementara itu, terdakwa Hari juga tidak mengelak keterangan saksi yang dihadirkan di persidangan itu. “Benar yang mulia,” singkatnya. (son/vga)

 

SIDOARJO – Hari Purwanto, warga Dusun Prumpon, Desa Suruh, Kecamatan Sukodono menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Sidoarjo, Senin (10/10). Ia diadili lantaran terlibat penyalahgunaan pil koplo.

Hari itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Marsandi menghadirkan saksi Prapto, anggota polisi yang meringkus terdakwa. Prapto mengungkapkan, ia bersama rekannya menangkap terdakwa saat berada di sebuah warung di depan Puspa Agro, Taman. Saat penggeledahan, polisi menemukan satu tip pil koplo yang dibawa terdakwa.

“Disimpan di saku kiri,” katanya.

Kemudian saksi menggelandang terdakwa ke rumahnya. Di tempat itulah, polisi kembali menemukan barang bukti pil koplo milik terdakwa dengan jumlah banyak.  Totalnya 28 botol plastik dengan isi total 27.400 butir pil koplo.

Barang-barang tersebut didapat terdakwa dari seseorang yang bernama Nyang. Biasanya transaksi secara digital dan barang akan diranjau.

“Informasi kami, Nyang ini orang di dalam lapas,” imbuh saksi.

Terdakwa biasanya akan mengecer lagi pil koplo yang sudah dibelinya itu. Dijual 10 butir dengan harga Rp 25 ribu. Salah satu pembelinya adalah Hamid yang juga sudah diamankan polisi.

Prapto menambahkan, selain sebagai pengedar, terdakwa juga seorang pemakai. Jadi pil-pil tersebut sebagian dijual dan dikonsumsi sendiri.

Sementara itu, terdakwa Hari juga tidak mengelak keterangan saksi yang dihadirkan di persidangan itu. “Benar yang mulia,” singkatnya. (son/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/