alexametrics
31 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Selidiki Dugaan Penggelonggongan Sapi

SIDOARJO – Kasus dugaan penggelonggongan sapi di salah satu Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, kini dalam penyelidikan Polresta Sidoarjo. Kepolisian hingga saat ini terus mengumpulkan bukti-bukti.

Tahap penyelidikan tersebut dibenarkan Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Muh. Wahyudin Latif. Menurutnya, hingga saat ini pihaknya sedang dalam tahap melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

“Kami telah melakukan penyelidikan, saat ini masih proses pemeriksaan saksi dan pengumpulan alat bukti,” katanya.

Selasa (21/4) malam lalu, sejumlah warga menggeruduk salah satu RPH yang berada di Dusun Klagen tersebut. Sebab keberadaan RPH tersebut dinilai meresahkan warga. Penyebabnya lantaran menimbulkan bau tak sedap.

Di samping itu, warga memprotes karena keberadaannya dekat dengan lingkungan rumah warga, terutama musala dan lingkungan salah satu pesantren. Warga pun meminta agar pihak terkait bisa menutup keberadaan penyembelihan sapi tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Krian Kompol Mukhlason mengatakan, jika lokasi penyembelihan sapi tersebut sudah pernah disidak. Bahkan saat ini keberadaannya sudah ditutup.

“Itu sudah dibahas di tingkat kabupaten melibatkan instansi terkait dan sekarang sudah ditutup,” jelasnya. (far/opi)

 

SIDOARJO – Kasus dugaan penggelonggongan sapi di salah satu Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, kini dalam penyelidikan Polresta Sidoarjo. Kepolisian hingga saat ini terus mengumpulkan bukti-bukti.

Tahap penyelidikan tersebut dibenarkan Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Muh. Wahyudin Latif. Menurutnya, hingga saat ini pihaknya sedang dalam tahap melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

“Kami telah melakukan penyelidikan, saat ini masih proses pemeriksaan saksi dan pengumpulan alat bukti,” katanya.

Selasa (21/4) malam lalu, sejumlah warga menggeruduk salah satu RPH yang berada di Dusun Klagen tersebut. Sebab keberadaan RPH tersebut dinilai meresahkan warga. Penyebabnya lantaran menimbulkan bau tak sedap.

Di samping itu, warga memprotes karena keberadaannya dekat dengan lingkungan rumah warga, terutama musala dan lingkungan salah satu pesantren. Warga pun meminta agar pihak terkait bisa menutup keberadaan penyembelihan sapi tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Krian Kompol Mukhlason mengatakan, jika lokasi penyembelihan sapi tersebut sudah pernah disidak. Bahkan saat ini keberadaannya sudah ditutup.

“Itu sudah dibahas di tingkat kabupaten melibatkan instansi terkait dan sekarang sudah ditutup,” jelasnya. (far/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/