alexametrics
31 C
Sidoarjo
Wednesday, 18 May 2022

LSM Mutiara Rindang Gencarkan Literasi Dengan Platform Digital

SIDOARJO – LSM Mutiara Rindang terus bergerak untuk mengajak anak-anak bangsa senang membaca. Salah satunya dengan menginiasi program literasi dengan mempraktekkan pembelajaran dengan platform digital literacycloud.org.

Platform digital yang dikembangkan Room to Read International itu kini juga telah dipraktekkan di sejumlah sekolah di Sidoarjo. Salah satunya SDN Simo Angin Angin, Wonoayu. Konsepnya adalah mempraktekkan membaca daring untuk menumbuhkan kebiasaan membaca. Tentunya juga untuk membantu pembelajaran.

Direktur LSM Mutiara Rindang, Kuswanto mengungkapkan, Room to Read sendiri memang memiliki semangat untuk membantu anak-anak dunia mengakses buku dan menumbuhkan semangat membaca. Saat ini sudah ada di lebih dari 16 negara termasuk Indonesia. Di Indonesia ada 3 provinsi. Jatim, NTT dan Bali. “Khusus Jatim ada di Gresik dan Sidoarjo,” katanya

Biasanya, lanjut Kuswanto, pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan ataupun Dinas Perpustakaan setempat. Yang kemudian akan masuk ke sejumlah sekolah. Ia sudah bergerak sejak 2017 di Sidoarjo. Hingga 2020 sudah ada 50 sekolah mitra. Tahun ini ada 10 sekolah baru yang dua diantaranya adalah sekolah lama tahun lalu. “Itu dijadikan model bagi delapan sekolah yang baru digandeng,” urainya.

Kuswanto menambahkan, khusus tahun ini juga menjadi sepesial karena dunia pendidikan harus berhadapan dengan kondisi pandemi Covid-19. Dimana pembelajaran tatap muka sulit diterapkan. Karena itulah, tahun ini pihaknya mengambil inovasi dengan memanfaatkan platform digital literacycloud.org.

Di Sidoarjo ada dua sekolah yang menjadi pilot project penerapan literasi melalui platform digital itu. Yakni SDN Simo Angin-Angin, Wonoayu dan SDN Jemundo II Taman. “Dari dua sekolah itu akan dikembangkan ke 8 sekolah lainya lagi untuk implementasi tahun ini,” sambungnya.

MILENIAL: Guru Kelas IV SDN Simo Angin Angin, Intan Dewi Priastuty didampingi Pustakawan Fithrotin Fauziyah Chalim, saat mempraktekkan pembelajaran dengan platform digital literacycloud.org. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)

Untuk menunjang pembelajaran, para guru sebelumnya juga telah diberi sejumlah pelatihan. Tujuannya agar mampu membawakan cara membaca yang lebih expresif, menghidupkan kalimat dan tentunya akan membangkitkan semangat membaca siswa. “Yang penting siswa senang dulu membaca,” katanya

Al hasil, praktek pembelajaran membaca dengan memanfaatkan platform digital itu mendapat respon positif dari guru maupun siswa yang telah mempraktekkan. Dwi Nova Mulidah, Guru Kelas V SDN Simo Angin Angin, Wonoayu misalnya. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya aplikasi itu. “Ini sangat membantu. Apalagi dalam kondisi pandemi yang memaksa pembelajaran daring. Guru-guru juga lebih semangat mengajar,” katanya.

Senada dengan itu, Intan Dewi Priastuty, Guru Kelas IV SDN Simo Angin Angin, juga cukup puas dengan fasilitas yang ada di platform digital itu. Baginya dengan platform digital sangat membantu daya tangkap siswa. Karena selain lebih praktis karena tanpa cetak buku, pengajaran juga lebih menarik. “Daya tangkap anak juga lebih cepat,” sebutnya.

Lalu, Fithrotin Fauziyah Chalim, Pustakawan SDN Simo Angin Angin juga mengungkapkan keunggulan platform digital literacycloud.org. “Koleksi bukunya lengkap. Tiap jenjang ada. Dan bukunya bagus karena bergambar. Jadi tidak bikin bosan siswa,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu pula, Kepala Sekolah SDN Simo Angin, Wahyu Irnaningsih juga mengapresiasi peran serta LSM Mutiara Rindang dalam usahanya meningkatkan literasi siswa. “Kami senang sekali. Wali murid juga merespon positif,” katanya. (son/nis)

SIDOARJO – LSM Mutiara Rindang terus bergerak untuk mengajak anak-anak bangsa senang membaca. Salah satunya dengan menginiasi program literasi dengan mempraktekkan pembelajaran dengan platform digital literacycloud.org.

Platform digital yang dikembangkan Room to Read International itu kini juga telah dipraktekkan di sejumlah sekolah di Sidoarjo. Salah satunya SDN Simo Angin Angin, Wonoayu. Konsepnya adalah mempraktekkan membaca daring untuk menumbuhkan kebiasaan membaca. Tentunya juga untuk membantu pembelajaran.

Direktur LSM Mutiara Rindang, Kuswanto mengungkapkan, Room to Read sendiri memang memiliki semangat untuk membantu anak-anak dunia mengakses buku dan menumbuhkan semangat membaca. Saat ini sudah ada di lebih dari 16 negara termasuk Indonesia. Di Indonesia ada 3 provinsi. Jatim, NTT dan Bali. “Khusus Jatim ada di Gresik dan Sidoarjo,” katanya

Biasanya, lanjut Kuswanto, pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan ataupun Dinas Perpustakaan setempat. Yang kemudian akan masuk ke sejumlah sekolah. Ia sudah bergerak sejak 2017 di Sidoarjo. Hingga 2020 sudah ada 50 sekolah mitra. Tahun ini ada 10 sekolah baru yang dua diantaranya adalah sekolah lama tahun lalu. “Itu dijadikan model bagi delapan sekolah yang baru digandeng,” urainya.

Kuswanto menambahkan, khusus tahun ini juga menjadi sepesial karena dunia pendidikan harus berhadapan dengan kondisi pandemi Covid-19. Dimana pembelajaran tatap muka sulit diterapkan. Karena itulah, tahun ini pihaknya mengambil inovasi dengan memanfaatkan platform digital literacycloud.org.

Di Sidoarjo ada dua sekolah yang menjadi pilot project penerapan literasi melalui platform digital itu. Yakni SDN Simo Angin-Angin, Wonoayu dan SDN Jemundo II Taman. “Dari dua sekolah itu akan dikembangkan ke 8 sekolah lainya lagi untuk implementasi tahun ini,” sambungnya.

MILENIAL: Guru Kelas IV SDN Simo Angin Angin, Intan Dewi Priastuty didampingi Pustakawan Fithrotin Fauziyah Chalim, saat mempraktekkan pembelajaran dengan platform digital literacycloud.org. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)

Untuk menunjang pembelajaran, para guru sebelumnya juga telah diberi sejumlah pelatihan. Tujuannya agar mampu membawakan cara membaca yang lebih expresif, menghidupkan kalimat dan tentunya akan membangkitkan semangat membaca siswa. “Yang penting siswa senang dulu membaca,” katanya

Al hasil, praktek pembelajaran membaca dengan memanfaatkan platform digital itu mendapat respon positif dari guru maupun siswa yang telah mempraktekkan. Dwi Nova Mulidah, Guru Kelas V SDN Simo Angin Angin, Wonoayu misalnya. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya aplikasi itu. “Ini sangat membantu. Apalagi dalam kondisi pandemi yang memaksa pembelajaran daring. Guru-guru juga lebih semangat mengajar,” katanya.

Senada dengan itu, Intan Dewi Priastuty, Guru Kelas IV SDN Simo Angin Angin, juga cukup puas dengan fasilitas yang ada di platform digital itu. Baginya dengan platform digital sangat membantu daya tangkap siswa. Karena selain lebih praktis karena tanpa cetak buku, pengajaran juga lebih menarik. “Daya tangkap anak juga lebih cepat,” sebutnya.

Lalu, Fithrotin Fauziyah Chalim, Pustakawan SDN Simo Angin Angin juga mengungkapkan keunggulan platform digital literacycloud.org. “Koleksi bukunya lengkap. Tiap jenjang ada. Dan bukunya bagus karena bergambar. Jadi tidak bikin bosan siswa,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu pula, Kepala Sekolah SDN Simo Angin, Wahyu Irnaningsih juga mengapresiasi peran serta LSM Mutiara Rindang dalam usahanya meningkatkan literasi siswa. “Kami senang sekali. Wali murid juga merespon positif,” katanya. (son/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/