alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Dibegal, Dianiaya, Adin Dibuang di Pinggir Jalan

SIDOARJO – Adin Hariyanto, 26, warga Dusun Keling, Desa Jumputrejo, Sukodono babak belur. Dia terluka parah setelah dibegal dan dibuang di sebuah semak-semak pinggir jalan. Tepatnya di perbatasan antara Desa Anggaswangi dan Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Kamis (1/10) dini hari.

Korban ditemukan oleh Wiyoto, 62, warga Dusun Kweni RT 02/RW 01 Anggaswangi. Saat ditemukan, kondisi wajah korban penuh luka dan berlumuran darah. Dia ditemukan tepat di dekat Punden Mbah Guntur.

Salah satu keluarga korban, Yudi menuturkan, pihaknya mendapat kabar dari polisi jika korban sedang berada di RS Rohman Rohim. Saat itu, keluarga korban terkejut ada petugas kepolisian datang ke rumah dan memberi tahu keadaan korban. “Polisi datang sekitar pukul 03.00 dan hanya memberi kabar dan memastikan jika korban adalah anggota keluarga kami. Karena saat itu korban sulit diajak bicara dan korban tak membawa identitas,” katanya, Jumat (2/10).

Menurut Yudi, korban ditemukan oleh Wiyoto saat hendak pergi ke sawahnya memeriksa aliran air. Wiyoto kaget melihat korban sudah tak sadarkan diri penuh luka. Bahkan Wiyoto sempat ragu mendekat, sebelum akhirnya memberanikan diri memeriksa korban.

Saat itu, korban rupanya masih sadar meski sulit untuk berkomunikasi. Hanya saja, dia masih bisa menyebut namanya, Adin. Kaget dengan hal itu, Wiyoto kemudian melapor ke warga sekitar. Warga lalu melapor ke polisi dan tak lama, anggota Polsek Sukodono tiba di lokasi dan menggelar olah TKP. “Korban kemudian dibawa ke RS Rohman Rohim untuk menjalani perawatan, namun saat ini dirawat di ICU RSUD Sidoarjo, karena ada penggumpalan darah,” tambahnya.

Hasil visum menunjukkan korban mengalami luka di beberapa bagian tubuh. Seperti kepala, rahang kanan patah, tulang leher retak, mata kanan lebam, hidung, bibir dan ada penggumpalan darah. Di sisi lain, sejumlah barang milik korban lenyap.

Kapolsek Sukodono Iptu Warji’in Krise mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan terkait hal itu. Namun dari beberapa keterangan keluarga korban, memang ada barang yang hilang. Seperti motor, HP dan dompet berisi surat-surat korban tidak ditemukan di TKP. “Hilangnya barang-barang ini sementara masih kita selidiki, karena kesulitan mencari saksi. Karena korban belum bisa dimintai keterangan,” jelasnya. (far/nis)

SIDOARJO – Adin Hariyanto, 26, warga Dusun Keling, Desa Jumputrejo, Sukodono babak belur. Dia terluka parah setelah dibegal dan dibuang di sebuah semak-semak pinggir jalan. Tepatnya di perbatasan antara Desa Anggaswangi dan Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Kamis (1/10) dini hari.

Korban ditemukan oleh Wiyoto, 62, warga Dusun Kweni RT 02/RW 01 Anggaswangi. Saat ditemukan, kondisi wajah korban penuh luka dan berlumuran darah. Dia ditemukan tepat di dekat Punden Mbah Guntur.

Salah satu keluarga korban, Yudi menuturkan, pihaknya mendapat kabar dari polisi jika korban sedang berada di RS Rohman Rohim. Saat itu, keluarga korban terkejut ada petugas kepolisian datang ke rumah dan memberi tahu keadaan korban. “Polisi datang sekitar pukul 03.00 dan hanya memberi kabar dan memastikan jika korban adalah anggota keluarga kami. Karena saat itu korban sulit diajak bicara dan korban tak membawa identitas,” katanya, Jumat (2/10).

Menurut Yudi, korban ditemukan oleh Wiyoto saat hendak pergi ke sawahnya memeriksa aliran air. Wiyoto kaget melihat korban sudah tak sadarkan diri penuh luka. Bahkan Wiyoto sempat ragu mendekat, sebelum akhirnya memberanikan diri memeriksa korban.

Saat itu, korban rupanya masih sadar meski sulit untuk berkomunikasi. Hanya saja, dia masih bisa menyebut namanya, Adin. Kaget dengan hal itu, Wiyoto kemudian melapor ke warga sekitar. Warga lalu melapor ke polisi dan tak lama, anggota Polsek Sukodono tiba di lokasi dan menggelar olah TKP. “Korban kemudian dibawa ke RS Rohman Rohim untuk menjalani perawatan, namun saat ini dirawat di ICU RSUD Sidoarjo, karena ada penggumpalan darah,” tambahnya.

Hasil visum menunjukkan korban mengalami luka di beberapa bagian tubuh. Seperti kepala, rahang kanan patah, tulang leher retak, mata kanan lebam, hidung, bibir dan ada penggumpalan darah. Di sisi lain, sejumlah barang milik korban lenyap.

Kapolsek Sukodono Iptu Warji’in Krise mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan terkait hal itu. Namun dari beberapa keterangan keluarga korban, memang ada barang yang hilang. Seperti motor, HP dan dompet berisi surat-surat korban tidak ditemukan di TKP. “Hilangnya barang-barang ini sementara masih kita selidiki, karena kesulitan mencari saksi. Karena korban belum bisa dimintai keterangan,” jelasnya. (far/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/