alexametrics
25 C
Sidoarjo
Friday, 27 May 2022

Jalankan Order Fiktif, Selesman di Krian Dibekuk

SIDOARJO – Achmad Agus Eko Cahyono, warga Krajan Utara RT 03/RW 05 Desa Kampung Baru, Kecamatan Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk, dibekuk Unit Reskrim Polsek Krian. Pria 33 tahun itu terlibat aksi penipuan dan penggelapan dalam jabatan.

Informasi yang berhasil dihimpun Radar Sidoarjo, pelaku merupakan karyawan PT. Fastrata Buana, yang berkantor di Jalan Raya Bypass Krian KM 24 Desa Sidomojo, Krian. Dia bekerja di bagian pemasaran di perusahan distributor makanan tersebut.

Sejak 7 hingga 18 Juli 2020 lalu, tersangka mengajukan order dari toko Hartomoro di Jalan Pagesangan 95 Dukuh Menanggal, Surabaya. Order tersebut berupa produk kopi senilai Rp 31,1 juta.

“Kemudian oleh pihak PT Fastrata Buana dibuatkan surat jalan atau faktur penjualan,” kata Kapolsek Krian, Kompol Mukhlason, Senin (1/3).

Saat tiba di penagihan barang itu, diketahui jika pihak toko Hartomoro tak pernah order atau memesan barang tersebut. Kemudian dilakukan pengecekan ke faktur penjualan lainnya, ternyata diketahui order dilakukan oleh tersangka sebagai selesmen.

Akhirnya perusahaan melaporkan tersangka ke Mapolsek Krian. Akibat kejadian tersebut kerugian materiil mencapai Rp 279 juta lebih. Karena tersangka secara berturut-turut telah melakukan aksi penipuan.

“Yaitu sejak 7-18 Juli 2020, dan barang bukti yang berhasil diamankan yaitu 11 lembar nota faktur penjualan fiktif,” jelasnya. (far/opi)

 

SIDOARJO – Achmad Agus Eko Cahyono, warga Krajan Utara RT 03/RW 05 Desa Kampung Baru, Kecamatan Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk, dibekuk Unit Reskrim Polsek Krian. Pria 33 tahun itu terlibat aksi penipuan dan penggelapan dalam jabatan.

Informasi yang berhasil dihimpun Radar Sidoarjo, pelaku merupakan karyawan PT. Fastrata Buana, yang berkantor di Jalan Raya Bypass Krian KM 24 Desa Sidomojo, Krian. Dia bekerja di bagian pemasaran di perusahan distributor makanan tersebut.

Sejak 7 hingga 18 Juli 2020 lalu, tersangka mengajukan order dari toko Hartomoro di Jalan Pagesangan 95 Dukuh Menanggal, Surabaya. Order tersebut berupa produk kopi senilai Rp 31,1 juta.

“Kemudian oleh pihak PT Fastrata Buana dibuatkan surat jalan atau faktur penjualan,” kata Kapolsek Krian, Kompol Mukhlason, Senin (1/3).

Saat tiba di penagihan barang itu, diketahui jika pihak toko Hartomoro tak pernah order atau memesan barang tersebut. Kemudian dilakukan pengecekan ke faktur penjualan lainnya, ternyata diketahui order dilakukan oleh tersangka sebagai selesmen.

Akhirnya perusahaan melaporkan tersangka ke Mapolsek Krian. Akibat kejadian tersebut kerugian materiil mencapai Rp 279 juta lebih. Karena tersangka secara berturut-turut telah melakukan aksi penipuan.

“Yaitu sejak 7-18 Juli 2020, dan barang bukti yang berhasil diamankan yaitu 11 lembar nota faktur penjualan fiktif,” jelasnya. (far/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/