SIDOARJO - Majlis Tafsir Alquran (MTA) perwakilan Sidoarjo sudah diresmikan sejak 2010. Hingga kini, MTA Sidoarjo berlokasi di Perumahan Tambak Rejo Indah, Jalan Ikan Tongkol, Desa Tambak Rejo, Kecamatan Waru.
Didirikannya MTA tujuannya untuk mengusung dakwah dalam bentuk pelaksanaan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, juga pengajian rutin yang mempelajari Tafsir Alquran dan Hadits Nabi Muhammad SAW.
Ketua MTA Perwakilan Sidoarjo Agus Suprayitno mengatakan, MTA didirikan sejak 1972 oleh almarhum Al Ustadz Abdullah Thufail Saputra yang berpusat di Surakarta, Solo Raya.
Menurut pria 53 tahun tersebut, MTA sudah resmi didaftarkan sebagai badan hukum dalam bentuk yayasan yang legalitasnya sudah memenuhi persyaratan.
"Struktur kelembagaan terdiri dari MTA pusat, perwakilan dan cabang. Ada 759 perwakilan dan cabang, terdiri dari 166 perwakilan dan 593 cabang yang tersebar dari Aceh hingga Merauke," ujarnya, Selasa (28/5)
Dalam pelaksanaannya, selain mengamalkan Alquran dan As Sunnah, kehidupan bersama menuntut adanya berbagai kegiatan yang terorganisir untuk menunjang dakwah.
"Kegiatan yang dilaksanakan rutin, yakni kajian gelombang yang dilaksanakan setiap Sabtu, mulai dari Ashar hingga Maghrib. Diikuti oleh 60 peserta," ungkapnya.
Lebih lanjut, mendekati Hari Raya Idul Adha, MTA perwakilan Sidoarjo akan menyembelih sapi sejumlah tujuh ekor sapi. Kegiatan tersebut sudah dilaksanakan sejak 2010.
"Setiap tahun melaksanakan Qurban dibagikan untuk masyarakat sekitar. Rata-rata setiap tahun kita menyembelih enam atau tujuh ekor sapi," imbuhnya.
Selain itu, ada donor darah yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Tidak hanya diikuti anggota MTA tetapi juga diikuti masyarakat sekitar.
"Rata-rata terambil 50-60 kantong darah, bekerjasama dengan PMI Sidoarjo. Untuk 17 Agustus, kita membagikan paket kemerdekaan berupa sembako," terangnya.
Paket kemerdekaan dibagikan harapannya agar masyarakat di sekitar majlis tidak ada yang kelaparan. Karena hari tersebut merupakan hari kemerdekaan. Selain itu, di Ramadan ada bagi-bagi takjil.
Keunggulan lainnya, MTA mempunyai tim SAR dan relawan untuk membantu jika ada kejadian seperti tanah longsor, banjir, erupsi gunung, pencarian orang hilang, dan terbawa arus baik di Sidoarjo maupun Jawa Timur.
"Karena memang MTA itu mengusung dakwah, tidak hanya mengaji aja tapi itu adalah bentuk pelaksanaan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.
Dia berharap, dengan adanya MTA ini dapat membawa berkah bagi lingkungan. Oleh karena itu, selain pengajian rutin yang diselenggarakan, MTA memiliki divisi khusus yang menangani bidang pendidikan baik formal maupun non formal.
"Berbagai kegiatan sosial juga dilakukan bukan hanya untuk warga MTA melainkan juga untuk masyarakat pada umumnya," tandasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista