alexametrics
27 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Dijanjikan Rp 100 Juta, Penembak Juragan Rongsokan Belum Dibayar

SIDOARJO – Motif penembakan terhadap Moh Sabar, 36, di bawah Flyover Tenggulunan, Senin (27/6) malam terungkap. Dugaannya karena dendam pribadi pria berinial E. Pria yang diduga kuat sebagai otak penembakan juragan rongsokan itu saat ini masih dalam pengejaran polisi.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, eksekutor penembakan berhasil diamankan. Pelaku tak lain adalah JO. Dia merupakan orang yang diminta E untuk mengeksekusi Sabar. JO ditangkap di wilayah Sokobanah, Sampang, sehari usai insiden penembakan.

Sementara dari hasil keterangan pelaku dan sejumlah saksi, E diduga memiliki dendam pribadi terhadap Sabar sejak lima tahun lalu. Dimana E merasa jika istrinya diganggu oleh Sabar. “Istilahnya E merasa istrinya telah diganggu oleh korban,” ujar Kusumo, Jumat (1/7).

JO, lanjut Kusumo, baru mendapat order dari E untuk mengeksekusi Sabar sejak dua pekan sebelum insiden penembakan. Dimana JO dijanjikan akan mendapatkan bayaran Rp 100 juta oleh E. Namun uang tersebut belum diterima JO.

JO menembak korban sebanyak dua kali saat melakukan aksinya. Sehingga Sabar mengalami luka di lengan kiri hingga tembus ke dada. Tak hanya itu, ada luka di leher kiri tembus leher kanan. Sehingga korban sempat mengalami kritis.

“Hingga akhirnya nyawa korban pun tak tertolong usai dirawat intensif selama dua sampai tiga hari,” beber Kusumo.

Sedangkan dari hasil penangkapan JO, petugas berhasil menyita barang bukti berupa senjata api yang dipakai JO. Senpi itu berasal dari E. Meski begitu, senjata api tersebut masih akan dikirimkan ke Labfor Polda Jatim.

Tujuannya untuk dicocokkan dengan proyektil dan selongsong peluru yang diamankan lebih dahulu. Sehingga nantinya dapat diketahui jenis senjata itu. Apakah rakitan atau dari pabrikan. Di samping itu, petugas juga berhasil menyita barang bukti berupa jaket.

Barang bukti jaket ojek online (ojol) yang dipakai JO tersebut sempat dibuang. Termasuk helm yang dipakai JO. Namun petugas berhasil menemukan barang bukti tersebut. “Barang bukti ini sesuai dengan keterangan sejumlah saksi,” paparnya.

Akibat perbuatannya, JO diancam hukuman mati atau seumur hidup sesuai pasal 340 KUHP. Tindakan JO merupakan pembunuhan berencana. Selain itu dijerat pasal 355 ayat (2) dengan pidana paling lama 15 tahun.

Terkahir pasal 351 ayat (3) dengan pidana paling lama tujuh tahun. “Jadi banyak UU yang kami jerat dan berlapis. Karena kejahatannya sudah direncanakan untuk membunuh korban,” jelansya. (far/vga)

SIDOARJO – Motif penembakan terhadap Moh Sabar, 36, di bawah Flyover Tenggulunan, Senin (27/6) malam terungkap. Dugaannya karena dendam pribadi pria berinial E. Pria yang diduga kuat sebagai otak penembakan juragan rongsokan itu saat ini masih dalam pengejaran polisi.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, eksekutor penembakan berhasil diamankan. Pelaku tak lain adalah JO. Dia merupakan orang yang diminta E untuk mengeksekusi Sabar. JO ditangkap di wilayah Sokobanah, Sampang, sehari usai insiden penembakan.

Sementara dari hasil keterangan pelaku dan sejumlah saksi, E diduga memiliki dendam pribadi terhadap Sabar sejak lima tahun lalu. Dimana E merasa jika istrinya diganggu oleh Sabar. “Istilahnya E merasa istrinya telah diganggu oleh korban,” ujar Kusumo, Jumat (1/7).

JO, lanjut Kusumo, baru mendapat order dari E untuk mengeksekusi Sabar sejak dua pekan sebelum insiden penembakan. Dimana JO dijanjikan akan mendapatkan bayaran Rp 100 juta oleh E. Namun uang tersebut belum diterima JO.

JO menembak korban sebanyak dua kali saat melakukan aksinya. Sehingga Sabar mengalami luka di lengan kiri hingga tembus ke dada. Tak hanya itu, ada luka di leher kiri tembus leher kanan. Sehingga korban sempat mengalami kritis.

“Hingga akhirnya nyawa korban pun tak tertolong usai dirawat intensif selama dua sampai tiga hari,” beber Kusumo.

Sedangkan dari hasil penangkapan JO, petugas berhasil menyita barang bukti berupa senjata api yang dipakai JO. Senpi itu berasal dari E. Meski begitu, senjata api tersebut masih akan dikirimkan ke Labfor Polda Jatim.

Tujuannya untuk dicocokkan dengan proyektil dan selongsong peluru yang diamankan lebih dahulu. Sehingga nantinya dapat diketahui jenis senjata itu. Apakah rakitan atau dari pabrikan. Di samping itu, petugas juga berhasil menyita barang bukti berupa jaket.

Barang bukti jaket ojek online (ojol) yang dipakai JO tersebut sempat dibuang. Termasuk helm yang dipakai JO. Namun petugas berhasil menemukan barang bukti tersebut. “Barang bukti ini sesuai dengan keterangan sejumlah saksi,” paparnya.

Akibat perbuatannya, JO diancam hukuman mati atau seumur hidup sesuai pasal 340 KUHP. Tindakan JO merupakan pembunuhan berencana. Selain itu dijerat pasal 355 ayat (2) dengan pidana paling lama 15 tahun.

Terkahir pasal 351 ayat (3) dengan pidana paling lama tujuh tahun. “Jadi banyak UU yang kami jerat dan berlapis. Karena kejahatannya sudah direncanakan untuk membunuh korban,” jelansya. (far/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/