alexametrics
28 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Kabur ke Pesantren, Dua Pengeroyok Anggota TNI AL Dibekuk

SIDOARJO – Satreskrim Polresta Sidoarjo dibantu Den Intel Pasmar 2 akhirnya meringkus dua pelaku pengeroyokan anggota TNI AL, Jehezkial Yusuf Sakan, 21, di akses pintu keluar bus kota Terminal Purabaya Bungurasih, Minggu (23/5). Kedua pelaku itu berhasil dibekuk di lokasi yang berbeda.

Kedua pelaku tersebut Nur Muhammad Dwisyah Pangestu alias Dwi, 21, warga Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, dan Rizky Arifianto alias Uus, 18, warga Pulo Wonokromo, Pasir Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya. Keduanya sempat buron usai melakukan mengeroyok korban.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji mengatakan, usai kejadian kedua pelaku itu sempat melarikan diri ke salah satu pesantren di Jombang. Di sana, keduanya mengaku untuk menenangkan diri usai terlibat penyeroyokan. “Iya pengakuannya untuk menenangkan diri, tapi ya itu namanya melarikan diri,” katanya, Selasa (8/6).

Usai beberapa hari sembunyi di pesantren, pelaku Uus kemudian pergi dari pondok. Uus diantar pelaku Dwi untuk naik bus dan dijemput pamannya yang selanjutnya bersembunyi di rumah pamannya di Desa Lomaer, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Madura.

Petugas yang berhasil mengendus keberadaan pelaku Dwi kemudian mendatangi pesantren tempatya bersembunyi. Petugas kepolisian lalu mengintograsi Dwi dan mengakui jika dia ikut mengeroyok korban dengan cara memukul wajah korban karena mengira maling.

“Kemudian anggota Satreskrim melakukan pengejaran terhadap pelaku Uus yang memang telah ditetapkan sebagai buronan,” ujar Sumardji.

Petugas kemudian menemui dan menginterogasi paman dari pelaku Uus. Semula paman pelaku tak mengakui tentang keberadaan Uus. Namun usai dilakukan berbagai teknik, akhirnya tim kepolisian berhasil mengetahui keberadaan pelaku Uus. Polisi lalu mengamankannya.

Akhirnya penangkapan kedua pelaku itu melengkapi jumlah pelaku yang sudah diamankan kepolisian menjadi enam orang. Empat orang pelaku lainnya sudah diamankan lebih dahulu oleh pihak kepolisian usai kejadian aksi pengeroyokan tersebut.

Di antaranya Ubaiq Nailul Haq, 21, Ferdiansyah Cahya Pangestu alias Londo, 23, Moch. Rizky Tri Hamdani alias Gowang, 22, dan Yabes Mega Kristianto, 23. Mereka berdomisili di Desa Bungurasih, Kecamatan Waru.

“Terhadap para tersangka tersebut kami jerat dengan pasal 170 ayat (1) ke 2 KUHP dan atau Pasal 351 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman pidana penjara 9 tahun,” pungkasnya. (far/opi)

SIDOARJO – Satreskrim Polresta Sidoarjo dibantu Den Intel Pasmar 2 akhirnya meringkus dua pelaku pengeroyokan anggota TNI AL, Jehezkial Yusuf Sakan, 21, di akses pintu keluar bus kota Terminal Purabaya Bungurasih, Minggu (23/5). Kedua pelaku itu berhasil dibekuk di lokasi yang berbeda.

Kedua pelaku tersebut Nur Muhammad Dwisyah Pangestu alias Dwi, 21, warga Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, dan Rizky Arifianto alias Uus, 18, warga Pulo Wonokromo, Pasir Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya. Keduanya sempat buron usai melakukan mengeroyok korban.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji mengatakan, usai kejadian kedua pelaku itu sempat melarikan diri ke salah satu pesantren di Jombang. Di sana, keduanya mengaku untuk menenangkan diri usai terlibat penyeroyokan. “Iya pengakuannya untuk menenangkan diri, tapi ya itu namanya melarikan diri,” katanya, Selasa (8/6).

Usai beberapa hari sembunyi di pesantren, pelaku Uus kemudian pergi dari pondok. Uus diantar pelaku Dwi untuk naik bus dan dijemput pamannya yang selanjutnya bersembunyi di rumah pamannya di Desa Lomaer, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Madura.

Petugas yang berhasil mengendus keberadaan pelaku Dwi kemudian mendatangi pesantren tempatya bersembunyi. Petugas kepolisian lalu mengintograsi Dwi dan mengakui jika dia ikut mengeroyok korban dengan cara memukul wajah korban karena mengira maling.

“Kemudian anggota Satreskrim melakukan pengejaran terhadap pelaku Uus yang memang telah ditetapkan sebagai buronan,” ujar Sumardji.

Petugas kemudian menemui dan menginterogasi paman dari pelaku Uus. Semula paman pelaku tak mengakui tentang keberadaan Uus. Namun usai dilakukan berbagai teknik, akhirnya tim kepolisian berhasil mengetahui keberadaan pelaku Uus. Polisi lalu mengamankannya.

Akhirnya penangkapan kedua pelaku itu melengkapi jumlah pelaku yang sudah diamankan kepolisian menjadi enam orang. Empat orang pelaku lainnya sudah diamankan lebih dahulu oleh pihak kepolisian usai kejadian aksi pengeroyokan tersebut.

Di antaranya Ubaiq Nailul Haq, 21, Ferdiansyah Cahya Pangestu alias Londo, 23, Moch. Rizky Tri Hamdani alias Gowang, 22, dan Yabes Mega Kristianto, 23. Mereka berdomisili di Desa Bungurasih, Kecamatan Waru.

“Terhadap para tersangka tersebut kami jerat dengan pasal 170 ayat (1) ke 2 KUHP dan atau Pasal 351 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman pidana penjara 9 tahun,” pungkasnya. (far/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/