alexametrics
26 C
Sidoarjo
Tuesday, 17 May 2022

Cukupi Kebutuhan Pedagang, Siap Gelontor 1.000 Ton Minyak Goreng Curah

SIDOARJO – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo menjamin pasokan minyak goreng curah untuk pedagang dan pelaku UMKM makanan bakal kembali lancar. Sehingga selama Ramadan nanti mereka tidak perlu risau akan kelangkaan minyak goreng tersebut.

Kepala Disperindag Sidoarjo Tjarda menegaskan, pihaknya telah mendapat alokasi 1.000 ton minyak goreng. Awal puasa, operasi minyak goreng curah kembali lagi digencarkan di pasar-pasar.

Penyaluran di pasar besar bakal diutamakan seperti Pasar Larangan, Wadungasri, Krian, Taman dan Porong. Satu kali pengiriman 5 ton. Nantinya bakal dikirim dua hari sekali. Seperti operasi pasar yang selama ini dilakukan.

Dirinya menilai, 1.000 ton itu cukup untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng di Sidoarjo selama satu bulan. “Alhamdulillah cukup. Semoga dengan kabar ini masyarakat lebih tenang,” harapnya.

Tjarda juga meminta maaf apabila 10 hari belakangan ini, operasi pasar minyak goreng di pasar sempat terhenti. Hal itu disebabkan aturan baru yang ditetapkan pemerintah pusat. Dimana produsen tidak boleh langsung menyalurkan minyak goreng pada pedagang.

“Jadi harus melalui distributor,” katanya.

Untuk itu, Tjarda mengungkapkan telah menggandeng dua distributor yang siap menyalurkan minyak goreng curah itu pada pedagang.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Sidoarjo Listyaningsih menambahkan, minyak goreng tersebut bakal dijual Rp 13 ribu per kg untuk pedagang dan UMKM.

“Ketika sampai ke konsumen kita tetapkan harga Rp 14.500 per kg,” jelasnya.

Selama mandeknya penyaluran minyak goreng ke pasar, menyebabkan harganya kembali melonjak. Rata-rata Rp 20 ribu per kg.

Selain minyak goreng, untuk mengantisipasi kenaikan harga di bulan Ramadan, Disperindag akan menggelontor sembako murah.

“Sebanyak 3 ribu kupon akan dibagikan pada sasaran kita, warga kurang mampu. Pasar murah satu kali saja. Di alun-alun,” ungkapnya. (rpp/vga)

SIDOARJO – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo menjamin pasokan minyak goreng curah untuk pedagang dan pelaku UMKM makanan bakal kembali lancar. Sehingga selama Ramadan nanti mereka tidak perlu risau akan kelangkaan minyak goreng tersebut.

Kepala Disperindag Sidoarjo Tjarda menegaskan, pihaknya telah mendapat alokasi 1.000 ton minyak goreng. Awal puasa, operasi minyak goreng curah kembali lagi digencarkan di pasar-pasar.

Penyaluran di pasar besar bakal diutamakan seperti Pasar Larangan, Wadungasri, Krian, Taman dan Porong. Satu kali pengiriman 5 ton. Nantinya bakal dikirim dua hari sekali. Seperti operasi pasar yang selama ini dilakukan.

Dirinya menilai, 1.000 ton itu cukup untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng di Sidoarjo selama satu bulan. “Alhamdulillah cukup. Semoga dengan kabar ini masyarakat lebih tenang,” harapnya.

Tjarda juga meminta maaf apabila 10 hari belakangan ini, operasi pasar minyak goreng di pasar sempat terhenti. Hal itu disebabkan aturan baru yang ditetapkan pemerintah pusat. Dimana produsen tidak boleh langsung menyalurkan minyak goreng pada pedagang.

“Jadi harus melalui distributor,” katanya.

Untuk itu, Tjarda mengungkapkan telah menggandeng dua distributor yang siap menyalurkan minyak goreng curah itu pada pedagang.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Sidoarjo Listyaningsih menambahkan, minyak goreng tersebut bakal dijual Rp 13 ribu per kg untuk pedagang dan UMKM.

“Ketika sampai ke konsumen kita tetapkan harga Rp 14.500 per kg,” jelasnya.

Selama mandeknya penyaluran minyak goreng ke pasar, menyebabkan harganya kembali melonjak. Rata-rata Rp 20 ribu per kg.

Selain minyak goreng, untuk mengantisipasi kenaikan harga di bulan Ramadan, Disperindag akan menggelontor sembako murah.

“Sebanyak 3 ribu kupon akan dibagikan pada sasaran kita, warga kurang mampu. Pasar murah satu kali saja. Di alun-alun,” ungkapnya. (rpp/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/