alexametrics
27 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Kejari Kembali Periksa Lima Saksi Kasus Pengadaan Seragam Pemkab Sidoarjo

SIDOARJO – Penyidikan dugaan penyalahgunaan keuangan negara pada pengadaan pakaian dinas harian (PDH) Pemkab Sidoarjo tahun anggaran 2019 terus bergulir. Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo kembali memanggil sejumlah saksi untuk diperiksa.

Kasi Intelijen Kejari Sidoarjo Aditya Rakatama mengatakan, tim jaksa penyidik seksi tindak pidana khusus telah memanggil lima saksi untuk diperiksa. Hal itu dilakukan berdasarkan perintah penyidikan No. Print-10/M5.19/Fd.1/07/2022 tanggal 20 Juli 2022.

“Saksi-saksi yang diperiksa yaitu dari Unit Kerja Pengadaan Barang atau Jasa (UKPBJ) sebanyak tiga orang dan dari pihak swasta sebanyak dua orang,” ujarnya, Rabu (3/8).

Menurut Raka, sapaan Aditya Rakatama, pemeriksaan saksi tersebut dilakukan untuk memperkuat pembuktian. Selain itu untuk melengkapi pemberkasan dalam perkara penyidikan dugaan penyalahgunaan keuangan negara tersebut.

“Maka hari ini (kemarin, Red) tim dari seksi tindak pidana pidsus Kejari Sidoarjo kembali memeriksa sejumlah saksi dalam perkara tersebut,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kejari Sidoarjo juga sudah memanggil dan memeriksa 14 orang saksi. Dua di antaranya penyedia barang dan sisanya dari kalangan ASN. Sebab Kejari Sidoarjo menemukan adanya pelanggaran dalam pengadaan PDH tersebut.

Dimana, dalam pengadaan PDH warna kheki dan PDH Jumat, terdapat tahapan yang dilewati atau dilompati. “Sehingga kualitas akhir barang tak sesuai dengan kontrak,” jelasnya. (far/vga)

 

SIDOARJO – Penyidikan dugaan penyalahgunaan keuangan negara pada pengadaan pakaian dinas harian (PDH) Pemkab Sidoarjo tahun anggaran 2019 terus bergulir. Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo kembali memanggil sejumlah saksi untuk diperiksa.

Kasi Intelijen Kejari Sidoarjo Aditya Rakatama mengatakan, tim jaksa penyidik seksi tindak pidana khusus telah memanggil lima saksi untuk diperiksa. Hal itu dilakukan berdasarkan perintah penyidikan No. Print-10/M5.19/Fd.1/07/2022 tanggal 20 Juli 2022.

“Saksi-saksi yang diperiksa yaitu dari Unit Kerja Pengadaan Barang atau Jasa (UKPBJ) sebanyak tiga orang dan dari pihak swasta sebanyak dua orang,” ujarnya, Rabu (3/8).

Menurut Raka, sapaan Aditya Rakatama, pemeriksaan saksi tersebut dilakukan untuk memperkuat pembuktian. Selain itu untuk melengkapi pemberkasan dalam perkara penyidikan dugaan penyalahgunaan keuangan negara tersebut.

“Maka hari ini (kemarin, Red) tim dari seksi tindak pidana pidsus Kejari Sidoarjo kembali memeriksa sejumlah saksi dalam perkara tersebut,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kejari Sidoarjo juga sudah memanggil dan memeriksa 14 orang saksi. Dua di antaranya penyedia barang dan sisanya dari kalangan ASN. Sebab Kejari Sidoarjo menemukan adanya pelanggaran dalam pengadaan PDH tersebut.

Dimana, dalam pengadaan PDH warna kheki dan PDH Jumat, terdapat tahapan yang dilewati atau dilompati. “Sehingga kualitas akhir barang tak sesuai dengan kontrak,” jelasnya. (far/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/