alexametrics
29 C
Sidoarjo
Friday, 20 May 2022

Ada PPKM, Kasus Laka Lantas Turun 12 Persen

SIDOARJO – Kasus kecelakaan lalu lintas di Sidoarjo terus mengalami penurunan. Hal itu terjadi selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Selama sepekan terakhir, hanya terjadi 28 kasus saja.

Kanit Laka Satlantas Polresta Sidoarjo AKP Sugeng Sulistiyono mengatakan, kasus laka pada minggu kemarin turun empat kasus atau minus 12,50 persen dari kasus pekan sebelumnya yang mencapai 32 kasus. Meski begitu, kasus meninggal dunia mencapai lima orang.

“Kasus korban meninggal naik 66,67 persen dari pekan sebelumnya. Luka berat satu orang dan luka ringan sebanyak 35 orang,” katanya, Minggu (8/8).

Jika ditotal kerugian materil dari kasus itu mencapai Rp 12,4 juta atau turun sebesar 6,77 persen. Jika dilihat lokasinya, Jalan Raya Sidorejo Kecamatan Krian menjadi kawasan rawan kecelakaan. Sebab jumlah kejadian mencapai lima kasus dengan korban tewas dua orang.

Meski begitu, jalan kabupaten menyumbang kasus terbanyak sebanyak 15 kasus. Disusul jalan nasional 10 kasus, dan jalan provinsi tiga kasus. Tabrak samping menjadi paling banyak tipe kecelakaan terjadi. Jumlahnya  tujuh kasus disusul tabrak depan belakang enam kasus.

“Faktornya adalah tata cara mendahului yang paling banyak menjadi penyebabnya. Jumlah itu sebanyak tujuh kasus. Lalu disusul tata cara belok atau balik arah dan tak jaga jarak masing-masing enam kasus,” ujar Sugeng.

Terakhir kasus laka lantas terjadi di Jalan Raya Bypass Balongbendo, Minggu (8/8) pagi. Motor Honda Beat nopol W 6436 WG yang melaju dari arah timur menuju barat menabrak truk yang sedang parkir. Sayangnya saat itu truk langsung melarikan diri.

Akibatnya pengendara motor, Viki Hidayatullah, 17, warga Desa Kemangsen Selatan RT 05/RW 02 Balongbendo mengalami luka serius. “Korban dibawa ke RS Anwar Medika karena mengalami luka serius di wajah,” ujar anggota Lantas Polsek Balongbendo, Bripka Danang. (far/vga)

 

SIDOARJO – Kasus kecelakaan lalu lintas di Sidoarjo terus mengalami penurunan. Hal itu terjadi selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Selama sepekan terakhir, hanya terjadi 28 kasus saja.

Kanit Laka Satlantas Polresta Sidoarjo AKP Sugeng Sulistiyono mengatakan, kasus laka pada minggu kemarin turun empat kasus atau minus 12,50 persen dari kasus pekan sebelumnya yang mencapai 32 kasus. Meski begitu, kasus meninggal dunia mencapai lima orang.

“Kasus korban meninggal naik 66,67 persen dari pekan sebelumnya. Luka berat satu orang dan luka ringan sebanyak 35 orang,” katanya, Minggu (8/8).

Jika ditotal kerugian materil dari kasus itu mencapai Rp 12,4 juta atau turun sebesar 6,77 persen. Jika dilihat lokasinya, Jalan Raya Sidorejo Kecamatan Krian menjadi kawasan rawan kecelakaan. Sebab jumlah kejadian mencapai lima kasus dengan korban tewas dua orang.

Meski begitu, jalan kabupaten menyumbang kasus terbanyak sebanyak 15 kasus. Disusul jalan nasional 10 kasus, dan jalan provinsi tiga kasus. Tabrak samping menjadi paling banyak tipe kecelakaan terjadi. Jumlahnya  tujuh kasus disusul tabrak depan belakang enam kasus.

“Faktornya adalah tata cara mendahului yang paling banyak menjadi penyebabnya. Jumlah itu sebanyak tujuh kasus. Lalu disusul tata cara belok atau balik arah dan tak jaga jarak masing-masing enam kasus,” ujar Sugeng.

Terakhir kasus laka lantas terjadi di Jalan Raya Bypass Balongbendo, Minggu (8/8) pagi. Motor Honda Beat nopol W 6436 WG yang melaju dari arah timur menuju barat menabrak truk yang sedang parkir. Sayangnya saat itu truk langsung melarikan diri.

Akibatnya pengendara motor, Viki Hidayatullah, 17, warga Desa Kemangsen Selatan RT 05/RW 02 Balongbendo mengalami luka serius. “Korban dibawa ke RS Anwar Medika karena mengalami luka serius di wajah,” ujar anggota Lantas Polsek Balongbendo, Bripka Danang. (far/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/