alexametrics
26 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Hesty dan Sainuddin Kompak Aniaya Tante Tin hingga Tewas

SIDOARJO – Kepolisian akhirnya menggelar reka adegan pembunuhan terhadap Mahdalena Tien Kartini, 67, Jumat pagi (6/11). Adegan demi adegan itu digelar di rumah korban di Jalan Brigjend Katamso No. 170 RT 17/RW 03 Dusun Bandilan, Desa Kedungrejo, Waru.

Sedikitnya ada 15 adegan rekonstruksi yang diperagakan oleh kedua pelaku. Yaitu Hesty Saputri H, 32, dan Sainuddin, 32. Keduanya warga Balikpapan, Kalimantan Timur. Kedua pelaku merupakan pasutri alias pasangan suami istri.

Dalam reka adegan, pelaku Sainuddin membekap korban dengan sebuah selimut. “Rekonstruksi itu bertujuan untuk melihat gambaran yang jelas, bagaimana tindakan kriminal pembunuhan terhadap korban,” kata Kanit Reskrim Polsek Waru Iptu Untoro.

Aksi pembekapan terhadap korban itu terus berlanjut dengan mengambil gunting, serta menusuk korban dengan 19 kali tusukan dan memukul bagian kepala korban 22 kali. Pada rekonstruksi itu, keduanya saling membantu menganiaya korban hingga meninggal dunia.

Meski begitu, Untoro mengatakan, tidak ada temuan baru dalam rekonstruksi itu. Kedua pelaku itu memperagakan sesuai kronologis peristiwa. Pembunuhan itu dipicu sakit hati karena pelaku tak diberikan pinjaman uang oleh korban. Keduanya lalu berniat mencuri.

Saat mencuri itu, korban terbangun. Kedua pelaku terkejut hingga membekap korban menggunakan selimut. Tapi korban berontak hingga membuat pelaku semakin panik. Tak hanya itu, korban kemudian ditusuk memakai gunting dan memukul kepala bagian luar.

“Iya, jadi pelaku saat hendak mencuri, korban terbangun, ketahuan oleh korban hingga dua orang pelaku itu nekat melakukan tindakan yang berujung pembunuhan,” ujarnya.

Upaya penusukan dan pembekapan rupanya semakin membuat korban kuat meronta-ronta. Akibatnya korban harus terjatuh dari kasur. Sekitar 10 menit, korban terlihat tak bergerak. Keduanya mengambil dompet, uang, ATM, dan sejumlah perhiasan korban sebelum akhirnya kabur. (far/opi)

SIDOARJO – Kepolisian akhirnya menggelar reka adegan pembunuhan terhadap Mahdalena Tien Kartini, 67, Jumat pagi (6/11). Adegan demi adegan itu digelar di rumah korban di Jalan Brigjend Katamso No. 170 RT 17/RW 03 Dusun Bandilan, Desa Kedungrejo, Waru.

Sedikitnya ada 15 adegan rekonstruksi yang diperagakan oleh kedua pelaku. Yaitu Hesty Saputri H, 32, dan Sainuddin, 32. Keduanya warga Balikpapan, Kalimantan Timur. Kedua pelaku merupakan pasutri alias pasangan suami istri.

Dalam reka adegan, pelaku Sainuddin membekap korban dengan sebuah selimut. “Rekonstruksi itu bertujuan untuk melihat gambaran yang jelas, bagaimana tindakan kriminal pembunuhan terhadap korban,” kata Kanit Reskrim Polsek Waru Iptu Untoro.

Aksi pembekapan terhadap korban itu terus berlanjut dengan mengambil gunting, serta menusuk korban dengan 19 kali tusukan dan memukul bagian kepala korban 22 kali. Pada rekonstruksi itu, keduanya saling membantu menganiaya korban hingga meninggal dunia.

Meski begitu, Untoro mengatakan, tidak ada temuan baru dalam rekonstruksi itu. Kedua pelaku itu memperagakan sesuai kronologis peristiwa. Pembunuhan itu dipicu sakit hati karena pelaku tak diberikan pinjaman uang oleh korban. Keduanya lalu berniat mencuri.

Saat mencuri itu, korban terbangun. Kedua pelaku terkejut hingga membekap korban menggunakan selimut. Tapi korban berontak hingga membuat pelaku semakin panik. Tak hanya itu, korban kemudian ditusuk memakai gunting dan memukul kepala bagian luar.

“Iya, jadi pelaku saat hendak mencuri, korban terbangun, ketahuan oleh korban hingga dua orang pelaku itu nekat melakukan tindakan yang berujung pembunuhan,” ujarnya.

Upaya penusukan dan pembekapan rupanya semakin membuat korban kuat meronta-ronta. Akibatnya korban harus terjatuh dari kasur. Sekitar 10 menit, korban terlihat tak bergerak. Keduanya mengambil dompet, uang, ATM, dan sejumlah perhiasan korban sebelum akhirnya kabur. (far/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/