alexametrics
28 C
Sidoarjo
Monday, 23 May 2022

Ramadan, RHU di Sidoarjo Wajib Tutup Selama Sebulan

SIDOARJO – Jelang Ramadan pengawasan terhadap Rumah Hiburan Umum (RHU) akan diperketat. Razia bakal mulai hari ini (1/4). RHU juga diwajibkan tutup selama sebulan.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Sidoarjo Yani Setyawan mengatakan, penutupan RHU akan terus dipantau oleh Satpol PP. Harapannya pelaksanaan Ramadan bisa berlangsung nyaman.

“Jika ada pelanggaran akan kami tindak tegas,” terangnya.

Yani menambahkan, selama Ramadan nanti juga telah mengantisipasi ketertiban para PKL. Di Gading Fajar PKL boleh berjualan mulai pukul 16.00-22.00. Setelah itu trotoar harus bersih. Tenda berjualan dikemas. Tidak ada barang yang ditinggal di fasum.

Sementara itu, Kamis (31/3), Satpol PP Sidoarjo kembali menggelar sidang tindak pidana ringan (tipiring) bagi pelanggar Perda Nomor 10 tahun 2013 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

Peserta sidang tipiring kemarin sebanyak 41 orang. Sebelumnya sebanyak 38 pedagang kaki lima (PKL) terjaring razia di Taman Pinang Indah (TPI) juga telah menjalani sidang tipiring 18 Februari lalu.

Plt Kepala Bidang Penegak Perda Satpol PP Sidoarjo Anas Ali Akbar mengatakan, sebanyak 41 peserta sidang tersebut PKL hingga pengamen yang tertangkap razia satu bulan ini.

“Berjualan di trotoar dan meninggalkan barang dagangannya di trotoar,” kata Anas menjabarkan pelanggaran yang telah dilakukan peserta sidang.

Dalam sidang itu mereka dikenai hukuman berupa denda. Sedangkan besaran denda, bergantung pada keputusan dari hakim. Paling rendah, pedagang didenda Rp 300 ribu dan paling tinggi Rp 750 ribu.

“Pelanggar tipiring dikenai denda maksimal Rp 50 juta. Kenapa ada yang denda tinggi? Karena para pelanggar itu terindikasi lebih dari sekali melanggar. Ada databasenya. Kita menyodorkan data itu pada hakim,” jelasnya.

Setelah membayar denda, mereka boleh mengambil barang yang telah disita. Ada yang berupa gitar, gerobak, motor hingga tenda berjualan. (rpp/vga)

 

SIDOARJO – Jelang Ramadan pengawasan terhadap Rumah Hiburan Umum (RHU) akan diperketat. Razia bakal mulai hari ini (1/4). RHU juga diwajibkan tutup selama sebulan.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Sidoarjo Yani Setyawan mengatakan, penutupan RHU akan terus dipantau oleh Satpol PP. Harapannya pelaksanaan Ramadan bisa berlangsung nyaman.

“Jika ada pelanggaran akan kami tindak tegas,” terangnya.

Yani menambahkan, selama Ramadan nanti juga telah mengantisipasi ketertiban para PKL. Di Gading Fajar PKL boleh berjualan mulai pukul 16.00-22.00. Setelah itu trotoar harus bersih. Tenda berjualan dikemas. Tidak ada barang yang ditinggal di fasum.

Sementara itu, Kamis (31/3), Satpol PP Sidoarjo kembali menggelar sidang tindak pidana ringan (tipiring) bagi pelanggar Perda Nomor 10 tahun 2013 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

Peserta sidang tipiring kemarin sebanyak 41 orang. Sebelumnya sebanyak 38 pedagang kaki lima (PKL) terjaring razia di Taman Pinang Indah (TPI) juga telah menjalani sidang tipiring 18 Februari lalu.

Plt Kepala Bidang Penegak Perda Satpol PP Sidoarjo Anas Ali Akbar mengatakan, sebanyak 41 peserta sidang tersebut PKL hingga pengamen yang tertangkap razia satu bulan ini.

“Berjualan di trotoar dan meninggalkan barang dagangannya di trotoar,” kata Anas menjabarkan pelanggaran yang telah dilakukan peserta sidang.

Dalam sidang itu mereka dikenai hukuman berupa denda. Sedangkan besaran denda, bergantung pada keputusan dari hakim. Paling rendah, pedagang didenda Rp 300 ribu dan paling tinggi Rp 750 ribu.

“Pelanggar tipiring dikenai denda maksimal Rp 50 juta. Kenapa ada yang denda tinggi? Karena para pelanggar itu terindikasi lebih dari sekali melanggar. Ada databasenya. Kita menyodorkan data itu pada hakim,” jelasnya.

Setelah membayar denda, mereka boleh mengambil barang yang telah disita. Ada yang berupa gitar, gerobak, motor hingga tenda berjualan. (rpp/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/