Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Sampaikan Visi Misi, Disperindag Sidoarjo Janji Bantu IKM dan UKM Bersaing di Pasar Global

M Saiful Rohman • Jumat, 21 Maret 2025 | 21:39 WIB
DAYA SAING : Kepala Disperindag Sidoarjo, Widiyantoro Basuki saat memaparkan visi misi program untuk IKM dan UKM di Sidoarjo. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
DAYA SAING : Kepala Disperindag Sidoarjo, Widiyantoro Basuki saat memaparkan visi misi program untuk IKM dan UKM di Sidoarjo. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo memaparkan visi dan misinya dalam menangani isu strategis pembangunan daerah. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya saing industri dan perdagangan di Sidoarjo.

Dalam penyampaian visi misi ini, untuk bidang perindustrian, Disperindag Sidoarjo menyoroti perlunya pengembangan database. Ini diperlukan untuk pemetaan kualitas dan pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM). 

Selain itu, rendahnya jumlah IKM yang telah terstandarisasi juga menjadi perhatian utama pemerintah daerah. "Sebagai langkah jangka pendek, kami akan melakukan pendataan IKM dan sentra industri untuk mendapatkan data yang lebih akurat," ucap Kepala Disperindag Sidoarjo, Widiyantoro Basuki saat presentasi. 

Ia menyampaikan, akan menyusun dokumen Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK) sebagai acuan dalam pengembangan industri lokal.

Sementara, untuk meningkatkan daya saing, Disperindag akan memfasilitasi uji laboratorium bagi 30 IKM dan membantu pendaftaran merek bagi 100 IKM. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk-produk lokal Sidoarjo.

Pada tahap jangka menengah, Disperindag akan melakukan validasi data IKM secara terpilah agar kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran. "Selain itu, kami akan menjalin sinergi dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) agar IKM mampu bersaing di pasar global," ujarnya. 

Dalam jangka panjang, pihaknya akan meningkatkan daya saing IKM melalui inovasi berbasis data yang lebih akurat. Selain itu, platform digital akan dibangun untuk pemetaan, evaluasi dan pendampingan berkelanjutan bagi pelaku industri.

Ia juga menyampaikan, untuk sektor perdagangan, Wiwit mencatat banyak produk UKM Kota Delta yang layak ekspor namun semuanya terkendala prosedur administrasi dan teknis. "Begitu pula harga barang kebutuhan pokok yang tidak stabil, saya rasa itu memerlukan intervensi," jelasnya. 

Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap standarisasi alat ukur, takaran dan timbangan juga menjadi kendala di sektor perdagangan. 

"Dalam jangka pendek, kami akan mengadakan sosialisasi dan pembinaan prosedur ekspor bagi UKM, kami juga akan melaksanakan operasi pasar serta memperbarui harga bahan pokok melalui aplikasi SIBAPO dan INDAGO," terangnya. 

Pada tahap jangka menengah, Wiwit berencana membentuk Klinik Ekspor. Tujuannya untuk mendukung program prioritas Kementerian Perdagangan RI, UMKM Bisa Ekspor.

"Program tersebut kami harapkan dapat membantu UKM mengatasi kendala ekspor yang selama ini dihadapi," katanya. 

Ia juga sudah menyusun visi misi untuk jangka panjangnya. Disperindag Sidoarjo akan membentuk jaringan komunitas ekspor yang terdiri dari pengusaha dan pelaku bisnis. "Selain itu, kami akan membangun identitas produk unggulan Sidoarjo melalui kampanye digital dengan promosi di berbagai media dan marketplace," bebernya. (sai/gun)

Editor : Guntur Irianto
#Program #Pasar #presentasi #pemkab #UKM #IKM #OPD #Disperindag #Janji #visi misi