alexametrics
26 C
Sidoarjo
Friday, 20 May 2022

Jalan Diperlebar, 54 Pedagang Pasar Suko Direlokasi

SIDOARJO – Jalan di sisi selatan Pasar Suko, Kecamatan Sidoarjo bakal diperlebar. Hal tersebut mengharuskan pembongkaran pada sebagian bangunan pasar milik Desa Suko. Dampaknya, sebanyak 54 pedagang pasar harus direlokasi.

Kasi Pemerintahan Kecamatan Sidoarjo Dharma Putro Prakoso menjelaskan, bangunan yang akan dibongkar tersebut adalah eks Balai Desa Suko lama. Pasalnya, saat itu Pemdes Suko mendapat hibah prasarana sarana dan utilitas umum (PSU) dari pengembang perumahan di sana. Tujuannya untuk dibangunkan balai desa baru. Sesuai keputusan bupati tahun 1997 kemudian eks balai desa menjadi aset dan sudah diserahkan ke pemkab.

“Karena mau ada pelebaran jalan, eks balai desa akan dibongkar,” katanya, Minggu (31/10).

Lambat laun, eks balai desa tersebut dipakai masyarakat berjualan. Nah, dalam SK Bupati itu eks balai desa hanya digunakan sebagai lahan parkir. Namun nyatanya digunakan pedagang berjualan.

“Selama ini dalam pemanfaatan eks balai desa tersebut pemda tidak mendapat pemasukan,” jelasnya.

Mantan ajudan wakil bupati itu mengatakan, ada 54 lapak dan kios yang terdampak. Kesepakatan bersama pemdes, kecamatan dan pemkab pedagang tersebut direlokasi di sisi utara. Tepatnya di pasar sayur, pasar yang dikelola pemkab.

Pedagang direlokasi sementara ke pasar sayur hingga dibangunkan pasar yang baru oleh pemdes. Rencananya di lapangan Desa Suko, menggunakan bantuan keuangan khusus (BKK) tahun 2022.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo Hoedy Prasetya menambahkan, pihaknya telah mensosialisasikan rencana relokasi ini pada para pedagang. Proses relokasi mulai Senin (1/11) hingga Sabtu (13/11). (rpp/vga)

 

SIDOARJO – Jalan di sisi selatan Pasar Suko, Kecamatan Sidoarjo bakal diperlebar. Hal tersebut mengharuskan pembongkaran pada sebagian bangunan pasar milik Desa Suko. Dampaknya, sebanyak 54 pedagang pasar harus direlokasi.

Kasi Pemerintahan Kecamatan Sidoarjo Dharma Putro Prakoso menjelaskan, bangunan yang akan dibongkar tersebut adalah eks Balai Desa Suko lama. Pasalnya, saat itu Pemdes Suko mendapat hibah prasarana sarana dan utilitas umum (PSU) dari pengembang perumahan di sana. Tujuannya untuk dibangunkan balai desa baru. Sesuai keputusan bupati tahun 1997 kemudian eks balai desa menjadi aset dan sudah diserahkan ke pemkab.

“Karena mau ada pelebaran jalan, eks balai desa akan dibongkar,” katanya, Minggu (31/10).

Lambat laun, eks balai desa tersebut dipakai masyarakat berjualan. Nah, dalam SK Bupati itu eks balai desa hanya digunakan sebagai lahan parkir. Namun nyatanya digunakan pedagang berjualan.

“Selama ini dalam pemanfaatan eks balai desa tersebut pemda tidak mendapat pemasukan,” jelasnya.

Mantan ajudan wakil bupati itu mengatakan, ada 54 lapak dan kios yang terdampak. Kesepakatan bersama pemdes, kecamatan dan pemkab pedagang tersebut direlokasi di sisi utara. Tepatnya di pasar sayur, pasar yang dikelola pemkab.

Pedagang direlokasi sementara ke pasar sayur hingga dibangunkan pasar yang baru oleh pemdes. Rencananya di lapangan Desa Suko, menggunakan bantuan keuangan khusus (BKK) tahun 2022.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo Hoedy Prasetya menambahkan, pihaknya telah mensosialisasikan rencana relokasi ini pada para pedagang. Proses relokasi mulai Senin (1/11) hingga Sabtu (13/11). (rpp/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/