alexametrics
27 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Serahkan 8 Tanah Waqaf Dampak Semburan Lumpur

SIDOARJO – Penanganan wilayah terdampak semburan lumpur di Porong memasuki tahap baru. Keputusan Menteri Agama (KMA) menyetujui perubahan status atau tukar menukar tanah waqaf tahun 2018. Ada delapan tanah waqaf yang diserahkan pada perwakilan nazir atau pihak yang menerima harta benda wakaf. Tujuannya untuk dikelola dan dikembangkan sesuai dengan peruntukannya.

Ketua koordinator nazir Kecamatan Porong, Tanggulangin dan Jabon Sampun Hadi Prayitno mengatakan, pihaknya berharap Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) segera membangun fisik bangunan tanah wakaf tersebut. Karena keseluruhan waqaf sangat ditunggu oleh masyarakat. Bangunan fisik yakni berupa rumah ibadah. “Bisa masjid dan musala,” katanya.

Setidaknya ada sekitar 65 rumah ibadah terendam oleh dampak lumpur panas sejak Mei 2006 silam. Menurut kesepakatan jamaah dan nazir, rumah ibadah yang terendam lumpur diwakahkah di daerah lain. Seperti di wilayah Krembung, Porong dan bahkan di Gempol Pasuruan. “Namun kebanyakan di wilayah Porong dan Jabon. Masyarakat pindah tempat tinggal dimana,” imbuhnya.

Sampun mengungkapkan, hingga kini baru terealisasi 15 tanah waqaf. Tujuh di antaranya, tanah waqaf pada tahun 2017. “Di tahun 2017 baru terbangun lima unit. Tinggal dua untuk anggaran 2017,” tambahnya.

Kepala PPLS Pattsiana Jefry Recky menyatakan, upaya penggantian tanah dan bangunan wakaf sudah sejak lama diusahakan bersama. “Agar segera terealisasi dan bangunan wakaf yang baru dapat kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar,” imbuhnya.

Ketua DPRD Sidoarjo Usman mengatakan, untuk menangani permasalahan sosial dampak lumpur, dari DPRD Sidoarjo telah beberapa kali membentuk Pansus Lumpur. Bahkan hingga, membentuk 16 kali pansus. “Semoga masyarakat bisa memanfaatkannya segera tanah wakah yang sudah terealisasi,” pungkasnya. (rpp/nis)

SIDOARJO – Penanganan wilayah terdampak semburan lumpur di Porong memasuki tahap baru. Keputusan Menteri Agama (KMA) menyetujui perubahan status atau tukar menukar tanah waqaf tahun 2018. Ada delapan tanah waqaf yang diserahkan pada perwakilan nazir atau pihak yang menerima harta benda wakaf. Tujuannya untuk dikelola dan dikembangkan sesuai dengan peruntukannya.

Ketua koordinator nazir Kecamatan Porong, Tanggulangin dan Jabon Sampun Hadi Prayitno mengatakan, pihaknya berharap Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) segera membangun fisik bangunan tanah wakaf tersebut. Karena keseluruhan waqaf sangat ditunggu oleh masyarakat. Bangunan fisik yakni berupa rumah ibadah. “Bisa masjid dan musala,” katanya.

Setidaknya ada sekitar 65 rumah ibadah terendam oleh dampak lumpur panas sejak Mei 2006 silam. Menurut kesepakatan jamaah dan nazir, rumah ibadah yang terendam lumpur diwakahkah di daerah lain. Seperti di wilayah Krembung, Porong dan bahkan di Gempol Pasuruan. “Namun kebanyakan di wilayah Porong dan Jabon. Masyarakat pindah tempat tinggal dimana,” imbuhnya.

Sampun mengungkapkan, hingga kini baru terealisasi 15 tanah waqaf. Tujuh di antaranya, tanah waqaf pada tahun 2017. “Di tahun 2017 baru terbangun lima unit. Tinggal dua untuk anggaran 2017,” tambahnya.

Kepala PPLS Pattsiana Jefry Recky menyatakan, upaya penggantian tanah dan bangunan wakaf sudah sejak lama diusahakan bersama. “Agar segera terealisasi dan bangunan wakaf yang baru dapat kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar,” imbuhnya.

Ketua DPRD Sidoarjo Usman mengatakan, untuk menangani permasalahan sosial dampak lumpur, dari DPRD Sidoarjo telah beberapa kali membentuk Pansus Lumpur. Bahkan hingga, membentuk 16 kali pansus. “Semoga masyarakat bisa memanfaatkannya segera tanah wakah yang sudah terealisasi,” pungkasnya. (rpp/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/