alexametrics
31 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

160 Ribu Warga Telah Divaksin

SIDOARJO – Sebanyak 160 ribu warga Sidoarjo telah menerima vaksinasi Covid-19, dari vaksin merk Sinovac asal Tiongkok ataupun AstraZeneca vaksin asal Inggris. Kalangan yang disentuh pun di antaranya tenaga kesehatan, petugas pelayanan publik termasuk guru, TNI/Polri, ASN (Aparat Sipil Negara), pedagang pasar, orang lanjut usia dan imam masjid. Kemarin (29/3), giliran 300 orang pengusaha menjadi bagian sasaran vaksinasi Covid-19 di Kota Delta.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriawarman mengatakan, Kabupaten Sidoarjo telah menerima sebanyak 222.200 dosis vaksin Sinovac dan AstraZeneca.

Lalu, berbeda dengan durasi jeda suntikan pertama dan kedua menggunakan vaksin Sinovac yang hanya dua pekan atau 14 hari, untuk vaksin AstraZeneca diberi jeda 8 pekan. Bagi 300 pengusaha yang kemarin divaksin, akan menjalani vaksinasi kedua pada 24 Mei mendatang.

“Bersamaan dengan vaksin bagi pengusaha, vaksinasi bagi pedagang juga berlangsung di Pasar Krian dan lansia di seluruh puskesmas,” kata Syaf.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menegaskan dalam waktu dekat Sidoarjo kembali mendapatkan jatah 400 ribu dosis vaksin Covid-19. Sasarannya adalah masyarakat yang berada di tempat dengan interaksi dan mobilitas tinggi. Termasuk didalamnya perusahaan.

“Pengurus masjid dan musala kita vaksin, yang kedua pasar, ini on the way semua pasar akan kita vaksin. Ketiga, bandara dan terminal,” urai Gus Muhdlor sapaan akrabnya.

Kemudian, pada hari ini (30/3) berlangsung vaksinasi bagi 2.332 petugas Bandara Internasional Juanda. Dan menjadi satu-satunya vaksinasi di satu tempat di Indonesia. Ribuan orang divaksin dalam sekali waktu.

“Setelah itu terminal. Ketika ini semuanya sudah, maka menyusul sektor ekonomi. Apa itu? mal. Kalau mal sudah, lanjut ke pabrik,” ucapnya.

Lebih lanjut, Gus Muhdlor mengatakan lansia juga menjadi salah satu prioritas vaksinasi saat 400 ribu vaksin Covid-19 datang. Dikatakannya serapan vaksinasi di Kabupaten Sidoarjo pada tahap satu dan dua, sudah 100 persen lebih. Dirinya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar terus mendapat jatah lebih vaksin Covid-19.

Jumlah 160 ribu sasaran vaksinasi, menurutnya terbanyak bila dibandingkan dengan daerah lain yang melakukan vaksinasi Covid-19. “Selain ibu kota provinsi (Jatim) kita kalah, kenapa, karena ibu kota provinsi punya jatah lebih, seandainya jatah itu ada di Sidoarjo, habis sudah (dilakukan vaksinasi),” ucapnya.

Sementara itu Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sidoarjo, Dian Felani menyambut baik vaksinasi bagi pengusaha. “Semoga vaksinasi ini awal dari kebangkitan ekonomi,” pungkasnya. (rpp/opi)

 

SIDOARJO – Sebanyak 160 ribu warga Sidoarjo telah menerima vaksinasi Covid-19, dari vaksin merk Sinovac asal Tiongkok ataupun AstraZeneca vaksin asal Inggris. Kalangan yang disentuh pun di antaranya tenaga kesehatan, petugas pelayanan publik termasuk guru, TNI/Polri, ASN (Aparat Sipil Negara), pedagang pasar, orang lanjut usia dan imam masjid. Kemarin (29/3), giliran 300 orang pengusaha menjadi bagian sasaran vaksinasi Covid-19 di Kota Delta.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriawarman mengatakan, Kabupaten Sidoarjo telah menerima sebanyak 222.200 dosis vaksin Sinovac dan AstraZeneca.

Lalu, berbeda dengan durasi jeda suntikan pertama dan kedua menggunakan vaksin Sinovac yang hanya dua pekan atau 14 hari, untuk vaksin AstraZeneca diberi jeda 8 pekan. Bagi 300 pengusaha yang kemarin divaksin, akan menjalani vaksinasi kedua pada 24 Mei mendatang.

“Bersamaan dengan vaksin bagi pengusaha, vaksinasi bagi pedagang juga berlangsung di Pasar Krian dan lansia di seluruh puskesmas,” kata Syaf.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menegaskan dalam waktu dekat Sidoarjo kembali mendapatkan jatah 400 ribu dosis vaksin Covid-19. Sasarannya adalah masyarakat yang berada di tempat dengan interaksi dan mobilitas tinggi. Termasuk didalamnya perusahaan.

“Pengurus masjid dan musala kita vaksin, yang kedua pasar, ini on the way semua pasar akan kita vaksin. Ketiga, bandara dan terminal,” urai Gus Muhdlor sapaan akrabnya.

Kemudian, pada hari ini (30/3) berlangsung vaksinasi bagi 2.332 petugas Bandara Internasional Juanda. Dan menjadi satu-satunya vaksinasi di satu tempat di Indonesia. Ribuan orang divaksin dalam sekali waktu.

“Setelah itu terminal. Ketika ini semuanya sudah, maka menyusul sektor ekonomi. Apa itu? mal. Kalau mal sudah, lanjut ke pabrik,” ucapnya.

Lebih lanjut, Gus Muhdlor mengatakan lansia juga menjadi salah satu prioritas vaksinasi saat 400 ribu vaksin Covid-19 datang. Dikatakannya serapan vaksinasi di Kabupaten Sidoarjo pada tahap satu dan dua, sudah 100 persen lebih. Dirinya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar terus mendapat jatah lebih vaksin Covid-19.

Jumlah 160 ribu sasaran vaksinasi, menurutnya terbanyak bila dibandingkan dengan daerah lain yang melakukan vaksinasi Covid-19. “Selain ibu kota provinsi (Jatim) kita kalah, kenapa, karena ibu kota provinsi punya jatah lebih, seandainya jatah itu ada di Sidoarjo, habis sudah (dilakukan vaksinasi),” ucapnya.

Sementara itu Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sidoarjo, Dian Felani menyambut baik vaksinasi bagi pengusaha. “Semoga vaksinasi ini awal dari kebangkitan ekonomi,” pungkasnya. (rpp/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/