alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Satu Truk Sepeda Gunung Senilai Rp 400 Juta Lenyap Di Sidoarjo

SIDOARJO – Sebabyak 230 unit sepeda gunung merek Excotic tiba-tiba lenyap. Peristiwa itu terjadi saat PT. Roda Pasific Mandiri sebagai produsen, mengirimkan ratusan sepeda itu ke Sidoarjo. Akibatnya, perusahaan mengalami kerugian hingga Rp 400 juta.

Peristiwa bermula saat PT. Roda Pasific Mandiri menerima permintaan pesanan sepeda gunung tersebut, Selasa (29/12/2020) sebanyak 230 unit. Permintaan itu berasal dari beberapa daerah, seperti Sidoarjo dan Toko Sepeda Agung Cilacap.

PT. Roda Pasific Mandiri lalu memanggil ekspedisi langganan untuk mengirimkan ratusan sepeda itu. Pengiriman pun berangkat di hari yang sama. Setiap beberapa jam, pihak manajemen menanyakan keberadaan truk ekspedisi tersebut.

Terakhir sopir truk ekspedisi dapat dihubungi saat berada di daerah Krian, Sidoarjo. Setelah itu sudah tak bisa dihubungi. Namun pihak perusahaan masih berprasangka baik, terkait hal tersebut sambil menunggu tujuan akhir yaitu Toko Sepeda Agung yang berada di Cilacap.

Namun selang beberapa hari kemudian, pihak Toko Sepeda Agung menghubungi perusahaan. Jika Toko Sepeda Agung yang berada di Cilacap sebagai pemesan belum menerima pesanan.

“Namun pihak perusahaan masih memberi waktu pihak ekspedisi beberapa hari terkait pengiriman tersebut,” kata Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol M. Wahyudin Latif.

Saat itu, pihak perusahaan terus berusaha untuk menghubungi nomor telepon sopir truk ekspedisi. Namun usaha itu rupanya tidak membuahkan hasil. Akibatnya, perusahaan yang berada di Jalan Raya Terboyo Industri, Kecamatan Genuk, Semarang itu melapor ke Mapolresta Sidoarjo.

“Akhirnya kemarin laporan ke Mapolresta Sidoarjo melalui kuasa hukum perusahaan. Karena kontak dengan sopir terakhir saat berada di Sidoarjo,” ujar Wahyudin, Minggu (10/1).

Satreskrim Polresta Sidoarjo langsung memeriksa saksi korban yang melapor, dan meminta kopi dokumen pengiriman. Selain itu, Satreskrim juga meminta identitas sang pengemudi truk serta sang kernet. “Perkara ini sekarang dalam proses penyelidikan Unit Pidum Satreskrim Polresta Sidoarjo,” jelas Wahyudin. (far/opi)

 

SIDOARJO – Sebabyak 230 unit sepeda gunung merek Excotic tiba-tiba lenyap. Peristiwa itu terjadi saat PT. Roda Pasific Mandiri sebagai produsen, mengirimkan ratusan sepeda itu ke Sidoarjo. Akibatnya, perusahaan mengalami kerugian hingga Rp 400 juta.

Peristiwa bermula saat PT. Roda Pasific Mandiri menerima permintaan pesanan sepeda gunung tersebut, Selasa (29/12/2020) sebanyak 230 unit. Permintaan itu berasal dari beberapa daerah, seperti Sidoarjo dan Toko Sepeda Agung Cilacap.

PT. Roda Pasific Mandiri lalu memanggil ekspedisi langganan untuk mengirimkan ratusan sepeda itu. Pengiriman pun berangkat di hari yang sama. Setiap beberapa jam, pihak manajemen menanyakan keberadaan truk ekspedisi tersebut.

Terakhir sopir truk ekspedisi dapat dihubungi saat berada di daerah Krian, Sidoarjo. Setelah itu sudah tak bisa dihubungi. Namun pihak perusahaan masih berprasangka baik, terkait hal tersebut sambil menunggu tujuan akhir yaitu Toko Sepeda Agung yang berada di Cilacap.

Namun selang beberapa hari kemudian, pihak Toko Sepeda Agung menghubungi perusahaan. Jika Toko Sepeda Agung yang berada di Cilacap sebagai pemesan belum menerima pesanan.

“Namun pihak perusahaan masih memberi waktu pihak ekspedisi beberapa hari terkait pengiriman tersebut,” kata Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol M. Wahyudin Latif.

Saat itu, pihak perusahaan terus berusaha untuk menghubungi nomor telepon sopir truk ekspedisi. Namun usaha itu rupanya tidak membuahkan hasil. Akibatnya, perusahaan yang berada di Jalan Raya Terboyo Industri, Kecamatan Genuk, Semarang itu melapor ke Mapolresta Sidoarjo.

“Akhirnya kemarin laporan ke Mapolresta Sidoarjo melalui kuasa hukum perusahaan. Karena kontak dengan sopir terakhir saat berada di Sidoarjo,” ujar Wahyudin, Minggu (10/1).

Satreskrim Polresta Sidoarjo langsung memeriksa saksi korban yang melapor, dan meminta kopi dokumen pengiriman. Selain itu, Satreskrim juga meminta identitas sang pengemudi truk serta sang kernet. “Perkara ini sekarang dalam proses penyelidikan Unit Pidum Satreskrim Polresta Sidoarjo,” jelas Wahyudin. (far/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/