alexametrics
27 C
Sidoarjo
Thursday, 19 May 2022

Bayar DP Rp 35 Juta, Pemuda Pagerwojo Jadi Korban Penipuan Rekrutmen CPNS

SIDOARJO – Aksi penipuan penerimanan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) terjadi di Sidoarjo. Korbannya adalah RW, 22, warga Pagerwojo, Kecamatan Buduran. Sedangkan terduga pelaku adalah ESN anak dari SB, 49, warga Wage, Kecamatan Taman.

RW menceritakan, ia sudah kenal lama dengan ESN. Terduga pelaku merupakan teman kakak korban semasa SMA.

“Dia (ESN, Red) Juga sering ke rumah juga,” katanya, Minggu (8/5).

Aksi penipuan itu bermula pada akhir Agustus 2019 lalu. Korban ditawari terduga pelaku untuk bisa diterima sebagai PNS dan menjadi seorang kasi di wilayah Sidoarjo.

“Yang bantu memasukkan adalah bapak ESN (SB, Red). Bapaknya kerja sebagai PNS di instansi pemerintahan di Jawa Timur,” imbuhnya.

Korban pun terpikat dengan tawaran tersebut. Ia kemudian memberikan uang Rp 35 juta kepada ESN sebagai uang muka. Janjinya uang muka itu akan kembali utuh jika sampai Agustus 2020 korban tidak kunjung diterima sebagai PNS.

Setelah ditunggu sampai jatuh tempo, ternyata korban tidak kunjung mendapat panggilan kerja. Merasa ditipu, korban kemudian melapor ke Polresta Sidoarjo.

RW mengungkapkan, terduga pelaku ternyata tidak hanya sekali melakukan penipuan. Sebelum tawaran masuk CPNS, terduga pelaku juga sempat menjual sebidang tanah kepada korban. Tanah itu terletak di Sukodono dan dijual seharga Rp 150 juta. Ia telah membayar uang muka sebesar Rp 10 juta dan 12 kali cicilan dengan total Rp 12 juta.

“Tapi nyatanya tanah yang sudah dicicil itu dijual ke orang lain oleh pelaku,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, AD, 49, ayah RW ternyata juga menjadi korban bujuk rayu pelaku. Tanpa sepengetahuan RW sebelumnya, AD ditawari untuk pembelian satu unit mobil oleh ESN. AD juga telah menyerahkan uang sebesar Rp 117,5 juta kepada terduga pelaku. Namun sampai sekarang mobil yang dijanjikan juga tak kunjung datang.

“Kami minta uang dikembalikan, tapi selalu janji dan janji,” sambung RW.

Korban telah melaporkan aksi penipuan itu ke polisi. Dia mengaku mengantongi sejumlah barang bukti transaksi dan surat perjanjian terkait sejumlah aksi penipuan yang dilakukan pelaku. Jika ditotal, korban sudah merugi Rp 174 juta atas ulah pelaku.

Sementara itu, Kasubsi PIDM Humas Polresta Sidoarjo Iptu Tri Novi Handono membenarkan terkait aduan korban tersebut. Polisi masih bekerja untuk menuntaskan kasus itu. Saat ini kasusnya dalam tahap penyelidikan. “Pelaku juga masih kami lidik,” terangnya.

Terduga pelaku juga telah dipanggil polisi. Tapi yang bersangkutan tidak hadir. “Nantinya polisi akan memanggil ulang pihak terkait,” tegasnya. (son/vga)

SIDOARJO – Aksi penipuan penerimanan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) terjadi di Sidoarjo. Korbannya adalah RW, 22, warga Pagerwojo, Kecamatan Buduran. Sedangkan terduga pelaku adalah ESN anak dari SB, 49, warga Wage, Kecamatan Taman.

RW menceritakan, ia sudah kenal lama dengan ESN. Terduga pelaku merupakan teman kakak korban semasa SMA.

“Dia (ESN, Red) Juga sering ke rumah juga,” katanya, Minggu (8/5).

Aksi penipuan itu bermula pada akhir Agustus 2019 lalu. Korban ditawari terduga pelaku untuk bisa diterima sebagai PNS dan menjadi seorang kasi di wilayah Sidoarjo.

“Yang bantu memasukkan adalah bapak ESN (SB, Red). Bapaknya kerja sebagai PNS di instansi pemerintahan di Jawa Timur,” imbuhnya.

Korban pun terpikat dengan tawaran tersebut. Ia kemudian memberikan uang Rp 35 juta kepada ESN sebagai uang muka. Janjinya uang muka itu akan kembali utuh jika sampai Agustus 2020 korban tidak kunjung diterima sebagai PNS.

Setelah ditunggu sampai jatuh tempo, ternyata korban tidak kunjung mendapat panggilan kerja. Merasa ditipu, korban kemudian melapor ke Polresta Sidoarjo.

RW mengungkapkan, terduga pelaku ternyata tidak hanya sekali melakukan penipuan. Sebelum tawaran masuk CPNS, terduga pelaku juga sempat menjual sebidang tanah kepada korban. Tanah itu terletak di Sukodono dan dijual seharga Rp 150 juta. Ia telah membayar uang muka sebesar Rp 10 juta dan 12 kali cicilan dengan total Rp 12 juta.

“Tapi nyatanya tanah yang sudah dicicil itu dijual ke orang lain oleh pelaku,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, AD, 49, ayah RW ternyata juga menjadi korban bujuk rayu pelaku. Tanpa sepengetahuan RW sebelumnya, AD ditawari untuk pembelian satu unit mobil oleh ESN. AD juga telah menyerahkan uang sebesar Rp 117,5 juta kepada terduga pelaku. Namun sampai sekarang mobil yang dijanjikan juga tak kunjung datang.

“Kami minta uang dikembalikan, tapi selalu janji dan janji,” sambung RW.

Korban telah melaporkan aksi penipuan itu ke polisi. Dia mengaku mengantongi sejumlah barang bukti transaksi dan surat perjanjian terkait sejumlah aksi penipuan yang dilakukan pelaku. Jika ditotal, korban sudah merugi Rp 174 juta atas ulah pelaku.

Sementara itu, Kasubsi PIDM Humas Polresta Sidoarjo Iptu Tri Novi Handono membenarkan terkait aduan korban tersebut. Polisi masih bekerja untuk menuntaskan kasus itu. Saat ini kasusnya dalam tahap penyelidikan. “Pelaku juga masih kami lidik,” terangnya.

Terduga pelaku juga telah dipanggil polisi. Tapi yang bersangkutan tidak hadir. “Nantinya polisi akan memanggil ulang pihak terkait,” tegasnya. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/