alexametrics
31 C
Sidoarjo
Friday, 27 May 2022

Dekat Makam Perumahan, Warga Minta Tanahnya Dibeli

SIDOARJO – Komisi C DPRD Sidoarjo menindaklanjuti polemik tanah makam warga perumahan Kahuripan Nirwana Village (KNV). Senin (28/9), komisi yang membidangi pembangunan itu mendatangi lokasi tanah makam di Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono.

Informasinya, tanah seluas 9.000 m2 itu sudah dibeli oleh pihak pengembang KNV. Rencananya diperuntukkan untuk lahan makam bagi warga KNV. Namun, proses pembangunan terhambat. Lantaran sejumlah warga menolak lahan itu dijadikan area pemakaman umum.

Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo Nurhendriyati Ningsih mengatakan, terdapat 10 ancer (petak) tanah warga yang diminta untuk dibeli. Masing-masing petak memiliki luasan lahan 2.200 m2. “Warga takut ketika ada makam di sekitar lahannya, takut tidak akan laku terjual di kemudian hari. Makanya mereka meminta agar dibeli juga,” katanya.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo Anang Siswandoko menambahkan, permasalahan tersebut sangat kompleks. Jika dilihat dari segi tanggung jawab dan kewajiban pengembang, maka sudah selesai dilaksanakan. Pengembang juga sudah menyediakan 2 persen lahan makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Praloyo. “Satu ancer itu mereka minta Rp 1,2 miliar,” imbuhnya.

Sebagai tindak lanjut atas temuan tersebut, Komisi C akan menggelar hearing lanjutan. Dalam hearing nanti, pihaknya akan menghadirkan perwakilan kecamatan, pemerintah desa, warga Jumputrejo dan pihak perumahan termasuk pengembang. (son/vga)

SIDOARJO – Komisi C DPRD Sidoarjo menindaklanjuti polemik tanah makam warga perumahan Kahuripan Nirwana Village (KNV). Senin (28/9), komisi yang membidangi pembangunan itu mendatangi lokasi tanah makam di Desa Jumputrejo, Kecamatan Sukodono.

Informasinya, tanah seluas 9.000 m2 itu sudah dibeli oleh pihak pengembang KNV. Rencananya diperuntukkan untuk lahan makam bagi warga KNV. Namun, proses pembangunan terhambat. Lantaran sejumlah warga menolak lahan itu dijadikan area pemakaman umum.

Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo Nurhendriyati Ningsih mengatakan, terdapat 10 ancer (petak) tanah warga yang diminta untuk dibeli. Masing-masing petak memiliki luasan lahan 2.200 m2. “Warga takut ketika ada makam di sekitar lahannya, takut tidak akan laku terjual di kemudian hari. Makanya mereka meminta agar dibeli juga,” katanya.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo Anang Siswandoko menambahkan, permasalahan tersebut sangat kompleks. Jika dilihat dari segi tanggung jawab dan kewajiban pengembang, maka sudah selesai dilaksanakan. Pengembang juga sudah menyediakan 2 persen lahan makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Praloyo. “Satu ancer itu mereka minta Rp 1,2 miliar,” imbuhnya.

Sebagai tindak lanjut atas temuan tersebut, Komisi C akan menggelar hearing lanjutan. Dalam hearing nanti, pihaknya akan menghadirkan perwakilan kecamatan, pemerintah desa, warga Jumputrejo dan pihak perumahan termasuk pengembang. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/