alexametrics
27 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

PTM Terbatas, Komisi D Ingatkan Pemenuhan Sarpras

SIDOARJO – Komisi D DPRD Sidoarjo mendorong agar vaksinasi untuk pelajar lebih digencarkan lagi. Hal itu sebagai bentuk pendampingan karena Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas sudah mulai dilaksanakan.

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Bangun Winarso mengatakan, meski sudah diizinkan PTM namun belum seluruh siswa divaksin. Karena itu vaksinasi tetap harus digencarkan lagi.

“Itu juga untuk tujuan herd immunity,” katanya, Senin (30/8).

Politikus PAN itu menambahkan, selain soal vaksin, pemerintah daerah juga perlu turun membantu penyediaan sarana dan prasarana (sarpras) untuk PTM. Termasuk sejumlah perlengkapan untuk menunjang protokol kesehatan (prokes).

Menurutnya, pemenuhan sarpras penunjang untuk masing-masing sekolah saat ini dicukupi dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Nominalnya setiap sekolah berbeda-beda.

Itulah yang menyebabkan masih ada sebagian sekolah yang masih belum sepenuhnya memiliki sarpras penunjang prokes tersebut.

“Saat ini masih ada sebagian kecil sekolah yang belum memenuhi kriteria sarpras. Itu karena jumlah siswanya yang sedikit,” sambungnya.

Dengan dukungan sarpras itu diharapkan PTM yang sudah berjalan bisa optimal. Dan diharapkan tidak menjadi klaster penularan Covid-19.

Komisi D juga akan mendukung penyediaan sarpras. Apalagi soal kebutuhan dasar masyarakat Sidoarjo. Yakni pendidikan. (son/vga)

SIDOARJO – Komisi D DPRD Sidoarjo mendorong agar vaksinasi untuk pelajar lebih digencarkan lagi. Hal itu sebagai bentuk pendampingan karena Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas sudah mulai dilaksanakan.

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Bangun Winarso mengatakan, meski sudah diizinkan PTM namun belum seluruh siswa divaksin. Karena itu vaksinasi tetap harus digencarkan lagi.

“Itu juga untuk tujuan herd immunity,” katanya, Senin (30/8).

Politikus PAN itu menambahkan, selain soal vaksin, pemerintah daerah juga perlu turun membantu penyediaan sarana dan prasarana (sarpras) untuk PTM. Termasuk sejumlah perlengkapan untuk menunjang protokol kesehatan (prokes).

Menurutnya, pemenuhan sarpras penunjang untuk masing-masing sekolah saat ini dicukupi dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Nominalnya setiap sekolah berbeda-beda.

Itulah yang menyebabkan masih ada sebagian sekolah yang masih belum sepenuhnya memiliki sarpras penunjang prokes tersebut.

“Saat ini masih ada sebagian kecil sekolah yang belum memenuhi kriteria sarpras. Itu karena jumlah siswanya yang sedikit,” sambungnya.

Dengan dukungan sarpras itu diharapkan PTM yang sudah berjalan bisa optimal. Dan diharapkan tidak menjadi klaster penularan Covid-19.

Komisi D juga akan mendukung penyediaan sarpras. Apalagi soal kebutuhan dasar masyarakat Sidoarjo. Yakni pendidikan. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/