alexametrics
25 C
Sidoarjo
Friday, 27 May 2022

Pelanggar Menurun, Denda Pelanggar Prokes Ikut Turun

SIDOARJO – Sebanyak 719 pelanggar protokol kesehatan (prokes) menjalani sidang tipiring operasi Yustisi di gedung Tenis Indie GOR Delta Sidoarjo, Kamis (1/10) pagi. Jumlah pelanggar prokes tersebut merupakan hasil operasi yustisi selama sepakan.

Meski begitu, ada sekitar 300 pelanggar yang tidak hadir untuk mengikuti sidang tersebut. Namun dalam sidang tersebut, hakim memberikan hukuman denda cukup bervariasi dibanding pada sidang yang sama pekan lalu. “Mengingat ekonomi saat ini dan melihat daerah-daerah lain, maka dendanya juga ada yang dikenai Rp 50 ribu,” kata Kasatpol PP Sidoarjo Widyantoro.

Sementara dari data yang berhasil dihimpun, ada 417 pelanggar yang dikenai denda Rp 50 ribu, serta dua pelanggar sebesar Rp 100 ribu. Wiwid, sapaan Widyantoro menuturkan, penurunan besaran denda bagi pelanggar prokes itu tidak begitu masalah baginya.

Namun demikian, yang paling penting bagi Wiwid adalah target kepatuhan masyarakat untuk tetap bisa mematuhi prokes dapat semakin tinggi. Sebab jika melihat jumlah angka pelanggar prokes tersebut, mengalami penurunan sebesar 10 persen. “Jadi targetnya bukan besar-besaran, tapi bagaimana masyarakat bisa patuh terhadap protokol kesehatan, dan uang yang masuk ke kas daerah itu akan digunakan untuk penanganan Covid-19,” jelasnya.

Hakim yang menyidang para pelangar, Afandi Widarijanto mengatakan, penurunan denda itu dilakukan karena melihat kesadaran dari masyarakat tinggi, dan tren pelanggaran juga menurun. Sehingga dendanya juga harus diturunkan. Sebelumnya, denda mencapai Rp 150 ribu.

Namun untuk pelanggar seperti warung, maka dikenai sebesar Rp 100 ribu. Menurut dia, ketentuan itu adalah hak prerogratif dari hakim. Sebab dalam peraturannya hanya mengatur besaran denda maksimal. “Maka kami lihat di Sidoarjo trennya bagaimana, dan kami sesuaikan,” jelasnya. (far/opi)

SIDOARJO – Sebanyak 719 pelanggar protokol kesehatan (prokes) menjalani sidang tipiring operasi Yustisi di gedung Tenis Indie GOR Delta Sidoarjo, Kamis (1/10) pagi. Jumlah pelanggar prokes tersebut merupakan hasil operasi yustisi selama sepakan.

Meski begitu, ada sekitar 300 pelanggar yang tidak hadir untuk mengikuti sidang tersebut. Namun dalam sidang tersebut, hakim memberikan hukuman denda cukup bervariasi dibanding pada sidang yang sama pekan lalu. “Mengingat ekonomi saat ini dan melihat daerah-daerah lain, maka dendanya juga ada yang dikenai Rp 50 ribu,” kata Kasatpol PP Sidoarjo Widyantoro.

Sementara dari data yang berhasil dihimpun, ada 417 pelanggar yang dikenai denda Rp 50 ribu, serta dua pelanggar sebesar Rp 100 ribu. Wiwid, sapaan Widyantoro menuturkan, penurunan besaran denda bagi pelanggar prokes itu tidak begitu masalah baginya.

Namun demikian, yang paling penting bagi Wiwid adalah target kepatuhan masyarakat untuk tetap bisa mematuhi prokes dapat semakin tinggi. Sebab jika melihat jumlah angka pelanggar prokes tersebut, mengalami penurunan sebesar 10 persen. “Jadi targetnya bukan besar-besaran, tapi bagaimana masyarakat bisa patuh terhadap protokol kesehatan, dan uang yang masuk ke kas daerah itu akan digunakan untuk penanganan Covid-19,” jelasnya.

Hakim yang menyidang para pelangar, Afandi Widarijanto mengatakan, penurunan denda itu dilakukan karena melihat kesadaran dari masyarakat tinggi, dan tren pelanggaran juga menurun. Sehingga dendanya juga harus diturunkan. Sebelumnya, denda mencapai Rp 150 ribu.

Namun untuk pelanggar seperti warung, maka dikenai sebesar Rp 100 ribu. Menurut dia, ketentuan itu adalah hak prerogratif dari hakim. Sebab dalam peraturannya hanya mengatur besaran denda maksimal. “Maka kami lihat di Sidoarjo trennya bagaimana, dan kami sesuaikan,” jelasnya. (far/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/