alexametrics
24 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Proyek JPL 64 Krian Dilelang, Petugas Siapkan Andalalin

SIDOARJO – Pembangunan Flyover JPL 64 Krian terus dikebut. Saat ini, kementerian terkait tengah melelang proyek sepanjang 740 meter itu.

Ketua Tim Percepatan Persiapan Pembangunan Flyover JPL 64 Krian, Bachruni Aryawan mengungkapkan, lelang terhadap proyek tersebut masih berjalan. Secara jadwal, Juli nanti sudah ada Surat Perintah Kerja (SPK). Setelah itu baru pemenang lelang akan bekerja membangun proyek di Kecamatan Krian itu.

“Yang lelang dari Kementerian Perhubungan,” katanya, Kamis (30/6)

Plt Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo Rizal Asnan menambahkan, Kamis (30/6) tim gabungan juga meninjau lokasi proyek tersebut. Tim itu terdiri dari anggota Polda Jatim, Dinas Perhubungan Provinsi Jatim, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi, PT KAI dan beberapa instansi terkait lain.

Mereka datang untuk memetakan analisis dampak lalu lintas (andalalin) sebelum proyek tersebut dimulai. “Persiapan rekayasa lalu lintas sebelum dan saat berlangsung serta sesudah pembangunan flyover,” katanya.

Dari andalalin itu akan membantu pengaturan lalu lintas sebelum hingga setelah pembangunan flyover. Harapannya dapat mengurangi kemacetan di lokasi proyek.

Tim juga menyiapkan rekayasa lalu lintas setelah proyek tersebut tuntas dibangun. Sehingga tujuan utama pembangunan proyek itu bisa tercapai. Yakni mengurai kemacetan di lokasi tersebut.

Rekayasa lalu lintas saat pembangunan proyek berlangsung juga diperlukan. Karena saat itu bakal banyak material dan pegawai proyek yang berada di lokasi. Tentunya jalur yang saat ini ada bakal sulit dilalui kendaraan. (son/vga)

SIDOARJO – Pembangunan Flyover JPL 64 Krian terus dikebut. Saat ini, kementerian terkait tengah melelang proyek sepanjang 740 meter itu.

Ketua Tim Percepatan Persiapan Pembangunan Flyover JPL 64 Krian, Bachruni Aryawan mengungkapkan, lelang terhadap proyek tersebut masih berjalan. Secara jadwal, Juli nanti sudah ada Surat Perintah Kerja (SPK). Setelah itu baru pemenang lelang akan bekerja membangun proyek di Kecamatan Krian itu.

“Yang lelang dari Kementerian Perhubungan,” katanya, Kamis (30/6)

Plt Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo Rizal Asnan menambahkan, Kamis (30/6) tim gabungan juga meninjau lokasi proyek tersebut. Tim itu terdiri dari anggota Polda Jatim, Dinas Perhubungan Provinsi Jatim, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi, PT KAI dan beberapa instansi terkait lain.

Mereka datang untuk memetakan analisis dampak lalu lintas (andalalin) sebelum proyek tersebut dimulai. “Persiapan rekayasa lalu lintas sebelum dan saat berlangsung serta sesudah pembangunan flyover,” katanya.

Dari andalalin itu akan membantu pengaturan lalu lintas sebelum hingga setelah pembangunan flyover. Harapannya dapat mengurangi kemacetan di lokasi proyek.

Tim juga menyiapkan rekayasa lalu lintas setelah proyek tersebut tuntas dibangun. Sehingga tujuan utama pembangunan proyek itu bisa tercapai. Yakni mengurai kemacetan di lokasi tersebut.

Rekayasa lalu lintas saat pembangunan proyek berlangsung juga diperlukan. Karena saat itu bakal banyak material dan pegawai proyek yang berada di lokasi. Tentunya jalur yang saat ini ada bakal sulit dilalui kendaraan. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/