alexametrics
26 C
Sidoarjo
Tuesday, 17 May 2022

Lima kali Beraksi, Penadah Spesialis Barang Curian Dibekuk

SIDOARJO – Cholili, 57, warga Desa Bayeman, RT 01/RW 10, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan dibekuk Unit Reskrim Polsek Sedati. Pasalnya, dia terlibat dalam tindak pidana penadahan hasil pencurian dan atau pencurian satu unit pick up Grand Max, nopol W 9583 NU.

Kapolsek Sedati Iptu Agnis J. Manurung mengatakan, awalnya pihaknya mendapat laporan dari, Moh. Rochim, 57, warga Desa Pepe Sedati yang kehilangan mobil pickup tersebut. Korban terkejut, mobil yang parkir di halaman rumahnya itu lenyap.

“Karena kami mendapat laporan, kamu lalu langsung bertindak cepat menyelidiki kasus tersebut kemudian mengarah ke tersangka,” katanya.

Mobil tersebut ditemukan petugas di sebuah bengkel motor dan mobil di sebuah kawasan Gondang Wetan, Pasuruan. Saat itu, tersangka mengaku mendapat mobil pickup tersebut dari seseorang berinisial O, yang berstatus dalam daftar pencarian orang (DPO).

Tersangka diberi tugas untuk mengubah bentuk dan ciri mobil pickup tersebut. Yaitu mengganti plat nomor, melepas scootlite, melepas aksesoris pelleg ban mobil, melepas besi body mobil hingga mengganti kunci kontak palsu dari aslinya.

“Rupanya tersangka sudah lima kali terlibat dalam aksi tersebut, dan selama ini tersangka menerima uang Rp 1 juta dari O,” ujarnya.

Saat digrebek, petugas mendapati empat mobil pickup lainnya yang diduga bagian dari barang hasil curian. Petugas juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya satu unit mobil pick up Grand Max, nopol W 9583 NU, satu buah kunci stang setir warna kuning.

Selain itu dua buah plat nomor polisi asli W 9583 NU, empat buah tutup peleg ban warna silver dan satu buah kunci kontak palsu mobil warna hitam. Tersangka dijerat dengan pasal 480 ayat 1 KUHP Jo Pasa 363 ayat 1 ke 5 KUHP. “Ancaman selama lima tahun penjara,” jelasnya. (far/opi)

SIDOARJO – Cholili, 57, warga Desa Bayeman, RT 01/RW 10, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan dibekuk Unit Reskrim Polsek Sedati. Pasalnya, dia terlibat dalam tindak pidana penadahan hasil pencurian dan atau pencurian satu unit pick up Grand Max, nopol W 9583 NU.

Kapolsek Sedati Iptu Agnis J. Manurung mengatakan, awalnya pihaknya mendapat laporan dari, Moh. Rochim, 57, warga Desa Pepe Sedati yang kehilangan mobil pickup tersebut. Korban terkejut, mobil yang parkir di halaman rumahnya itu lenyap.

“Karena kami mendapat laporan, kamu lalu langsung bertindak cepat menyelidiki kasus tersebut kemudian mengarah ke tersangka,” katanya.

Mobil tersebut ditemukan petugas di sebuah bengkel motor dan mobil di sebuah kawasan Gondang Wetan, Pasuruan. Saat itu, tersangka mengaku mendapat mobil pickup tersebut dari seseorang berinisial O, yang berstatus dalam daftar pencarian orang (DPO).

Tersangka diberi tugas untuk mengubah bentuk dan ciri mobil pickup tersebut. Yaitu mengganti plat nomor, melepas scootlite, melepas aksesoris pelleg ban mobil, melepas besi body mobil hingga mengganti kunci kontak palsu dari aslinya.

“Rupanya tersangka sudah lima kali terlibat dalam aksi tersebut, dan selama ini tersangka menerima uang Rp 1 juta dari O,” ujarnya.

Saat digrebek, petugas mendapati empat mobil pickup lainnya yang diduga bagian dari barang hasil curian. Petugas juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya satu unit mobil pick up Grand Max, nopol W 9583 NU, satu buah kunci stang setir warna kuning.

Selain itu dua buah plat nomor polisi asli W 9583 NU, empat buah tutup peleg ban warna silver dan satu buah kunci kontak palsu mobil warna hitam. Tersangka dijerat dengan pasal 480 ayat 1 KUHP Jo Pasa 363 ayat 1 ke 5 KUHP. “Ancaman selama lima tahun penjara,” jelasnya. (far/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/