SIDOARJO - Terkait permasalahan TPS Terminal Purabaya, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo mulai melakukan konsolidasi dengan warga dan Pemerintah Desa Bungurasih. Pihaknya juga terus melakukan komunikasi dengan Satuan Pelaksana Terminal Purabaya.
Hal tersebut guna mencegah adanya penumpukan sampah kembali. Sebab beberapa minggu yang lalu sampah TPS Terminal Purabaya menggunung dan menuai kritikan.
"Terkait penumpukan sudah klir hari itu juga, sekarang DLHK sedang konsolidasi antara Pemerintah Desa Bungurasih, warga dan Satpel Terminal Purabaya," ucap Kepala UPTD TPA Griyo Mulyo Hajid Arif Hidayat kepada Radar Sidoarjo.
Hajid menjelaskan, TPS Terminal Purabaya merupakan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R). Nantinya akan dikelola oleh warga dari tiga desa. Yakni Bungurasih, Kedungrejo dan Medaeng.
Tujuannya membentuk kelembagaan pengelola sampah profesional dari warga dan Terminal Purabaya. Karenanya, pengelola diharuskan dapat mengoperasionalkan TPS3R baik secara teknis maupun manajemen.
"Agar sampah tidak sekadar dikumpul lalu diangkut ke TPA, tetapi ada upaya pengurangan di TPS3R," ujarnya.
Oleh karena itu, langkah tersebut membutuhkan dukungan berupa kontribusi iuran sampah dari warga, kios dan tenan di terminal. Iuran itu nantinya digunakan untuk biaya pengumpulan sampah.
Selain itu iuran tersebut juga digunakan untuk operasional TPS3R. Serta biaya retribusi untuk pengangkutan residu sampah ke TPA.
"Nah, terkait porsi retribusi inilah yg masih ada sedikir kendala," ungkapnya.
Meski begitu, Hajid menyebut jika rencana tersebut terus berjalan dengan baik. Baginya apa yang sudah direncanakan terus memberikan progres yang baik bagi keberlangsungan pengelolaan sampah di Sidoarjo. (sai/nis)
Editor : Annisa Firdausi