RADAR SIDOARJO - Halaman parkir Ramayana Ciplaz Sidoarjo berubah menjadi lautan semangat pada Minggu (15/2) pagi. Ratusan warga tumpah ruah dalam gelaran Pedestrian Fun Sunday dan UMKM Festival 2026, sebuah pesta rakyat yang menandai momentum istimewa, Hari Jadi ke-167 Kabupaten Sidoarjo, HUT ke-17 Radar Sidoarjo, serta HUT ke-25 Radar Surabaya.
Di tengah riuhnya suasana, kehadiran para Kader Lingkungan Desa Gelam, Kecamatan Candi, mencuri perhatian. Bukan sekadar hadir, mereka datang dengan misi membawa semangat perubahan dan loyalitas terhadap kemitraan lokal yang telah terjalin belasan tahun.
Ketua Kader Lingkungan PKK Desa Gelam, Sri Astuti Ningsih yang juga merupakan Ibu Kepala Desa Gelam mengungkapkan, partisipasi mereka adalah bentuk apresiasi atas dukungan berkelanjutan media terhadap pembangunan desa.
Sejak menjabat sebagai Ketua TP PKK pada 2010, Sri Astuti telah menyulap Desa Gelam menjadi langganan juara. Tak main-main, desa ini telah mengoleksi trofi di berbagai tingkatan.
"Kita meraih juara lomba lingkungan bersih itu mulai tahun 2010. Pernah meraih tiga kali juara di tingkat kabupaten, yakni di RW 5, RW 1, dan RW 3. Bahkan, kita pernah masuk 10 besar ProKlim seluruh Indonesia," ujar Sri Astuti kepada Radar Sidoarjo.
Selain urusan lingkungan, Desa Gelam juga diakui sebagai garda terdepan dalam tata kelola administrasi. Mereka sukses menyabet juara satu tingkat Kabupaten Sidoarjo dan menjadi desa percontohan administrasi se-Kecamatan Candi dengan kategori sangat baik.
Membawa 20 personel kader untuk memeriahkan acara dengan senam dan yel-yel Gemah Ripah Loh Jinawi, Sri Astuti menekankan bahwa kerja sama dengan Radar Sidoarjo adalah salah satu kunci eksistensi desa di mata publik.
Ia berharap sinergi ini tidak lekang oleh waktu, bahkan jika kelak terjadi pergantian kepemimpinan di desa. Baginya, prestasi adalah amanah yang harus ditinggalkan sebagai warisan.
"Targetnya bukan untuk kebanggaan saya sendiri. Saya menjalankan amanah dari Yang Maha Kuasa untuk membuat Desa Gelam menjadi lebih baik. Saya ingin ada perubahan nyata dari sebuah kepemimpinan, tidak stagnan," tegasnya. (dik/gun)
Editor : Guntur Irianto