alexametrics
31 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Petugas Rutan Ungkap Modus Napi Selundupkan HP

SIDOARJO – Program bersih-bersih lapas dan rutan terus digelar Kanwil Kemenkumham Jatim. Misalnya di Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng. Sebanyak 130 petugas gabungan Satops Patnal Pemasyarakatan Korwil Surabaya pun diterjunkan.

Ratusan petugas itu langsung dibagi menjadi tiga tim. Mereka menggeledah tiga blok di rutan yang dihuni 1.744 narapidana itu. Di antaranya di blok F, G dan J. Setiap sudut blok dan kamar hunian narapidana diperiksa secara ketat dan penuh ketelitian.

“Penggeledahan rutin tetap harus mengedepankan kesopanan, sehingga rutan tetap kondusif,” kata Kakanwil Kemenkumham Jatim Krismono, Sabtu (2/10) malam.

Sebelum penggeledahan dimulai, seluruh narapidana di tiga blok itu diminta keluar dan diperiksa petugas. Usai keluar, petugas mulai masuk ke kamar hunian dan mulai menggeledah. Hasilnya petugas berhasil menemukan sejumlah benda terlarang.

Misalnya pemanas air, benda-benda tajam, kartu permainan hingga instalasi listrik ilegal. Bahkan petugas masih menemukan adanya alat komunikasi berupa telepon genggam. Petugas juga mencium adanya modus baru penyelundupan HP itu.

“Iya kami menemukan modus baru dalam upaya penyelundupan telepon genggam yang diselipkan dalam sebuah buku,” ujar Kepala Rutan Medaeng Wahyu Hendrajati.

Buku itu nampak dimodifikasi sedemikian rupa. Sedikitnya ada sekitar seratus halaman yang direkatkan dengan lem. Pada bagian tengah buku itu, dilubangi untuk menyimpan telepon genggam. Itu mirip dengan modus-modus yang ada dalam film luar negeri.

Hendrajati mengatakan jika pihaknya akan menindaklanjuti temuan itu. HP yang ada itu akan diperiksa untuk memastikan terkait ada tidaknya percakapan yang berguna sebagai bahan deteksi dini di kemudian hari.

Sehingga dari hasil pemeriksaan itu akan dibangun sistem yang lebih ketat lagi untuk meminimalisir masuknya telepon genggam ke dalam rutan.

“Komitmen kami jelas, akan memberantas peredaran telepon genggam di dalam rutan,” bebernya.

Selain menggeledah blok hunian, petugas juga memilih 20 narapidana dan 10 perwakilan pegawai secara acak untuk dites urine. Hal itu untuk mengetahui kandungan narkotika dalam tubuh. Hasil pemeriksaan itu diketahui seluruhnya negatif. (far/vga)

 

SIDOARJO – Program bersih-bersih lapas dan rutan terus digelar Kanwil Kemenkumham Jatim. Misalnya di Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng. Sebanyak 130 petugas gabungan Satops Patnal Pemasyarakatan Korwil Surabaya pun diterjunkan.

Ratusan petugas itu langsung dibagi menjadi tiga tim. Mereka menggeledah tiga blok di rutan yang dihuni 1.744 narapidana itu. Di antaranya di blok F, G dan J. Setiap sudut blok dan kamar hunian narapidana diperiksa secara ketat dan penuh ketelitian.

“Penggeledahan rutin tetap harus mengedepankan kesopanan, sehingga rutan tetap kondusif,” kata Kakanwil Kemenkumham Jatim Krismono, Sabtu (2/10) malam.

Sebelum penggeledahan dimulai, seluruh narapidana di tiga blok itu diminta keluar dan diperiksa petugas. Usai keluar, petugas mulai masuk ke kamar hunian dan mulai menggeledah. Hasilnya petugas berhasil menemukan sejumlah benda terlarang.

Misalnya pemanas air, benda-benda tajam, kartu permainan hingga instalasi listrik ilegal. Bahkan petugas masih menemukan adanya alat komunikasi berupa telepon genggam. Petugas juga mencium adanya modus baru penyelundupan HP itu.

“Iya kami menemukan modus baru dalam upaya penyelundupan telepon genggam yang diselipkan dalam sebuah buku,” ujar Kepala Rutan Medaeng Wahyu Hendrajati.

Buku itu nampak dimodifikasi sedemikian rupa. Sedikitnya ada sekitar seratus halaman yang direkatkan dengan lem. Pada bagian tengah buku itu, dilubangi untuk menyimpan telepon genggam. Itu mirip dengan modus-modus yang ada dalam film luar negeri.

Hendrajati mengatakan jika pihaknya akan menindaklanjuti temuan itu. HP yang ada itu akan diperiksa untuk memastikan terkait ada tidaknya percakapan yang berguna sebagai bahan deteksi dini di kemudian hari.

Sehingga dari hasil pemeriksaan itu akan dibangun sistem yang lebih ketat lagi untuk meminimalisir masuknya telepon genggam ke dalam rutan.

“Komitmen kami jelas, akan memberantas peredaran telepon genggam di dalam rutan,” bebernya.

Selain menggeledah blok hunian, petugas juga memilih 20 narapidana dan 10 perwakilan pegawai secara acak untuk dites urine. Hal itu untuk mengetahui kandungan narkotika dalam tubuh. Hasil pemeriksaan itu diketahui seluruhnya negatif. (far/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/