alexametrics
29 C
Sidoarjo
Friday, 20 May 2022

Pelaku Kabur, Adin Diduga Dibegal Teman Sendiri

SIDOARJO – Unit Reskrim Polsek Sukodono dibantu Unit Pidum Satreskrim Polresta Sidoarjo langsung bergerak cepat memburu pelaku pembegalan hingga membuat Adin Hariyanto, 26, warga Dusun Keling, Desa Jumputrejo, Sukodono, terluka parah.

Kapolsek Sukodono Iptu Warji’in Krise mengatakan, pihaknya tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku yang melarikan diri. Meski begitu, pihaknya mengaku sudah mengantongi identitas pelaku. Bahkan tidak tanggung-tanggung, ada dua tim yang dibentuk untuk menangani kasus itu. “Usai kejadian itu, tim pertama langsung melakukan olah TKP dan juga memeriksa beberapa saksi-saksi,” katanya, Sabtu (3/10).

Sedikitnya ada sembilan orang saksi yang sudah diperiksa oleh petugas kepolisian. Yaitu terdiri dari keluarga korban dan saksi yang berada di warkop Kebonagung, tempat terakhir korban nongkrong. Keterangan dari beberapa saksi itu, mengerucut pada satu teman korban. “Dugaan awal mengarah ke teman ngopi korban berinisial MZN,” ujar mantan Wakasat Intelkam Polresta Sidoarjo itu.

Informasi itu rupanya tak disia-siakan oleh petugas. Polisi langsung memburu terduga pelaku tersebut di tempat indekostnya yang berada di Jumputrejo. Tujuannya tidak lain untuk meminta keterangannya. Sayangnya terduga pelaku itu sudah tidak ada di tempat. “Nah, dari sana kami semakin curiga dan yakin dengan MZN,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Warjiin mengimbau kepada MZN agar segera menyerahkan diri dengan baik-baik ke petugas. Sebab semua tempat persinggahan MZN sudah dikantongi oleh petugas. Warjiin juga berpesan agar MZN tak melawan petugas. “Kalau sampai membahayakan jiwa petugas di lapangan, maka akan kami ambil tindakan tegas dan terukur,” jelasnya. (far/opi)

SIDOARJO – Unit Reskrim Polsek Sukodono dibantu Unit Pidum Satreskrim Polresta Sidoarjo langsung bergerak cepat memburu pelaku pembegalan hingga membuat Adin Hariyanto, 26, warga Dusun Keling, Desa Jumputrejo, Sukodono, terluka parah.

Kapolsek Sukodono Iptu Warji’in Krise mengatakan, pihaknya tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku yang melarikan diri. Meski begitu, pihaknya mengaku sudah mengantongi identitas pelaku. Bahkan tidak tanggung-tanggung, ada dua tim yang dibentuk untuk menangani kasus itu. “Usai kejadian itu, tim pertama langsung melakukan olah TKP dan juga memeriksa beberapa saksi-saksi,” katanya, Sabtu (3/10).

Sedikitnya ada sembilan orang saksi yang sudah diperiksa oleh petugas kepolisian. Yaitu terdiri dari keluarga korban dan saksi yang berada di warkop Kebonagung, tempat terakhir korban nongkrong. Keterangan dari beberapa saksi itu, mengerucut pada satu teman korban. “Dugaan awal mengarah ke teman ngopi korban berinisial MZN,” ujar mantan Wakasat Intelkam Polresta Sidoarjo itu.

Informasi itu rupanya tak disia-siakan oleh petugas. Polisi langsung memburu terduga pelaku tersebut di tempat indekostnya yang berada di Jumputrejo. Tujuannya tidak lain untuk meminta keterangannya. Sayangnya terduga pelaku itu sudah tidak ada di tempat. “Nah, dari sana kami semakin curiga dan yakin dengan MZN,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Warjiin mengimbau kepada MZN agar segera menyerahkan diri dengan baik-baik ke petugas. Sebab semua tempat persinggahan MZN sudah dikantongi oleh petugas. Warjiin juga berpesan agar MZN tak melawan petugas. “Kalau sampai membahayakan jiwa petugas di lapangan, maka akan kami ambil tindakan tegas dan terukur,” jelasnya. (far/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/