alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Lesbumi PCNU Sidoarjo Paparkan Kebudayaan Lokal di Rakornas Jogja

SIDOARJO – Lembaga Seniman Budayawan Muslimin (Lesbumi) PCNU Sidoarjo mendapat kesempatan memaparkan kebudayan lokal Kota Delta pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) IV Lesbumi NU. Kegiatan itu dilaksanakan di Pondok Pesantren Kaliopak, Yogyakarta 28-29 Oktober 2021.

Ketua Lesbumi PCNU Sidoarjo Ainul Yaqin mengatakan, beberapa tahun ini kiprah Lesbumi semakin pesat berkembang, termasuk di Sidoarjo.

“Lesbumi menjadi wadah seni dan budaya yang berbasis ketauhidan. Di Sidoarjo, kaderisasi di tingkat kota, kecamatan, hingga desa-desa sudah berjalan dengan baik. Tak hanya aktif mengadakan event, kami juga memberikan pembinaan kepada pegiat seni dan budaya. Termasuk membina kelompok marjinal seperti seniman jalanan,” ujarnya, Sabtu (30/10).

Kiprah Lesbumi di Sidoarjo pun menuai antusias yang tinggi dari masyarakat. Banyak pegiat seni dan budaya tertarik berkolaborasi bahkan bergabung dengan Lesbumi PCNU Sidoarjo.

“Nah, melihat perkembangan di seluruh daerah, dalam rakornas tersebut kami berharap Lesbumi bisa menjadi Badan Otonom (Banom) seperti awal mula diinisiasi dulu. Sehingga kiprahnya bisa semakin meluas di masyarakat,” sambungnya.

Ainul Yaqin menjelaskan, semula Lesbumi NU didirikan berbentuk banom. Namun karena polemik politik, Lesbumi diubah bentuknya menjadi lembaga di bawah PCNU bahkan sempat pula mati suri. Dan sampai sekarang masih berbentuk sebagai lembaga bukan banom.

“Dengan menjadi banom, Lesbumi bisa mengatur rumah tangga sendiri yang tentu saja tetap sesuai dengan kebijaksanaan NU. Karena bagaimanapun Lesbumi dilahirkan oleh NU. Di tataran praktisnya, kreativitas seni serta beragam kegiatan pembinaan akan berkembang lebih pesat lagi ketika Lesbumi menjadi banom,” ujarnya.

Di sisi lain, sebenarnya Lesbumi telah memenuhi syarat untuk menjadi banom. Lesbumi telah tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Bahkan ada empat cabang Lesbumi di luar negeri. Sebanyak 70 persen lebih anggota Lesbumi di setiap tingkatan juga telah mengikuti program Madrasah Kader NU.

“Untuk itu, hasil rakornas ini akan disampaikan pada Muktamar ke 34 NU yang akan diselenggarakan di Lampung nanti,” ujar Ainul. (son/vga)

SIDOARJO – Lembaga Seniman Budayawan Muslimin (Lesbumi) PCNU Sidoarjo mendapat kesempatan memaparkan kebudayan lokal Kota Delta pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) IV Lesbumi NU. Kegiatan itu dilaksanakan di Pondok Pesantren Kaliopak, Yogyakarta 28-29 Oktober 2021.

Ketua Lesbumi PCNU Sidoarjo Ainul Yaqin mengatakan, beberapa tahun ini kiprah Lesbumi semakin pesat berkembang, termasuk di Sidoarjo.

“Lesbumi menjadi wadah seni dan budaya yang berbasis ketauhidan. Di Sidoarjo, kaderisasi di tingkat kota, kecamatan, hingga desa-desa sudah berjalan dengan baik. Tak hanya aktif mengadakan event, kami juga memberikan pembinaan kepada pegiat seni dan budaya. Termasuk membina kelompok marjinal seperti seniman jalanan,” ujarnya, Sabtu (30/10).

Kiprah Lesbumi di Sidoarjo pun menuai antusias yang tinggi dari masyarakat. Banyak pegiat seni dan budaya tertarik berkolaborasi bahkan bergabung dengan Lesbumi PCNU Sidoarjo.

“Nah, melihat perkembangan di seluruh daerah, dalam rakornas tersebut kami berharap Lesbumi bisa menjadi Badan Otonom (Banom) seperti awal mula diinisiasi dulu. Sehingga kiprahnya bisa semakin meluas di masyarakat,” sambungnya.

Ainul Yaqin menjelaskan, semula Lesbumi NU didirikan berbentuk banom. Namun karena polemik politik, Lesbumi diubah bentuknya menjadi lembaga di bawah PCNU bahkan sempat pula mati suri. Dan sampai sekarang masih berbentuk sebagai lembaga bukan banom.

“Dengan menjadi banom, Lesbumi bisa mengatur rumah tangga sendiri yang tentu saja tetap sesuai dengan kebijaksanaan NU. Karena bagaimanapun Lesbumi dilahirkan oleh NU. Di tataran praktisnya, kreativitas seni serta beragam kegiatan pembinaan akan berkembang lebih pesat lagi ketika Lesbumi menjadi banom,” ujarnya.

Di sisi lain, sebenarnya Lesbumi telah memenuhi syarat untuk menjadi banom. Lesbumi telah tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Bahkan ada empat cabang Lesbumi di luar negeri. Sebanyak 70 persen lebih anggota Lesbumi di setiap tingkatan juga telah mengikuti program Madrasah Kader NU.

“Untuk itu, hasil rakornas ini akan disampaikan pada Muktamar ke 34 NU yang akan diselenggarakan di Lampung nanti,” ujar Ainul. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/