RADAR SIDOARJO - Warga di sekitar Dam Bono, Desa Sedati Gede, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, kembali dibuat resah.
Sungai yang melintas di wilayah mereka mendadak dipenuhi busa putih pekat disertai bau menyengat, Senin (19/1). Fenomena itu sontak menghebohkan warga dan viral di media sosial.
Pantauan Radar Sidoarjo di lokasi menunjukkan busa putih menyerupai air sabun menutup aliran Sungai Bono, mulai dari Dam Bono hingga mengarah ke utara.
Tak hanya itu, ratusan ikan terlihat berenang tidak normal, sebagian meloncat-loncat ke pinggiran sungai seperti mabuk, diduga akibat keracunan.
Kondisi tersebut menambah kekhawatiran warga. Apalagi, beberapa bulan sebelumnya sungai yang sama juga sempat berubah warna. Bau tak sedap kini tercium hingga radius sekitar 10 meter dari aliran sungai.
Salah seorang warga, Sugeng mengatakan fenomena busa itu sudah terjadi sejak Sabtu (17/1) dini hari dan bertahan hingga hari ini.
“Busanya itu mulai ada dari jam 2 pagi, nyangkut di Bendungan Bono. Baunya tidak enak, sudah mulai bau sejauh 10 meter,” ujar pria 44 tahun tersebut.
Sugeng menduga, busa tersebut berasal dari limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dibuang secara sembarangan oleh pabrik di kawasan Kecamatan Gedangan. Menurutnya, selama tiga hari terakhir kondisi Sungai Bono semakin parah.
“Sudah tiga hari ini banyak ikan yang mati. Itu banyak ikan kutuk (gabus) yang melompat-lompat di pinggir sungai, sepertinya keracunan limbah ini,” katanya.
Dugaan serupa juga disampaikan warga lainnya, Aminin. Ia meyakini limbah tersebut sengaja dibuang pada malam hingga dini hari untuk menghindari perhatian warga.
“Sepertinya limbah B3 ini dari pabrik yang ada di Gedangan. Mereka membuang limbahnya pada malam hari, biar tidak ketahuan sama warga, kan cepat hilang terbawa air,” ucap pria 50 tahun tersebut.
Tak hanya mencemari air dan menimbulkan bau menyengat, kematian puluhan ikan di Sungai Bono juga membuat aroma busuk semakin menyebar, mengingat sungai tersebut bermuara langsung ke laut.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo telah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan kualitas air sungai. Tim DLHK diketahui datang pada Senin (19/1) sekitar pukul 11.10 guna mengambil sampel air dan memastikan tingkat pencemaran serta dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista