alexametrics
27 C
Sidoarjo
Tuesday, 17 May 2022

Pedagang Terdampak Flyover Bisa Berjualan di Pasar Krian

SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo telah menertibkan bangunan liar (bangli) di sepanjang lokasi pembangunan Flyover Krian, Selasa (29/3). Usai penertiban, pemkab memberi kesempatan bagi pedagang yang terdampak untuk berjualan di Pasar Krian.

Ketua Tim Percepatan Persiapan Pembangunan Flyover JPL 64 Krian Bachruni Aryawan mengatakan, pedagang yang ingin mengembangkan usahanya akan diarahkan ke Pasar Krian Baru. Saat ini di Pasar Krian Baru ada 30 stan kosong yang bisa ditempati.

Untuk sementara, pemkab akan memberikan dispensasi berupa pembebasan uang sewa. Namun, hanya berlaku di satu tahun pertama. Setelah itu, jika ingin melanjutkan usahanya, para pedagang wajib mengikuti prosedur dari pihak pengelola pasar. “Termasuk membayar retribusi dan lainnya,” katanya.

Tidak hanya itu, warga yang tempat tinggalnya terdampak juga mendapat alternatif dari pemkab. Mereka diarahkan untuk menempati Rusunawa di Kelurahan Tambakkemerakan, Krian.

Dalam pembangunan Flyover Krian, total ada 110 bidang yang terdampak. Sebagian besar adalah pedagang yang mendirikan bangunan di bantaran Sungai Sidomukti. Selasa (29/3) lalu semua bangunan sudah kosong ditinggalkan pemiliknya. Pemkab membongkar sisa bangunan dengan menggunakan alat berat.

Dari 110 bidang tanah yang dibebaskan, hanya terdapat 13 bangunan yang mempunyai alas hak tanah secara resmi.

“Mereka yang punya hak akan dapat ganti rugi,” ujar Bachruni yang juga Kepala Dinas Perikanan Sidoarjo itu.

Saat ini proses appraisal sedang berlangsung. Pembayaran juga dilakukan dalam waktu dekat. Jika proses ganti rugi tuntas, maka pemilik bangunan wajib mengosongkan bangunannya hingga 7 April mendatang. (nis/vga)

 

SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo telah menertibkan bangunan liar (bangli) di sepanjang lokasi pembangunan Flyover Krian, Selasa (29/3). Usai penertiban, pemkab memberi kesempatan bagi pedagang yang terdampak untuk berjualan di Pasar Krian.

Ketua Tim Percepatan Persiapan Pembangunan Flyover JPL 64 Krian Bachruni Aryawan mengatakan, pedagang yang ingin mengembangkan usahanya akan diarahkan ke Pasar Krian Baru. Saat ini di Pasar Krian Baru ada 30 stan kosong yang bisa ditempati.

Untuk sementara, pemkab akan memberikan dispensasi berupa pembebasan uang sewa. Namun, hanya berlaku di satu tahun pertama. Setelah itu, jika ingin melanjutkan usahanya, para pedagang wajib mengikuti prosedur dari pihak pengelola pasar. “Termasuk membayar retribusi dan lainnya,” katanya.

Tidak hanya itu, warga yang tempat tinggalnya terdampak juga mendapat alternatif dari pemkab. Mereka diarahkan untuk menempati Rusunawa di Kelurahan Tambakkemerakan, Krian.

Dalam pembangunan Flyover Krian, total ada 110 bidang yang terdampak. Sebagian besar adalah pedagang yang mendirikan bangunan di bantaran Sungai Sidomukti. Selasa (29/3) lalu semua bangunan sudah kosong ditinggalkan pemiliknya. Pemkab membongkar sisa bangunan dengan menggunakan alat berat.

Dari 110 bidang tanah yang dibebaskan, hanya terdapat 13 bangunan yang mempunyai alas hak tanah secara resmi.

“Mereka yang punya hak akan dapat ganti rugi,” ujar Bachruni yang juga Kepala Dinas Perikanan Sidoarjo itu.

Saat ini proses appraisal sedang berlangsung. Pembayaran juga dilakukan dalam waktu dekat. Jika proses ganti rugi tuntas, maka pemilik bangunan wajib mengosongkan bangunannya hingga 7 April mendatang. (nis/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/