alexametrics
26.7 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Bersepeda, HP Tiga Pelajar SMP Diambil Penipu

SIDOARJO – Tiga pelajar salah satu SMP Negeri di Sidoarjo menjadi korban perampasan handphone (Hp) orang tidak dikenal. Modusnya pelaku ingin melihat foto adiknya yang terlibat pengeroyokan.

Korban adalah GD, warga Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo bersama temannya MAE, dan AA. GD menceritakan, peristiwa itu sebenarnya dialami pada Minggu (13/2) lalu. Tapi baru beberapa hari kemarin ia kembali diminta keterangan oleh pihak kepolisian.

Kejadian bermula saat ia bersama dua rekannya bersepeda di Jalan Raya Perumahan Kahuripan Nirwana (KNV).

“Sekitar pukul 10.30 kejadiannya,” katanya saat ditemui di rumahnya, Selasa (8/3).

Tiba tiba saja ia dihentikan dua orang tidak dikenal. Tepatnya di pinggir jalan sekitar masjid perumahan itu. Jumlahnya dua orang berboncengan.

GD melanjutkan, dua pria itu meminta korban dan temannya mengumpulkan Hp yang dibawa. Dalihnya adalah melihat foto adiknya yang terlibat pengeroyokan.

Lalu dua rekan GD diajak pergi ke arah perumahan Istana Mentari dengan cara dibonceng. GD ditinggal bersama satu pelaku lain di lokasi tersebut.

Kemudian pelaku yang tertinggal itu meminta tiga Hp yang dibawa GD. Ponsel itu adalah Redmi Note 10, Samsung A12, dan Oppo A1K. “Dipinjam untuk cek foto adik pelaku,” tuturnya.

Pelaku itu kemudian pergi tapi tak kunjung kembali. Tak lama berselang kedua rekan GD juga kembali. “Mereka nebeng orang, dan juga ditinggal pelaku,” katanya.

Selepas kejadian itu, korban juga langsung berinisiatif melapor ke Polsek Sidoarjo. Kini kasus perampasan itu juga tengah dalam penyelidikan polisi. Petugas sedang bekerja mengumpulkan bukti dan berbagai keterangan untuk memburu jejak pelaku.

“Itu kasus penipuan, sementara pelaku masih kami buru,” terang Kapolsek Sidoarjo Kota Kompol I Komang Yuwandi. (son/vga)

SIDOARJO – Tiga pelajar salah satu SMP Negeri di Sidoarjo menjadi korban perampasan handphone (Hp) orang tidak dikenal. Modusnya pelaku ingin melihat foto adiknya yang terlibat pengeroyokan.

Korban adalah GD, warga Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo bersama temannya MAE, dan AA. GD menceritakan, peristiwa itu sebenarnya dialami pada Minggu (13/2) lalu. Tapi baru beberapa hari kemarin ia kembali diminta keterangan oleh pihak kepolisian.

Kejadian bermula saat ia bersama dua rekannya bersepeda di Jalan Raya Perumahan Kahuripan Nirwana (KNV).

“Sekitar pukul 10.30 kejadiannya,” katanya saat ditemui di rumahnya, Selasa (8/3).

Tiba tiba saja ia dihentikan dua orang tidak dikenal. Tepatnya di pinggir jalan sekitar masjid perumahan itu. Jumlahnya dua orang berboncengan.

GD melanjutkan, dua pria itu meminta korban dan temannya mengumpulkan Hp yang dibawa. Dalihnya adalah melihat foto adiknya yang terlibat pengeroyokan.

Lalu dua rekan GD diajak pergi ke arah perumahan Istana Mentari dengan cara dibonceng. GD ditinggal bersama satu pelaku lain di lokasi tersebut.

Kemudian pelaku yang tertinggal itu meminta tiga Hp yang dibawa GD. Ponsel itu adalah Redmi Note 10, Samsung A12, dan Oppo A1K. “Dipinjam untuk cek foto adik pelaku,” tuturnya.

Pelaku itu kemudian pergi tapi tak kunjung kembali. Tak lama berselang kedua rekan GD juga kembali. “Mereka nebeng orang, dan juga ditinggal pelaku,” katanya.

Selepas kejadian itu, korban juga langsung berinisiatif melapor ke Polsek Sidoarjo. Kini kasus perampasan itu juga tengah dalam penyelidikan polisi. Petugas sedang bekerja mengumpulkan bukti dan berbagai keterangan untuk memburu jejak pelaku.

“Itu kasus penipuan, sementara pelaku masih kami buru,” terang Kapolsek Sidoarjo Kota Kompol I Komang Yuwandi. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/