alexametrics
27 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Ngaku Polisi, Buruh Pabrik Pacari dan Setubuhi Mahasiswi Asal Sidoarjo

SIDOARJO – Berbekal jaket berlogo Polri, Rudi Kurniawan, 43, sukses tebar pesona. Buktinya, warga Mojokerto itu pun berhasil menggaet MT, 19, seorang mahasiswi asal Sidoarjo. Keduanya pun berpacaran hingga kerap berhubungan badan.

Modus pria yang bekerja sebagai buruh pabrik di Mojokerto itu pun cukup berhasil menjinakkan hati MT. Awalnya, pelaku berkenalan dengan korban melalui media sosial. Rudi mengaku sebagai anggota Polri yang bertugas di Polda Jatim.

“Pelaku ini mengaku sebagai anggota polisi yang berdinas di Ditreskoba Polda Jatim. Mengaku sebagai duda anak dua,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, Rabu (3/8).

Tak hanya berhasil menggaet MT, Rudi Kurniawan pun berhasil membuat orang tua MT terkesima. Hubungan akrab keduanya selama tiga hingga empat bulan tersebut berujung pacaran. Rudi mulai tebar janji akan menikahi MT.

Iming-iming akan dinikahi oleh Rudi tersebut cukup membuat hati MT percaya begitu saja. Hingga akhirnya Rudi mulai mengajak MT berhubungan badan. Perbuatan tersebut dilakukan Rudi di sebuah rumah penginapan di Sidoarjo.

“Berhubungan badan sudah dua kali Pak,” ujar Rudi saat ditanya Kusumo.

Namun hubungan Rudi dan MT lama-lama membuat orang tua MT gusar. Orang tua MT lantas berusaha mencari tahu informasi tentang Rudi Kurniawan. Rupanya Rudi merupakan pria yang masih beristri dan memiliki dua anak.

Sontak saja orang tua MT terkejut bukan kepalang. Mereka tambah kesal saat mengetahui jika Rudi bukan seorang anggota polisi, melainkan buruh pabrik di Mojokerto. Merasa ditipu, Rudi kemudian dilaporkan ke Polresta Sidoarjo.

“Setelah istrimu tahu apa katanya?,” tanya Kusumo. “Suruh nikahi Pak,” jawab Rudi. “Terus bagaimana keluarga korban?,” tanya Kusumo mencecar. “Tidak mau Pak. Merasa ditipu,” jawab Rudi.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 6 Huruf C UU RI No 12 Tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual. Yaitu dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp 300 juta.

“Kami imbau kalau ada yang mengaku anggota Polri, TNI, atau ASN jangan langsung mudah percaya,” jelas Kusumo. (far/vga)

 

SIDOARJO – Berbekal jaket berlogo Polri, Rudi Kurniawan, 43, sukses tebar pesona. Buktinya, warga Mojokerto itu pun berhasil menggaet MT, 19, seorang mahasiswi asal Sidoarjo. Keduanya pun berpacaran hingga kerap berhubungan badan.

Modus pria yang bekerja sebagai buruh pabrik di Mojokerto itu pun cukup berhasil menjinakkan hati MT. Awalnya, pelaku berkenalan dengan korban melalui media sosial. Rudi mengaku sebagai anggota Polri yang bertugas di Polda Jatim.

“Pelaku ini mengaku sebagai anggota polisi yang berdinas di Ditreskoba Polda Jatim. Mengaku sebagai duda anak dua,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, Rabu (3/8).

Tak hanya berhasil menggaet MT, Rudi Kurniawan pun berhasil membuat orang tua MT terkesima. Hubungan akrab keduanya selama tiga hingga empat bulan tersebut berujung pacaran. Rudi mulai tebar janji akan menikahi MT.

Iming-iming akan dinikahi oleh Rudi tersebut cukup membuat hati MT percaya begitu saja. Hingga akhirnya Rudi mulai mengajak MT berhubungan badan. Perbuatan tersebut dilakukan Rudi di sebuah rumah penginapan di Sidoarjo.

“Berhubungan badan sudah dua kali Pak,” ujar Rudi saat ditanya Kusumo.

Namun hubungan Rudi dan MT lama-lama membuat orang tua MT gusar. Orang tua MT lantas berusaha mencari tahu informasi tentang Rudi Kurniawan. Rupanya Rudi merupakan pria yang masih beristri dan memiliki dua anak.

Sontak saja orang tua MT terkejut bukan kepalang. Mereka tambah kesal saat mengetahui jika Rudi bukan seorang anggota polisi, melainkan buruh pabrik di Mojokerto. Merasa ditipu, Rudi kemudian dilaporkan ke Polresta Sidoarjo.

“Setelah istrimu tahu apa katanya?,” tanya Kusumo. “Suruh nikahi Pak,” jawab Rudi. “Terus bagaimana keluarga korban?,” tanya Kusumo mencecar. “Tidak mau Pak. Merasa ditipu,” jawab Rudi.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 6 Huruf C UU RI No 12 Tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual. Yaitu dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp 300 juta.

“Kami imbau kalau ada yang mengaku anggota Polri, TNI, atau ASN jangan langsung mudah percaya,” jelas Kusumo. (far/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/