Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Tegur 50 Pengendara Terindikasi Balap Liar di Pucang dan Waru Sidoarjo

Diky Putra Sansiri • Rabu, 26 November 2025 | 20:17 WIB
MELANGGAR ATURAN: Polisi tegur pengendara motor di Sidoarjo.
MELANGGAR ATURAN: Polisi tegur pengendara motor di Sidoarjo.

RADAR SIDOARJO - Di hari ke-10 Operasi Zebra Semeru 2025, Satlantas Polresta Sidoarjo melakukan penertiban di sejumlah lokasi yang rawan digunakan untuk balap liar.

Tidak ada razia mendadak atau kejar-kejaran. Petugas justru memilih pendekatan humanis dengan menegur para remaja yang terindikasi akan melakukan aksi berbahaya tersebut.

Langkah ini diambil untuk memutus tradisi balap liar yang semakin meresahkan dan membahayakan keselamatan pengendara maupun warga sekitar.

Sejumlah titik yang kerap digunakan untuk trek-trekan, seperti kawasan Pucang, Sidoarjo, dan Lingkar Mas, Waru, menjadi sasaran penyisiran pada dini hari. Dalam operasi tersebut, petugas menemukan berbagai pelanggaran, mulai dari tidak memakai helm, berboncengan lebih dari dua orang, menggunakan motor protolan yang tidak sesuai spektek, hingga memakai knalpot brong.

Kanit Turjawali Satlantas Polresta Sidoarjo, AKP Ali Rifqi Mubarok, menegaskan bahwa pendekatan persuasif merupakan strategi agar pesan keselamatan lebih mudah diterima terutama oleh kalangan muda.

“Kami tidak serta-merta melakukan penindakan. Kami berikan peneguran kepada para remaja yang diindikasi akan melakukan balap liar,” ujar AKP Ali, Rabu (26/11).

Sebanyak 50 motor yang diduga akan digunakan untuk balap liar sempat diamankan sementara untuk diberikan teguran dan edukasi. Para pemotor diberi penjelasan mengenai risiko fatal apabila tetap nekat melakukan aksi tersebut.

“Kami berikan peneguran saja, agar jangan trek-trekan, balap liar. Karena membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain,” tegasnya.

AKP Ali menambahkan, pengawasan seperti ini dilakukan rutin di berbagai titik rawan pada jam-jam rawan, yakni tengah malam hingga dini hari. Operasi Zebra Semeru tahun ini pun tidak hanya berfokus pada penertiban, melainkan pembentukan perilaku berkendara yang lebih aman dalam jangka panjang.

“Operasi Zebra Semeru 2025 bukan hanya soal menertibkan, tetapi membangun kesadaran keselamatan yang benar-benar dipahami masyarakat,” pungkasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Satlantas #zebra #Balap Liar #Operasi #Waru