alexametrics
31 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Terdakwa Skimming Asal Rusia Terima Upah 100 USD Tiap Pengambilan Uang di ATM

SIDOARJO – Aleksandr Romanovskii, 42, warga asal Rusia kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Rabu (9/2). Ia mengakui jika mendapat upah lantaran terlibat dalam kejahatan kasus pencurian informasi kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) atau skimming.

Di hadapan Ketua Majelis Hakim, Hongkun Otoh, terdakwa mengaku jika terbang dari Rusia ke Indonesia sejak 28 Juni 2021. Niat awalnya adalah sebagai turis. Ia pun keliling ke sejumlah kota di Indonesia salah satunya Semarang.

Di kota itu ia berkenalan dengan Jija dan Oleg. Dua pelaku dalam kasus tersebut yang kini juga masih buronan polisi. “Kenal di hotel saat di Semarang,” katanya.

Sejak itu, terdakwa dan dua buronan itu sering bersama keliling kota. Penulis blog dan mantan pengusaha di bidang elektronik itu akhirnya juga terlibat dalam aksi skimming yang dilakukan dua pria asal luar negeri itu.

Terdakwa berperan sebagai orang yang mengambil uang ke mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) menggunakan kartu manipulasi buatan kedua buronan. Dalam kejahatan itu, ia sudah beraksi tiga kali mengambil uang. Yakni di Surabaya dan Yogyakarta.

“Sekali ambil uang dapat upah 100 USD,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, terdakwa akhirnya menyesali perbuatannya. Terdakwa diringkus polisi pada September 2021 lalu. Saat itu ia berada di hotel di Malang. (son/vga)

SIDOARJO – Aleksandr Romanovskii, 42, warga asal Rusia kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Rabu (9/2). Ia mengakui jika mendapat upah lantaran terlibat dalam kejahatan kasus pencurian informasi kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) atau skimming.

Di hadapan Ketua Majelis Hakim, Hongkun Otoh, terdakwa mengaku jika terbang dari Rusia ke Indonesia sejak 28 Juni 2021. Niat awalnya adalah sebagai turis. Ia pun keliling ke sejumlah kota di Indonesia salah satunya Semarang.

Di kota itu ia berkenalan dengan Jija dan Oleg. Dua pelaku dalam kasus tersebut yang kini juga masih buronan polisi. “Kenal di hotel saat di Semarang,” katanya.

Sejak itu, terdakwa dan dua buronan itu sering bersama keliling kota. Penulis blog dan mantan pengusaha di bidang elektronik itu akhirnya juga terlibat dalam aksi skimming yang dilakukan dua pria asal luar negeri itu.

Terdakwa berperan sebagai orang yang mengambil uang ke mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) menggunakan kartu manipulasi buatan kedua buronan. Dalam kejahatan itu, ia sudah beraksi tiga kali mengambil uang. Yakni di Surabaya dan Yogyakarta.

“Sekali ambil uang dapat upah 100 USD,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, terdakwa akhirnya menyesali perbuatannya. Terdakwa diringkus polisi pada September 2021 lalu. Saat itu ia berada di hotel di Malang. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/