alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Tersangka Ceburkan Diri ke Sungai Kurir, Seret Satu Pengedar Lagi

SIDOARJO – Irfan, 31, budak sabu-sabu (SS) yang nekat menceburkan diri ke sungai Jalan Gajah Mada ternyata bukan seorang bandar. Dari hasil penyelidikan polisi, pria yang kos di Jalan Lemah Putro, Sidoarjo itu hanya kurir. Dia jadi anak buah pengedar SS, Adi Susanto, 33, warga Kupang Gunung Jaya IX, Sawahan, Surabaya. Kini keduanya juga sudah ditahan di Mapolresta Sidoarjo.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, keduanya diringkus polisi pada Senin (29/11). Mulanya polisi meringkus tersangka Adi Susanto. Polisi sebelumnya mengantongi informasi jika tersangka bakal bertransaksi SS di sekitar RSUD Sidoarjo.

“Langsung kami tangkap dulu,” terangnya.

Setelah diamankan, Adi kemudian digelandang ke kosnya di Jalan Lemah Putro III Sidoarjo. Polisi menemukan total 8 poket SS seberat 2,67 gram dari tersangka. Di tempat itu, polisi juga menginterogasi Adi untuk mengungkapkan tersangka lain yang terlibat jaringannya. Adi mengaku biasa bekerja dengan Irfan sebagai orang suruhan. Ternyata kos-kosan Irfan juga tidak jauh dari tempat Adi menginap.

Lalu, polisi langsung menggerebek Irfan. Tapi, dia sempat kabur. Dia lari hingga menceburkan diri ke sungai dan bersembunyi kolong jembatan Jalan Gajah Mada.

“Saya takut pak, tidak tahu renang berapa meter. Saya sembunyi di eceng gondok,” ungkap Irfan.

Irfan sebenarnya belum lama bekerja dengan Adi. Dia juga baru saja keluar tahanan karena kasus curanmor. Hasil tes urine Irfan juga positif narkoba. Saat ini polisi masih mengembangkan kasus tersebut. Tujuannya untuk memburu S (DPO) warga Surabaya yang biasa memasok SS kepada Adi. (son/vga)

SIDOARJO – Irfan, 31, budak sabu-sabu (SS) yang nekat menceburkan diri ke sungai Jalan Gajah Mada ternyata bukan seorang bandar. Dari hasil penyelidikan polisi, pria yang kos di Jalan Lemah Putro, Sidoarjo itu hanya kurir. Dia jadi anak buah pengedar SS, Adi Susanto, 33, warga Kupang Gunung Jaya IX, Sawahan, Surabaya. Kini keduanya juga sudah ditahan di Mapolresta Sidoarjo.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, keduanya diringkus polisi pada Senin (29/11). Mulanya polisi meringkus tersangka Adi Susanto. Polisi sebelumnya mengantongi informasi jika tersangka bakal bertransaksi SS di sekitar RSUD Sidoarjo.

“Langsung kami tangkap dulu,” terangnya.

Setelah diamankan, Adi kemudian digelandang ke kosnya di Jalan Lemah Putro III Sidoarjo. Polisi menemukan total 8 poket SS seberat 2,67 gram dari tersangka. Di tempat itu, polisi juga menginterogasi Adi untuk mengungkapkan tersangka lain yang terlibat jaringannya. Adi mengaku biasa bekerja dengan Irfan sebagai orang suruhan. Ternyata kos-kosan Irfan juga tidak jauh dari tempat Adi menginap.

Lalu, polisi langsung menggerebek Irfan. Tapi, dia sempat kabur. Dia lari hingga menceburkan diri ke sungai dan bersembunyi kolong jembatan Jalan Gajah Mada.

“Saya takut pak, tidak tahu renang berapa meter. Saya sembunyi di eceng gondok,” ungkap Irfan.

Irfan sebenarnya belum lama bekerja dengan Adi. Dia juga baru saja keluar tahanan karena kasus curanmor. Hasil tes urine Irfan juga positif narkoba. Saat ini polisi masih mengembangkan kasus tersebut. Tujuannya untuk memburu S (DPO) warga Surabaya yang biasa memasok SS kepada Adi. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/