alexametrics
31 C
Sidoarjo
Friday, 27 May 2022

BHS Dorong Penambahan Pembangunan RSUD di Wilayah Pinggiran Sidoarjo

SIDOARJO – Anggota Dewan Pakar DPP Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendorong Pemkab Sidoarjo menambah lagi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Dorongan ini disampaikan setelah BHS bersama anggota Komisi E DPRD Jatim, dr Benyamin Kristianto meninjau proyek pembangunan RSUD barat di Kelurahan Tambak Kemerakan, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Selasa (31/8).

BHS menilai RSUD barat belum cukup untuk melayani warga Kecamatan Krian, Balongbendo, Prambon, Tarik dan Kecamatan Wonoayu.

“Berdasarkan undang-undang pemerintah harus menjamin kesehatan masyarakat. Itulah, pentingnya fasilitas kesehatan. Tidak hanya fasilitas infrastruktur, tetapi juga fasilitas alat kesehatan (Alkes) untuk menjaga agar SDM tetap sehat itu sangat penting,” ujar BHS.

Menurutnya, fasilitas infrastruktur kesehatan di Sidoarjo, sangat kurang. RSUD barat yang diharapkan menjangkau warga Kota Delta di kawasan barat itu tak sebanding dengan jumlah penduduk di beberapa kecamatan itu yang mencapai sekitar 370.000 jiwa. Apalagi, RSUD barat hanya bakal dilengkapi 144 bed. Padahal, rasio bed rumah sakit itu satu banding 200 atau 5 banding 1.000 jumlah penduduk.

“Sementara di RSUD barat, masih satu banding 2.000. Makanya Pemkab Sidoarjo harus bisa menambah pembangunan RSUD lagi di wilayah lainnya yang belum ada RSUD,” imbuh mantan anggota DPR RI periode 2014-2019 itu.

Politisi Alumni Teknik Perkapalan ITS Surabaya tersebut menjelaskan, Pemkab Sidoarjo harus bisa menambah RSUD di wilayah barat di sisi selatan. Hal itu, penting karena di wilayah itu belum ada RSUD. Harapannya bisa melayani warga asal Kecamatan Prambon, Tulangan dan Kecamatan Krembung.

“Sekarang malah yang direncanakan membangun RSUD di Sukodono. Padahal, Sukodono jaraknya dengan RSUD barat masih sangat dekat. Harusnya, Pemkab Sidoarjo membangun RSUD di wilayah perbatasan Tarik, Prambon, Krembung dan Tulangan agar masyarakat pinggiran tidak kesulitan saat berobat,” terang penasihat utama PT Dharma Lautan Utama (DLU) Grup itu.

Begitu juga soal jumlah dokter dan tenaga kesehatan di Sidoarjo, kata BHS harus segera ditambah. Yakni dengan mendirikan Fakultas Kedokteran maupun menambah sekolah perawat, untuk membenahi SDM yang handal dan terampil di bidang kesehatan.

Namun, saat meninjau pembangunan RSUD barat itu BHS memberi apresiasi ke pihak pelaksana (rekanan). Alasannya, karena hasil pekerjaan rapi dan cepat. Hanya saja, dengan rencana jumlah bed dengan kondisi luasan lahan RSUD Sidoarjo barat yang mencapai 5,6 hektare itu tak sebanding. Baginya, RSUD barat seharusnya sudah bertipe B. Pihaknya menyayangkan lahan RSUD yang sangat luas itu hanya diisi 144 bed.

“Termasuk soal pekerja lokal berjumlah 40 persen dan luar daerah 60 persen di proyek RSUD baru ini. Kami meminta agar persentase itu dibalik,” harapnya.

Anggota Komisi E DPRD Jatim dr Benyamin Kristianto menilai RSUD barat yang luas itu sangat bagus dan layak menjadi tipe B.

“Kalau mau jadi tipe B tinggal menambah bed saja. Kan bangunan dan luasannya sangat layak. Misalnya, saat pandemi Covid-19, pemkab akhirnya mendirikan posko-posko dan selter di di desa dan kecamatan karena rumah sakit penuh. Alangkah bagusnya kalau RSUD seperti ini sudah  berdiri (beroperasi). Tentu jauh lebih elegan daripada ditangani di daerah-daerah, yang penanganannya tidak maksimal dan tidak terpusat,” jelasnya.

Sementara itu, Site Manager PT Permata Anugerah Yalapersada, Agus H mengaku saat ini progres pembangunan RSUD barat sudah mencapai 20 persen. Dia optimistis bisa menyelesaikan pekerjaannya itu hingga akhir Desember 2021.

“Karena proyek kami kerjakan pararel. Konstruksi jalan, finishing juga jalan serta outdoor dan indoor juga dikerjakan berbarengan,” tandasnya. (son/vga)

SIDOARJO – Anggota Dewan Pakar DPP Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendorong Pemkab Sidoarjo menambah lagi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Dorongan ini disampaikan setelah BHS bersama anggota Komisi E DPRD Jatim, dr Benyamin Kristianto meninjau proyek pembangunan RSUD barat di Kelurahan Tambak Kemerakan, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Selasa (31/8).

BHS menilai RSUD barat belum cukup untuk melayani warga Kecamatan Krian, Balongbendo, Prambon, Tarik dan Kecamatan Wonoayu.

“Berdasarkan undang-undang pemerintah harus menjamin kesehatan masyarakat. Itulah, pentingnya fasilitas kesehatan. Tidak hanya fasilitas infrastruktur, tetapi juga fasilitas alat kesehatan (Alkes) untuk menjaga agar SDM tetap sehat itu sangat penting,” ujar BHS.

Menurutnya, fasilitas infrastruktur kesehatan di Sidoarjo, sangat kurang. RSUD barat yang diharapkan menjangkau warga Kota Delta di kawasan barat itu tak sebanding dengan jumlah penduduk di beberapa kecamatan itu yang mencapai sekitar 370.000 jiwa. Apalagi, RSUD barat hanya bakal dilengkapi 144 bed. Padahal, rasio bed rumah sakit itu satu banding 200 atau 5 banding 1.000 jumlah penduduk.

“Sementara di RSUD barat, masih satu banding 2.000. Makanya Pemkab Sidoarjo harus bisa menambah pembangunan RSUD lagi di wilayah lainnya yang belum ada RSUD,” imbuh mantan anggota DPR RI periode 2014-2019 itu.

Politisi Alumni Teknik Perkapalan ITS Surabaya tersebut menjelaskan, Pemkab Sidoarjo harus bisa menambah RSUD di wilayah barat di sisi selatan. Hal itu, penting karena di wilayah itu belum ada RSUD. Harapannya bisa melayani warga asal Kecamatan Prambon, Tulangan dan Kecamatan Krembung.

“Sekarang malah yang direncanakan membangun RSUD di Sukodono. Padahal, Sukodono jaraknya dengan RSUD barat masih sangat dekat. Harusnya, Pemkab Sidoarjo membangun RSUD di wilayah perbatasan Tarik, Prambon, Krembung dan Tulangan agar masyarakat pinggiran tidak kesulitan saat berobat,” terang penasihat utama PT Dharma Lautan Utama (DLU) Grup itu.

Begitu juga soal jumlah dokter dan tenaga kesehatan di Sidoarjo, kata BHS harus segera ditambah. Yakni dengan mendirikan Fakultas Kedokteran maupun menambah sekolah perawat, untuk membenahi SDM yang handal dan terampil di bidang kesehatan.

Namun, saat meninjau pembangunan RSUD barat itu BHS memberi apresiasi ke pihak pelaksana (rekanan). Alasannya, karena hasil pekerjaan rapi dan cepat. Hanya saja, dengan rencana jumlah bed dengan kondisi luasan lahan RSUD Sidoarjo barat yang mencapai 5,6 hektare itu tak sebanding. Baginya, RSUD barat seharusnya sudah bertipe B. Pihaknya menyayangkan lahan RSUD yang sangat luas itu hanya diisi 144 bed.

“Termasuk soal pekerja lokal berjumlah 40 persen dan luar daerah 60 persen di proyek RSUD baru ini. Kami meminta agar persentase itu dibalik,” harapnya.

Anggota Komisi E DPRD Jatim dr Benyamin Kristianto menilai RSUD barat yang luas itu sangat bagus dan layak menjadi tipe B.

“Kalau mau jadi tipe B tinggal menambah bed saja. Kan bangunan dan luasannya sangat layak. Misalnya, saat pandemi Covid-19, pemkab akhirnya mendirikan posko-posko dan selter di di desa dan kecamatan karena rumah sakit penuh. Alangkah bagusnya kalau RSUD seperti ini sudah  berdiri (beroperasi). Tentu jauh lebih elegan daripada ditangani di daerah-daerah, yang penanganannya tidak maksimal dan tidak terpusat,” jelasnya.

Sementara itu, Site Manager PT Permata Anugerah Yalapersada, Agus H mengaku saat ini progres pembangunan RSUD barat sudah mencapai 20 persen. Dia optimistis bisa menyelesaikan pekerjaannya itu hingga akhir Desember 2021.

“Karena proyek kami kerjakan pararel. Konstruksi jalan, finishing juga jalan serta outdoor dan indoor juga dikerjakan berbarengan,” tandasnya. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/