alexametrics
31 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Hanya Diberi Rp 20 Ribu, Dua Tersangka Nekat Edarkan SS

SIDOARJO – Dua pengedar sabu-sabu (SS) dibekuk Satresnarkoba Polresta Sidoarjo. Para tersangka, M Mansuri, 45, dan Ibnu Rochmathullah alias Daok, 30, menjadi pengedar narkoba di kawasan Sidoarjo dan Surabaya.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoto mengatakan, tersangka Mansuri dibekuk 30 Juli lalu. Warga Karanggayam, Kelurahan Pucang, Kecamatan Sidoarjo itu diringkus di pinggir Jalan Perum Puri Surya Jaya, Punggul Gedangan.

Sementara tersangka Daok ditangkap sehari berselang. Warga Desa Masangan Kulon Kecamatan Sukodono itu diamankan petugas di kamar kosnya di Jalan Brigjen Katamso, Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru.

“Kedua tersangka menjadi pengedar SS untuk menyuplai dua wilayah. Yakni, Sidoarjo dan Surabaya. Mereka sudah lama jadi incaran kami,” katanya, Jumat (6/8).

Tersangka Mansuri dibekuk saat perjalanan pulang. Dia selesai mengambil ranjauan SS seberat 1 ons di pinggir Jalan Raya Juanda Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan. Saat penggeledahan, polisi berhasil menyita 22 poket SS.

Dia mengaku mendapatkan barang haram itu dari seseorang berinial T. Tersangka diberi tugas T untuk mengedarkan SS dengan imbalan Rp 20 ribu setiap gramnya.

“Kami juga menyita satu dompet, bungkus rokok, dua HP dan satu unit motor Yamaha Nmax nopol W 2445 NAF,” ujar Kusumo.

Sementara Daok, diringkus polisi saat sedang asyik bermain game di kamar kosnya. Malam sebelum penangkapan, tersangka telah mengambil ranjauan SS seberat 1 ons. Lokasinya di pagar rumah kosong di Kedung Cowek, Surabaya.

Saat penggeledahan, polisi menyita SS sebanyak tiga poket. Daok mendapat barang terlarang itu dari seseorang berinisial F dengan cara diranjau. Dia diberi tugas F untuk mengedarkan SS dengan imbalan Rp 20 ribu pergramnya.

“Selain menyita SS seberat 108,66 gram, kami juga menyita satu buah tas kresek, dan sebuah timbangan elektrik,” jelas mantan Wakapolresta Banyuwangi itu.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 2 dan atau pasal 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman paling lama 20 tahun penjara. (far/vga)

 

SIDOARJO – Dua pengedar sabu-sabu (SS) dibekuk Satresnarkoba Polresta Sidoarjo. Para tersangka, M Mansuri, 45, dan Ibnu Rochmathullah alias Daok, 30, menjadi pengedar narkoba di kawasan Sidoarjo dan Surabaya.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoto mengatakan, tersangka Mansuri dibekuk 30 Juli lalu. Warga Karanggayam, Kelurahan Pucang, Kecamatan Sidoarjo itu diringkus di pinggir Jalan Perum Puri Surya Jaya, Punggul Gedangan.

Sementara tersangka Daok ditangkap sehari berselang. Warga Desa Masangan Kulon Kecamatan Sukodono itu diamankan petugas di kamar kosnya di Jalan Brigjen Katamso, Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru.

“Kedua tersangka menjadi pengedar SS untuk menyuplai dua wilayah. Yakni, Sidoarjo dan Surabaya. Mereka sudah lama jadi incaran kami,” katanya, Jumat (6/8).

Tersangka Mansuri dibekuk saat perjalanan pulang. Dia selesai mengambil ranjauan SS seberat 1 ons di pinggir Jalan Raya Juanda Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan. Saat penggeledahan, polisi berhasil menyita 22 poket SS.

Dia mengaku mendapatkan barang haram itu dari seseorang berinial T. Tersangka diberi tugas T untuk mengedarkan SS dengan imbalan Rp 20 ribu setiap gramnya.

“Kami juga menyita satu dompet, bungkus rokok, dua HP dan satu unit motor Yamaha Nmax nopol W 2445 NAF,” ujar Kusumo.

Sementara Daok, diringkus polisi saat sedang asyik bermain game di kamar kosnya. Malam sebelum penangkapan, tersangka telah mengambil ranjauan SS seberat 1 ons. Lokasinya di pagar rumah kosong di Kedung Cowek, Surabaya.

Saat penggeledahan, polisi menyita SS sebanyak tiga poket. Daok mendapat barang terlarang itu dari seseorang berinisial F dengan cara diranjau. Dia diberi tugas F untuk mengedarkan SS dengan imbalan Rp 20 ribu pergramnya.

“Selain menyita SS seberat 108,66 gram, kami juga menyita satu buah tas kresek, dan sebuah timbangan elektrik,” jelas mantan Wakapolresta Banyuwangi itu.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 2 dan atau pasal 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman paling lama 20 tahun penjara. (far/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/